Search

Ternyata, Anak Tenang Berawal dari Orang Tua yang Tenang

anak tenang berawal dari orang tua yang tenang

Sabtu pagi, 2 Mei 2026, aula PAUD Islam Bintang Juara dipenuhi suasana hangat dan penuh antusiasme. Satu per satu Ayah dan Bunda wali murid TK A datang dengan wajah penuh semangat, siap mengikuti kegiatan parenting bertema “Ketenangan Orang Tua Menumbuhkan Kematangan Emosi Anak” bersama Bunda Vivi Psikolog.

Tema ini terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena dalam proses membersamai anak, sering kali tantangan terbesar bukan berasal dari anaknya, melainkan bagaimana orang tua mengelola dirinya sendiri.

Di sinilah kegiatan parenting menjadi ruang belajar bersama. Bukan untuk mencari siapa yang paling benar dalam mengasuh, melainkan tempat untuk saling menguatkan dan bertumbuh menjadi versi terbaik sebagai orang tua.

Ketika Anak Sedang Belajar Mengenali Emosi

Anak usia dini sedang berada pada fase penting perkembangan emosi.

Mereka mulai belajar:

  • mengenali rasa marah
  • kecewa
  • sedih
  • takut
  • senang
  • hingga rasa bangga terhadap dirinya sendiri

Namun di usia ini, kemampuan mengelola emosi belum berkembang sempurna. Maka tidak heran jika anak kadang menangis tiba-tiba, mudah marah, atau sulit menyampaikan apa yang dirasakannya.

Dalam kondisi seperti inilah, ketenangan orang tua menjadi sangat penting. Karena anak belajar tentang emosi pertama kali dari rumah.

Orang Tua Adalah Cermin Emosi Anak

Selama kegiatan parenting berlangsung, para orang tua diajak menyadari bahwa anak adalah peniru ulung. Saat orang tua mudah terpancing emosi, anak pun belajar merespons dengan cara yang sama.

Sebaliknya, ketika orang tua mampu:

  • berbicara dengan tenang
  • mendengarkan dengan penuh perhatian
  • dan mengelola emosi dengan baik

maka anak akan belajar merasa aman. Rasa aman inilah yang membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang matang secara emosi.

Suasana Parenting yang Hangat dan Reflektif

Kegiatan parenting tidak berlangsung kaku. Suasana terasa hangat karena para orang tua juga diajak merefleksikan pengalaman sehari-hari di rumah.

  • Ada yang bercerita tentang anak yang sulit diatur saat lelah.
  • Ada yang berbagi pengalaman menghadapi tantrum.
  • Ada pula yang menyadari bahwa terkadang anak hanya membutuhkan didengar, bukan langsung dimarahi.

Dari diskusi sederhana itu, muncul satu kesadaran bersama: bahwa anak tidak selalu membutuhkan orang tua yang sempurna, tetapi orang tua yang mau terus belajar.

Mengapa Ketenangan Orang Tua Penting?

Ketenangan orang tua bukan berarti tidak pernah marah. Namun, ketenangan berarti:

  • mampu mengelola respon
  • tidak reaktif
  • dan tetap hadir untuk anak meski sedang lelah

Ketika orang tua tenang, anak akan lebih mudah:

  • memahami aturan
  • merasa diterima
  • dan belajar menyelesaikan masalah dengan sehat

Sebaliknya, jika suasana rumah dipenuhi bentakan dan emosi yang meledak-ledak, anak akan lebih mudah merasa cemas dan tidak aman.

Anak yang Emosinya Matang Tidak Terbentuk Instan

Kematangan emosi adalah proses panjang. Tidak cukup hanya dengan nasihat. Anak perlu melihat contoh nyata setiap hari.

  • Saat orang tua meminta maaf ketika salah, anak belajar rendah hati.
  • Saat orang tua mau mendengarkan, anak belajar menghargai orang lain.
  • Saat orang tua mampu menenangkan diri, anak belajar bahwa marah bisa disampaikan dengan cara yang baik.

Dari hal-hal kecil inilah karakter anak perlahan terbentuk.

Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Sangat Penting

Melalui kegiatan parenting ini, PAUD Islam Bintang Juara kembali menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga.

Karena pendidikan anak usia dini tidak bisa berjalan sendiri. Apa yang dibiasakan di sekolah perlu dilanjutkan di rumah. Dan apa yang ditanamkan orang tua di rumah akan semakin kuat ketika mendapat dukungan dari lingkungan sekolah.

Manfaat Parenting untuk Orang Tua dan Anak

Kegiatan parenting seperti ini memberikan banyak manfaat, di antaranya:

1. Menambah Wawasan Pengasuhan

Orang tua memahami tahap perkembangan emosi anak sesuai usianya.

2. Meningkatkan Koneksi Orang Tua dan Anak

Komunikasi menjadi lebih hangat dan penuh empati.

3. Membantu Orang Tua Meregulasi Emosi

Orang tua belajar mengenali dan mengelola emosinya sendiri.

4. Menguatkan Sinergi dengan Sekolah

Pengasuhan di rumah dan sekolah menjadi lebih selaras.

5. Membentuk Lingkungan yang Aman bagi Anak

Anak tumbuh di lingkungan yang mendukung kesehatan mental dan emosinya.

Belajar Menjadi Orang Tua yang Bertumbuh

Menjadi orang tua memang tidak memiliki buku panduan yang benar-benar sempurna. Setiap anak berbeda. Setiap keluarga memiliki tantangan masing-masing.

Namun satu hal yang pasti, anak-anak membutuhkan orang tua yang terus bertumbuh bersama mereka.

Parenting pagi itu bukan sekadar kegiatan rutin. Melainkan pengingat bahwa di balik anak yang bahagia dan matang secara emosi, ada orang tua yang terus belajar menenangkan dirinya sendiri.

Dan mungkin, itulah salah satu bentuk cinta terbesar dalam pengasuhan: bukan tentang menjadi sempurna, tetapi tentang terus memperbaiki diri demi tumbuh kembang anak yang lebih baik.**

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*