Rabu pagi, 4 Februari 2026, suasana kelas KB Islam Bintang Juara terasa berbeda. Meja-meja sudah tertata rapi, wadah-wadah kecil disiapkan, dan wajah kakak shalih-shalihah tampak penuh rasa ingin tahu. Hari itu adalah jadwal BBOT KB (Belajar Bersama Orang Tua) dengan topik yang sangat dekat dengan kehidupan anak: “Tanaman Ciptaan Allah SWT.”
Kegiatan ini terasa istimewa karena menghadirkan Bunda Linta Rahmawatiningrum (Bunda Kak Arunika KB Al Quddus) sebagai narasumber dan pendamping. Kehadiran bunda membuat suasana semakin hangat, karena anak-anak merasa belajar bersama orang tua adalah momen yang menyenangkan.
Daftar Isi
Mengamati Dulu, Sebelum Menanam
Sebelum mulai menanam, kakak-kakak diajak mengamati tanaman tomat terlebih dahulu. Miss dan Bunda Linta mengajak anak memperhatikan bentuk daun, batang, serta buah tomat yang mulai tumbuh.
“Siapa yang pernah makan tomat?”
Beberapa tangan kecil langsung terangkat.
Melalui aktivitas sederhana ini, anak belajar bahwa setiap tanaman adalah ciptaan Allah SWT yang memiliki manfaat. Proses mengamati membantu anak mengembangkan kemampuan fokus, bahasa, dan rasa takjub terhadap alam.
Belajar tentang tanaman tidak dimulai dari teori panjang, tetapi dari pengalaman melihat langsung.
Menanam Kacang Hijau dengan Metode Hidroponik
Setelah sesi observasi, tibalah momen yang paling ditunggu: menanam benih kacang hijau dengan metode hidroponik.
Metode hidroponik dipilih karena sederhana dan mudah dipraktikkan anak usia dini. Tanpa tanah, hanya menggunakan kapas lembap sebagai media tanam, anak tetap bisa melihat proses tumbuh secara jelas.
Namun yang istimewa dari kegiatan ini bukan hanya hasilnya, melainkan prosesnya.
1. Melatih Motorik Halus Lewat Stiker
Setelah menerima wadah tanam, kakak-kakak diminta untuk melepas dan menempel stiker pada wadah tersebut. Aktivitas ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat penting untuk perkembangan motorik halus.
Saat anak:
- Melepas stiker dari lembarannya
- Mengatur posisi stiker
- Menempel dengan rapi
Mereka sedang melatih koordinasi tangan dan mata, kekuatan jari, serta konsentrasi. Semua dilakukan dengan suasana ceria dan penuh semangat.
2. Belajar Adab Mengantre dan Bergantian
Langkah berikutnya adalah mengambil kapas lembap untuk diletakkan di dasar wadah. Di sinilah nilai karakter mulai dibangun.
Kakak-kakak diajak:
- Berbaris rapi
- Mengantre dengan sabar
- Bergantian mengambil kapas
Tidak ada yang saling berebut. Miss dan Bunda Linta mengingatkan dengan lembut bahwa adab adalah bagian penting dari belajar.
Anak belajar bahwa dalam kehidupan sehari-hari, menunggu giliran adalah bagian dari kedisiplinan. Dari aktivitas kecil inilah karakter perlahan dibentuk.
3. Menanam Benih Kacang Hijau
Setelah kapas diletakkan, tibalah saatnya mengambil benih kacang hijau yang sebelumnya telah direndam untuk mempercepat proses perkecambahan.
Dengan hati-hati, kakak-kakak memegang benih kecil itu. Tangan mungil mereka berusaha menaruhnya di atas kapas dengan penuh konsentrasi.
Di momen ini, banyak hal sedang terjadi:
- Koordinasi tangan dan jari dilatih
- Anak belajar presisi dan ketelitian
- Rasa memiliki mulai tumbuh
Benih kecil itu bukan sekadar biji. Ia menjadi simbol tanggung jawab baru yang akan dirawat setiap hari.
Belajar Proses, Bukan Hanya Hasil
Menanam hidroponik mengajarkan anak satu hal penting: semua butuh proses.
Tanaman tidak tumbuh dalam satu malam. Anak harus:
- Menyiram dengan cukup
- Menaruh di tempat yang mendapat cahaya
- Menunggu dengan sabar
Melalui kegiatan ini, anak belajar bahwa pertumbuhan membutuhkan waktu. Kesabaran bukan hanya kata-kata, tetapi pengalaman nyata yang mereka rasakan.
Manfaat Menanam Hidroponik untuk Anak Usia Dini
Kegiatan ini memberikan banyak manfaat perkembangan, antara lain:
- Melatih Motorik Halus: Koordinasi tangan saat memegang kapas dan benih membantu memperkuat otot-otot kecil jari.
- Mengembangkan Kognitif: Anak memahami konsep sebab-akibat: jika disiram dan dirawat, tanaman akan tumbuh.
- Membentuk Karakter: Menanam melatih kesabaran, tanggung jawab, disiplin dan kepedulian terhadap makhluk hidup
- Menumbuhkan Rasa Syukur : Anak belajar bahwa Allah SWT menciptakan tanaman dengan manfaat luar biasa. Dari biji kecil, tumbuhlah kehidupan.
Dari proses sederhana inilah karakter dibentuk secara perlahan, konsisten, dan bermakna.
Momen Hangat: Makan Kacang Hijau Bersama
Sebagai penutup kegiatan, kakak-kakak diajak menikmati olahan kacang hijau bersama. Sambil menyantap makanan hangat, anak-anak diingatkan bahwa kacang hijau yang mereka makan juga berasal dari proses menanam.
Belajar menjadi utuh. Anak tidak hanya tahu cara menanam, tetapi juga memahami manfaatnya.
Menanam Tanaman, Menanam Nilai
BBOT KB dengan topik “Tanaman Ciptaan Allah SWT” bukan sekadar aktivitas prakarya. Ini adalah pembelajaran yang menyentuh aspek kognitif, motorik, sosial, emosional, dan spiritual sekaligus.
Melalui kegiatan ini, KB Islam Bintang Juara terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran bermakna yang melibatkan orang tua. Karena ketika sekolah dan keluarga berjalan bersama, proses belajar menjadi lebih kuat dan berkesan.
Dari benih kecil kacang hijau, tumbuh bukan hanya tanaman—tetapi juga kesabaran, tanggung jawab, dan rasa syukur dalam hati anak-anak. MasyaAllah.***




