Pagi Jumat, 17 April 2026, suasana di PAUD Islam Bintang Juara terasa begitu hidup. Anak-anak KB dan TK datang dengan semangat yang berbeda. Hari itu bukan sekadar hari belajar biasa, melainkan hari penuh petualangan.
Kegiatan Kelas Inspirasi BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) kembali hadir dengan tema yang sangat menarik: “Petualangan Seru di Dunia Hewan Peliharaan dan Ternak Bersama Dokter Hewan.”
Kali ini, sosok inspiratif yang hadir adalah Ayah dan Bunda dari Kak Bhrevan dan Bhrezaka, yaitu Budi Wahyudi dan Brilyantika Fadjrinatha.
Dengan pakaian sederhana namun penuh semangat, keduanya membawa sesuatu yang membuat anak-anak langsung bersorak: berbagai hewan peliharaan!
Daftar Isi
- 1 Mengenal Profesi Dokter Hewan Sejak Dini
- 2 Belajar Tanggung Jawab dari Hewan Peliharaan
- 3 Bertemu dan Berinteraksi Langsung dengan Hewan
- 4 Belajar dari Pengalaman Nyata
- 5 Mengembangkan Empati dan Keberanian
- 6 BBOT: Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah
- 7 Manfaat Merawat Hewan untuk Anak Usia Dini
- 8 Dari Rasa Penasaran Menjadi Cinta
Mengenal Profesi Dokter Hewan Sejak Dini
Kegiatan diawali dengan pengenalan profesi dokter hewan. “Ada yang tahu dokter hewan itu apa?” tanya Ayah Budi.
Beberapa anak menjawab polos, “Yang merawat kucing!”
Jawaban itu benar, tapi belum lengkap.
Ayah dan Bunda kemudian menjelaskan dengan bahasa yang sederhana bahwa dokter hewan adalah orang yang merawat kesehatan hewan, baik hewan peliharaan maupun hewan ternak.
Mereka juga menjelaskan tugas-tugas dokter hewan, seperti:
- Memeriksa kesehatan hewan
- Mengobati hewan yang sakit
- Memberikan vaksin
- Mengajarkan cara merawat hewan dengan benar
Kakak shalih-shalihah mendengarkan dengan penuh perhatian. Bagi mereka, ini adalah pengalaman pertama mengenal profesi secara langsung dari ahlinya.
Belajar Tanggung Jawab dari Hewan Peliharaan
Setelah mengenal profesi dokter hewan, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan tentang pentingnya tanggung jawab dalam merawat hewan.
Ayah dan Bunda Kak Bhrevan menjelaskan bahwa memiliki hewan peliharaan bukan hanya tentang bermain.
Ada tanggung jawab besar di dalamnya, seperti:
- Memberi makan secara rutin
- Menjaga kebersihan kandang
- Mengajak hewan beraktivitas
- Memastikan hewan tetap sehat
Kakak shalih-shalihah mulai memahami bahwa hewan juga makhluk hidup yang perlu dirawat dan disayangi.
Bertemu dan Berinteraksi Langsung dengan Hewan
Inilah momen yang paling ditunggu-tunggu.
Satu per satu hewan mulai diperkenalkan kepada anak-anak.
Ada:
- Ular
- Kucing
- Kura-kura
- Kelinci
- Marmut
- dan beberapa hewan lainnya
Awalnya, beberapa anak terlihat ragu, terutama saat melihat ular. Namun dengan pendampingan yang aman dan penuh kesabaran, rasa takut perlahan berubah menjadi rasa penasaran.
“Boleh pegang?” tanya salah satu anak.
“Boleh, tapi pelan ya,” jawab Bunda Brilyantika.
Anak-anak pun mulai berani menyentuh, memegang, bahkan mengelus hewan-hewan tersebut. Interaksi ini menjadi pengalaman sensorik yang sangat berharga.
Belajar dari Pengalaman Nyata
Ketika anak memegang kelinci, mereka merasakan bulunya yang lembut. Saat menyentuh kura-kura, mereka merasakan tekstur cangkangnya yang keras.
Saat melihat ular, mereka belajar bahwa tidak semua hewan harus ditakuti, selama kita tahu cara memperlakukannya dengan benar.
Pembelajaran seperti ini jauh lebih efektif dibanding hanya melihat gambar di buku. Anak belajar melalui pengalaman langsung.
Mengembangkan Empati dan Keberanian
Interaksi dengan hewan membantu anak mengembangkan empati. Mereka belajar bahwa hewan juga bisa merasa lapar, takut, atau sakit.
Selain itu, kegiatan ini juga melatih keberanian. Anak yang awalnya takut, perlahan menjadi lebih percaya diri setelah mencoba.
Guru dan orang tua memberikan dukungan penuh, sehingga anak merasa aman untuk bereksplorasi.
BBOT: Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan terbaik terjadi ketika sekolah dan orang tua berjalan bersama. Melalui program BBOT, orang tua diberi ruang untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran.
Anak tidak hanya melihat guru sebagai sumber belajar, tetapi juga orang tua dan lingkungan sekitar. Ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih kaya dan bermakna.
Manfaat Merawat Hewan untuk Anak Usia Dini
Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan banyak manfaat perkembangan bagi anak:
1. Menumbuhkan Empati
Anak belajar memahami dan peduli terhadap makhluk hidup lain.
2. Mengembangkan Kognitif
Anak mengenal berbagai jenis hewan dan karakteristiknya.
3. Melatih Tanggung Jawab
Anak memahami bahwa hewan perlu dirawat secara rutin.
4. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Berani berinteraksi dengan hewan membantu anak menjadi lebih percaya diri.
5. Stimulasi Sensorik
Menyentuh berbagai tekstur hewan memperkaya pengalaman sensorik anak.
6. Menguatkan Ikatan Sosial
Kegiatan bersama teman dan orang tua mempererat hubungan sosial.
Dari Rasa Penasaran Menjadi Cinta
Kegiatan hari itu ditutup dengan wajah-wajah bahagia.
Anak-anak pulang membawa cerita baru:
tentang ular yang ternyata tidak selalu menakutkan, tentang kelinci yang lembut, dan tentang dokter hewan yang merawat semua itu dengan penuh kasih.
- Dari rasa penasaran, tumbuh keberanian.
- Dari keberanian, tumbuh rasa peduli.
- Dan dari pengalaman sederhana ini, anak belajar mencintai makhluk hidup di sekitarnya.
Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang apa yang anak ketahui, tetapi juga tentang bagaimana mereka merasakan dan menghargai dunia di sekitarnya.*** (CM-MRT)




