Suasana Sabtu pagi di PAUD Islam Bintang Juara terasa berbeda selama bulan Ramadan. Jika biasanya pagi diawali dengan persiapan kegiatan belajar anak-anak, di bulan penuh berkah ini para guru memulai hari dengan sesuatu yang lebih menenangkan: berbagi ilmu dan saling menguatkan iman.
Kegiatan ini dikenal dengan berbagi praktik baik melalui kultum Ramadan.
Bukan hanya anak-anak yang belajar selama Ramadan. Para guru pun memanfaatkan momen ini untuk terus bertumbuh, secara spiritual maupun profesional.
Daftar Isi
Ramadan: Waktu Terbaik untuk Saling Menguatkan
Setiap Sabtu pagi, para guru berkumpul dalam suasana hangat dan sederhana. Tidak ada panggung megah, tidak ada formalitas berlebihan. Hanya lingkaran kecil yang dipenuhi niat baik untuk belajar bersama.
Selain mengikuti program KURMA (Kuliah Ramadan) bersama Ustaz Dzikron yang menjadi agenda rutin, para guru juga mendapat kesempatan untuk menyampaikan kultum secara bergiliran.
Setiap pekan, satu atau dua guru tampil membagikan materi singkat dengan tema yang telah ditentukan sebelumnya.
Tema-tema tersebut berkaitan dengan penguatan iman dan nilai-nilai kebaikan, seperti:
- Keutamaan menuntut ilmu
- Keikhlasan dalam beramal
- Pentingnya menjaga niat
- Makna sabar dalam kehidupan
- Menjadi teladan bagi anak-anak
Meskipun durasinya singkat, pesan yang disampaikan sering kali meninggalkan kesan mendalam.
Dari Mendengar Menjadi Berbagi
Biasanya, guru terbiasa berada di posisi menyampaikan materi kepada murid. Namun dalam kegiatan kultum ini, mereka berbicara kepada rekan sesama pendidik.
Hal ini menciptakan suasana reflektif yang berbeda.
Saat seorang guru menyampaikan kultum tentang keutamaan menuntut ilmu, misalnya, ia tidak hanya berbicara kepada orang lain—tetapi juga mengingatkan dirinya sendiri.
Begitulah esensi kegiatan ini: saling menasihati dalam kebaikan.
Dalam Islam, nasihat bukan sekadar kritik atau peringatan. Nasihat adalah bentuk kepedulian agar kita sama-sama berada di jalan yang benar.
Belajar Public Speaking dengan Cara Bermakna
Selain menjadi sarana penguatan iman, kultum Ramadan juga menjadi kesempatan berharga untuk melatih public speaking para guru.
Tidak semua orang merasa nyaman berbicara di depan audiens, bahkan jika audiensnya adalah rekan kerja sendiri. Namun melalui kegiatan ini, para guru belajar mengasah kemampuan komunikasi mereka.
Manfaat yang dirasakan antara lain:
1. Melatih Kepercayaan Diri
Berbicara di depan rekan sejawat membantu guru mengurangi rasa gugup dan meningkatkan rasa percaya diri.
2. Mengasah Kemampuan Menyusun Materi
Guru belajar merangkai ide menjadi pesan yang singkat, jelas, dan bermakna.
3. Mengembangkan Keterampilan Komunikasi
Public speaking yang baik akan sangat membantu dalam proses mengajar di kelas.
4. Meningkatkan Budaya Belajar
Guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembelajar sepanjang hayat.
Menguatkan Komunitas Pendidik
Kegiatan kultum juga mempererat hubungan antar guru. Ketika seseorang berbagi pengalaman atau refleksi pribadi, yang lain dapat merasakan kedekatan emosional.
Ada momen ketika semua tersenyum bersama. Ada pula saat-saat hening ketika pesan yang disampaikan menyentuh hati.
Di sinilah lahir komunitas yang saling mendukung.
Guru tidak berjalan sendiri. Mereka bertumbuh bersama.
Menjadi Teladan bagi Anak
Guru adalah role model bagi anak-anak. Nilai yang ditanamkan kepada murid akan lebih kuat jika guru juga terus memperbaiki diri.
Melalui kegiatan berbagi praktik baik ini, para guru diingatkan bahwa mendidik bukan hanya soal metode mengajar, tetapi juga tentang keteladanan.
Ketika guru terus belajar dan memperbaiki diri, energi positif itu akan sampai kepada anak-anak.
Ramadan sebagai Momentum Perbaikan Diri
Ramadan selalu menghadirkan kesempatan untuk memperbaiki diri. Tidak hanya dalam ibadah pribadi, tetapi juga dalam cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi.
Bagi para guru PAUD Islam Bintang Juara, kultum Ramadan menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa ilmu harus terus dicari dan dibagikan.
Keutamaan menuntut ilmu bukan hanya berlaku bagi murid, tetapi juga bagi pendidik.
Dari Kata Menjadi Amal
Mungkin kultum itu hanya berlangsung sekitar 7–15 menit. Namun dari menit-menit singkat itu lahir inspirasi, semangat, dan pengingat yang berharga.
Setiap pekan, ada guru yang membawa sudut pandang baru. Ada pesan yang menenangkan hati. Ada pula refleksi yang membuat semua berpikir lebih dalam.
Dari sinilah praktik baik mulai tumbuh—dari kata-kata yang tulus, dari niat untuk saling menguatkan, dan dari semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Karena pada akhirnya, pendidikan terbaik lahir dari hati yang terus belajar.
Dan di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, para guru PAUD Islam Bintang Juara kembali diingatkan bahwa perjalanan menuntut ilmu tidak pernah berhenti.*** (CM-MRT)




