Jumat siang, 17 April 2026, suasana di PAUD Islam Bintang Juara sedikit berbeda. Suara riuh anak-anak tidak banyak terdengar, karena sebagian besar kakak shalih-shalihah sedang menikmati istirahat tidur siang. Kali ini Sentra Seni dipenuhi oleh semangat belajar para pendidiknya.
Hari itu, para PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) mengikuti kegiatan Kombel Telaga Ilmu dengan tema yang sangat penting dan relevan: “Strategi Efektif Penanganan ABK pada PAUD.”
Di tengah dinamika kelas yang beragam, kemampuan guru memahami kebutuhan setiap anak, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), menjadi kunci utama terciptanya pembelajaran yang inklusif dan bermakna.
Hadir sebagai narasumber adalah Ketua Yayasan Dewi Sartika sekaligus Dosen PJJ Psikologi UICI, Ibu Dyah Indah Noviyani, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang akrab disapa Bunda Vivi Psikolog.
Daftar Isi
- 1 Mengawali dengan Pertanyaan Mendalam
- 2 Membaca Anak dengan Lebih Dalam
- 3 Tiga Tahap Penting Perkembangan Anak
- 4 Pentingnya Menuntaskan Tahap Awal
- 5 Guru Juga Harus Bisa Refleksi
- 6 Fokus: Kunci Pembelajaran Berkualitas
- 7 Menjaga Energi Positif di Lingkungan Sekolah
- 8 Menuju Pembelajaran Inklusif yang Lebih Baik
- 9 Berlanjut ke Materi Berikutnya
- 10 Guru Bertumbuh, Anak Pun Berkembang
Mengawali dengan Pertanyaan Mendalam
Alih-alih langsung memaparkan materi, Bunda Vivi membuka sesi dengan sebuah pertanyaan sederhana, namun penuh makna:
“Kenapa kita memilih menjadi guru?”
Ruangan seketika hening.
Pertanyaan ini bukan untuk dijawab cepat, tetapi untuk direnungkan.
Satu per satu guru mulai mengingat kembali alasan mereka: ingin berbagi ilmu, ingin mendampingi tumbuh kembang anak, ingin menjadi bagian dari perjalanan masa depan generasi.
Bunda Vivi Psikolog menegaskan bahwa memahami tujuan menjadi guru adalah fondasi utama dalam mendidik.
Ketika guru sadar akan tujuannya, maka setiap proses pembelajaran akan dilakukan dengan lebih penuh makna dan kesadaran.
Membaca Anak dengan Lebih Dalam
Dalam sesi berikutnya, Bunda Vivi Psikolog mengajak para guru untuk memahami bahwa setiap anak memiliki kebutuhan dan tahap perkembangan yang berbeda.
Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga perlu membaca anak.
Membaca di sini bukan sekadar melihat kemampuan akademik, tetapi memahami:
- kondisi emosional
- kebutuhan sensori
- kesiapan belajar
- tahap perkembangan
Dengan pemahaman ini, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih tepat sasaran.
Tiga Tahap Penting Perkembangan Anak
Bunda Vivi menjelaskan bahwa secara garis besar, pembelajaran anak usia dini perlu melibatkan tiga aspek utama:
1. Sensori Motorik
Tahap ini berkaitan dengan aktivitas fisik dan pengalaman langsung melalui indera.
Anak yang emosinya belum stabil, perlu banyak distimulasi melalui kegiatan sensori motorik. Misalnya:
- bermain air
- bermain pasir
- aktivitas gerak tubuh
Tujuannya adalah membantu anak menyalurkan emosi dan membangun regulasi diri.
2. Simbolik
Setelah kebutuhan sensori motorik terpenuhi, anak mulai masuk ke tahap simbolik.
Di tahap ini, anak mulai mampu:
- mengenal simbol (huruf, angka)
- bermain peran
- menggunakan imajinasi
3. Konstruktif
Tahap tertinggi adalah konstruktif.
Di tahap ini, anak mulai mampu:
- berpikir lebih kompleks
- menyusun ide
- merefleksi pengalaman
- mengambil hikmah dari suatu kejadian
Namun, Bunda Vivi menekankan bahwa anak tidak bisa langsung dipaksa ke tahap konstruktif tanpa melewati tahap sebelumnya.
Pentingnya Menuntaskan Tahap Awal
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah:
Jika anak belum stabil secara emosi, maka jangan terburu-buru mengejar target akademik.
Anak perlu “dituntaskan” terlebih dahulu di tahap sensori motorik.
Ini menjadi pengingat penting bagi para guru bahwa pembelajaran bukan soal cepat atau lambat, tetapi soal kesiapan.
Guru Juga Harus Bisa Refleksi
Menariknya, pembahasan tidak hanya berfokus pada anak. Bunda Vivi Psikolog juga mengajak guru untuk melihat ke dalam diri sendiri.
“Kalau kita ingin anak bisa merefleksi, gurunya harus bisa refleksi dulu.”
Kalimat ini menjadi momen reflektif bagi para peserta.
Guru diajak untuk mengevaluasi:
- cara mengajar
- respon terhadap anak
- kesabaran dalam mendampingi
- cara menghadapi tantangan
Dengan refleksi, guru dapat terus berkembang menjadi pendidik yang lebih baik.
Fokus: Kunci Pembelajaran Berkualitas
Selain refleksi, Bunda Vivi Psikolog juga menyoroti pentingnya fokus dalam mendampingi anak.
Fokus bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi benar-benar hadir secara utuh.
Artinya:
- tidak sambil memikirkan urusan lain
- tidak sibuk dengan gadget
- tidak terdistraksi hal-hal di luar pembelajaran
Ketika guru fokus, anak akan merasa dihargai dan diperhatikan.
Menjaga Energi Positif di Lingkungan Sekolah
Bunda Vivi Psikolog juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan yang positif.
Hal-hal seperti:
- terlalu sering mengeluh
- bergosip
- berpikir negatif
dapat memengaruhi kualitas pembelajaran.
Sebaliknya, ketika guru fokus pada nilai-nilai kebaikan, maka hasil yang didapatkan pun akan lebih baik. Energi positif dari guru akan dirasakan oleh anak-anak.
Menuju Pembelajaran Inklusif yang Lebih Baik
Kegiatan Kombel ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran inklusif di PAUD Islam Bintang Juara.
Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang kebutuhan anak, guru dapat:
- merancang kegiatan yang sesuai
- memberikan pendekatan yang tepat
- mendampingi anak dengan lebih empatik
Berlanjut ke Materi Berikutnya
Menariknya, sesi ini bukanlah akhir.
Kegiatan Kombel akan berlanjut pada hari berikutnya, Sabtu, 18 April 2026, dengan materi lanjutan yang akan disampaikan oleh Miss Meli tentang “Penguatan Pijakan dalam Pembelajaran Anak Usia Dini”.
Ayah Bunda juga bisa lo ikut me-recalling materi mengenai 5 Kontinum Pijakan!
Ini menunjukkan bahwa proses belajar bagi guru dan orang tua adalah perjalanan yang terus berlanjut.
Guru Bertumbuh, Anak Pun Berkembang
Kegiatan hari itu menegaskan satu hal penting:
Ketika guru terus belajar dan bertumbuh, maka anak-anak pun akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik.
Dari refleksi sederhana hingga pemahaman mendalam tentang perkembangan anak, semua menjadi bekal berharga bagi para pendidik.
Karena pada akhirnya, pendidikan terbaik bukan hanya tentang metode, tetapi tentang kesadaran, keikhlasan, dan kemauan untuk terus belajar.
Dan di PAUD Islam Bintang Juara, proses itu terus dijaga dan dirawat dengan penuh komitmen




