Search

Rahasia Guru PAUD: 5 Pijakan Wajib untuk Dampingi Anak Lebih Optimal!

5 pijakan wajib untuk dampingi anak

Suasana Sabtu pagi, 18 April 2026, di PAUD Islam Bintang Juara terasa hangat, bukan karena cuaca, tetapi karena semangat belajar para guru yang terus menyala.

Setelah sehari sebelumnya para pendidik mendapatkan insight mendalam bersama Bunda Vivi Psikolog, kini perjalanan belajar itu berlanjut dalam kegiatan Kombel Telaga Ilmu dengan narasumber internal yang tak kalah inspiratif, yaitu Meliya Indriani, S.Pd., atau yang akrab disapa Miss Meli.

Tema yang diangkat kali ini adalah “Penguatan Pijakan dalam Pembelajaran Anak Usia Dini.

Materi ini bukan hal baru, justru menjadi sesuatu yang disebut sebagai “makanan wajib” bagi para guru di Sekolah Islam Bintang Juara—baik jenjang PAUD maupun SD.

Namun, justru karena itulah materi ini perlu terus diulang, diperdalam, dan dikuatkan.

Dimulai dari Cerita Nyata Guru

Alih-alih langsung membuka slide presentasi, Miss Meli memulai sesi dengan pendekatan yang sederhana namun sangat bermakna.

“Silakan tuliskan tantangan yang sering ditemui saat mendampingi anak-anak,” ujarnya.

Satu per satu guru mulai menulis;

  • Ada yang menuliskan tentang anak yang sulit fokus.
  • Ada yang menghadapi anak dengan emosi yang belum stabil.
  • Ada pula yang merasa bingung menentukan pendekatan yang tepat.

Kertas-kertas kecil itu bukan sekadar tulisan. Itu adalah potret nyata dinamika di kelas. Dan dari situlah pembelajaran hari itu dimulai.

Menguatkan Kembali “Pijakan” dalam Pembelajaran

Miss Meli kemudian mengajak para guru kembali pada konsep dasar: pijakan dalam pembelajaran anak usia dini.

Pijakan bukan sekadar langkah teknis.

Pijakan adalah cara guru:

  • mempersiapkan lingkungan belajar
  • mendampingi anak saat bermain
  • memberikan arahan yang tepat
  • hingga merefleksikan proses pembelajaran

Dalam praktiknya, pijakan ini menjadi jembatan antara kebutuhan anak dan tujuan pembelajaran.

Lima Kontinum Pijakan: Fondasi yang Tidak Boleh Terlewat

Materi utama yang dibahas adalah lima kontinum pijakan pembelajaran.

Bagi guru Sekolah Islam Bintang Juara, ini adalah fondasi penting yang harus benar-benar dipahami dan diterapkan.

Kelima pijakan tersebut membantu guru:

  • memahami kapan harus memberi arahan
  • kapan memberi ruang eksplorasi
  • kapan perlu intervensi
  • dan kapan cukup menjadi pengamat

Dengan kata lain, guru tidak selalu harus “mengajar”, tetapi juga perlu tahu kapan harus “membersamai”.

Dari Teori ke Praktik Nyata

Yang menarik, sesi ini tidak berhenti pada teori. Miss Meli mengajak guru untuk masuk ke dalam diskusi kasus nyata.

Salah satu contoh yang dibahas:

Bagaimana menghadapi anak yang sulit mengikuti aturan saat kegiatan berlangsung?

Alih-alih langsung memberi hukuman atau larangan, guru diajak untuk melihat:

  • apakah anak sudah siap secara sensori?
  • apakah lingkungan terlalu menstimulasi?
  • apakah instruksi yang diberikan sudah jelas?

Dari sini, guru mulai memahami bahwa setiap perilaku anak memiliki latar belakang. Dan pijakan yang tepat akan membantu menemukan solusi yang lebih bijak.

Menghubungkan dengan Materi Sebelumnya

Materi dari Miss Meli menjadi pelengkap yang sangat kuat dari sesi sebelumnya bersama Bunda Vivi Psikolog.

Jika sebelumnya guru diajak memahami tahap perkembangan anak, kini mereka diajak memahami bagaimana meresponsnya melalui pijakan yang tepat.

Keduanya saling terhubung. Pemahaman tanpa strategi akan sulit diterapkan. Strategi tanpa pemahaman bisa jadi tidak tepat sasaran.

Penguatan untuk Guru Daycare

Salah satu fokus utama dalam Kombel kali ini adalah memberikan penguatan khusus bagi tim guru daycare. Karena dalam keseharian, guru daycare memiliki waktu yang lebih panjang bersama anak.

Artinya:

  • lebih banyak momen interaksi
  • lebih banyak tantangan
  • dan tentu saja, lebih banyak peluang pembelajaran

Dengan memahami pijakan pembelajaran secara utuh, guru daycare dapat:

  • lebih peka terhadap kebutuhan anak
  • lebih sabar dalam mendampingi
  • lebih tepat dalam mengambil keputusan

Guru yang Terus Belajar

Selama sesi berlangsung, terlihat jelas bahwa para guru tidak hanya mendengarkan.

Mereka aktif:

  • bertanya
  • berdiskusi
  • berbagi pengalaman
  • bahkan saling memberi masukan

Ini menunjukkan bahwa proses belajar tidak hanya terjadi dari narasumber ke peserta, tetapi juga antar sesama guru. Lingkungan belajar seperti inilah yang menciptakan budaya profesional yang sehat.

Refleksi: Kunci Perbaikan Berkelanjutan

Di akhir sesi, satu hal yang kembali ditekankan adalah pentingnya refleksi.

Setiap guru diajak untuk bertanya pada diri sendiri:

  • Apakah pijakan yang saya lakukan sudah tepat?
  • Apakah saya sudah memahami kebutuhan anak dengan baik?
  • Apa yang bisa saya perbaiki ke depan?

Refleksi ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar. Karena dari sinilah perubahan dimulai.

Dampak Nyata untuk Anak

Pada akhirnya, semua proses ini bermuara pada satu tujuan: memberikan pengalaman belajar terbaik bagi anak.

Dengan pijakan yang tepat:

  • anak merasa lebih nyaman
  • anak lebih percaya diri
  • anak lebih bebas bereksplorasi
  • dan anak berkembang sesuai tahapnya

Belajar yang Tak Pernah Selesai

Kegiatan Kombel Telaga Ilmu hari itu menjadi pengingat bahwa menjadi guru adalah perjalanan belajar yang tidak pernah selesai.

  • Selalu ada yang perlu diperbaiki.
  • Selalu ada yang bisa ditingkatkan.

Dan di PAUD Islam Bintang Juara, semangat untuk terus belajar itu tidak hanya diajarkan kepada anak-anak, tetapi juga dihidupkan oleh para gurunya.

Karena guru yang bertumbuh akan melahirkan anak-anak yang berkembang. Dan dari pijakan-pijakan kecil yang tepat, akan lahir langkah-langkah besar di masa depan.*** (CM-MRT)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*