Senin pagi, 27 April 2026, menjadi hari yang akhirnya dinanti oleh kakak-kakak TK dari PAUD Islam Bintang Juara. Setelah sempat tertunda selama sepekan karena hujan deras yang mengguyur kota, kegiatan fieldtrip yang semula dijadwalkan pada Rabu, 22 April, akhirnya dapat terlaksana.
Dan seperti yang sering terjadi, penantian justru membuat momen ini terasa lebih berharga.
Dengan penuh semangat, kakak-kakak bersiap mengikuti petualangan belajar ke Ngrembel Asri, mengusung tema “Hewan Ciptaan Allah SWT.”
Daftar Isi
Belajar dari Alam, Bukan Sekadar Buku
Setibanya di lokasi, kakak-kakak langsung disambut oleh tiga orang pemandu yang siap menemani perjalanan mereka.
Langkah demi langkah, anak-anak diajak menelusuri area wisata edukasi tersebut. Sama seperti kakak KB sebelumnya, mereka dikenalkan dengan berbagai jenis hewan.
Mulai dari:
- burung hantu
- landak
- ular
- kuda
- kambing
- kura-kura raksasa
- burung unta
- hingga ikan
Setiap berhenti di kandang, pemandu menjelaskan dengan cara yang menarik: tentang nama hewan, ciri-ciri fisik, serta makanan yang biasa dikonsumsi.
Kakak-kakak menyimak dengan penuh antusias. Tak jarang, mereka langsung mengangkat tangan saat diberi pertanyaan.
Dan ketika berhasil menjawab, wajah mereka berbinar menerima hadiah kecil dari tim pemandu.
Yang membuat kegiatan ini semakin bermakna adalah kesempatan anak untuk berinteraksi langsung dengan hewan.
Bukan hanya melihat dari jauh, tetapi juga:
- mendekat
- menyentuh
- bahkan memberi makan
Dari sini, anak belajar bahwa hewan adalah makhluk hidup yang perlu dihargai dan disayangi.
Aktivitas Spesial TK: Membuat Pakan Ikan
Ada satu kegiatan yang menjadi pembeda antara fieldtrip kakak KB dan TK.
Jika kakak KB lebih fokus pada pengalaman interaksi langsung seperti memegang dan memberi makan hewan, maka kakak TK mendapatkan pengalaman tambahan yang lebih mendalam: membuat pakan ikan sendiri.
Kegiatan ini dimulai dengan pengenalan sederhana dari pemandu.
Anak-anak dikenalkan bahwa ikan tidak bisa makan sembarangan. Mereka membutuhkan makanan khusus yang sesuai dengan kebutuhannya.
Kemudian, kakak-kakak diajak melihat bahan pakan yang sudah disiapkan.
Dengan pendampingan, mereka mulai:
- mencampur bahan
- membentuk pakan
- hingga siap untuk diberikan ke ikan
Proses ini dilakukan secara sederhana, namun penuh makna.
Setelah pakan siap, anak-anak diajak menuju kolam ikan. Satu per satu, mereka menebarkan pakan yang telah dibuat. Dan di sinilah keseruan terjadi.
Ikan-ikan langsung bergerak mendekat, berebut pakan yang ditebar.
“Waaah, ikannya banyak!”
“Ikannya lapar ya!”
Reaksi spontan ini menunjukkan bahwa anak mulai memahami hubungan antara makanan dan kebutuhan makhluk hidup.
Belajar Tanggung Jawab dan Kesabaran
Kegiatan membuat dan memberi pakan ikan ini bukan sekadar aktivitas tambahan.
Ada banyak nilai yang dipelajari anak:
1. Proses itu Penting
Kakak shalih-shalihah belajar bahwa sebelum memberi makan, ada proses yang harus dilalui.
2. Tanggung Jawab
Mereka memahami bahwa hewan bergantung pada manusia untuk mendapatkan makanan.
3. Koneksi Sebab-Akibat
Anak melihat langsung bahwa ketika pakan diberikan, ikan datang dan makan.
4. Kesabaran
Menunggu giliran dan mengikuti instruksi menjadi bagian penting dari kegiatan ini.
Menikmati Bekal dengan Cerita Seru
Setelah puas berkeliling dan beraktivitas, kakak-kakak duduk bersama menikmati bekal yang dibawa dari rumah.
Suasana hangat terasa saat mereka saling berbagi cerita tentang;
- hewan favorit,
- pengalaman memberi makan ikan,
- keseruan hari itu.
Momen sederhana ini menjadi penutup yang indah.
Fieldtrip ini menjadi bukti bahwa belajar tidak selalu harus di dalam kelas. Dari pengalaman langsung di alam, anak mendapatkan pembelajaran yang:
- lebih konkret
- lebih menyenangkan
- dan lebih mudah diingat
Dari Tertunda Menjadi Tak Terlupa
Meski sempat tertunda karena hujan, ternyata waktu yang tepat menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan. Kakak-kakak pulang dengan wajah bahagia dan hati yang penuh cerita.
Dari hewan yang mereka lihat, dari pakan yang mereka buat, hingga interaksi yang mereka rasakan—semuanya menjadi bagian dari perjalanan belajar yang bermakna.
Karena pada akhirnya, setiap pengalaman kecil hari ini adalah bekal besar untuk masa depan mereka. Dan dari alam, kakak shalih-shalihah belajar mencintai kehidupan dengan cara yang paling sederhana dan tulus.*** (CM-MRT)




