Ada banyak cara bagi orang tua untuk mengatakan, “Ayah dan Bunda ada di sini.”
Kadang melalui pelukan. Kadang melalui tatapan penuh perhatian. Kadang cukup dengan menggendong dan memberikan rasa nyaman ketika si kecil mulai rewel.
Bagi bayi dan toddler, sentuhan bahkan dapat menjadi salah satu bentuk komunikasi yang sangat bermakna.
Hal inilah yang menjadi salah satu pesan dalam Parenting Class untuk Orang Tua Baby Toddler PAUD Islam Bintang Juara yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026. Mengangkat tema “Sentuhan Tepat untuk Tumbuh Kembang Hebat melalui Pijat pada Baby Toddler”, kegiatan ini menghadirkan Ibu Diyah Ayu Ristianti, CBMC sebagai narasumber.
Menariknya, kegiatan parenting kali ini tidak hanya diisi dengan pemaparan materi. Sebagian besar waktu justru digunakan untuk praktik langsung, ketika Ayah dan Bunda memijat anak-anak mereka dengan teknik yang dipelajari.
Dari situlah suasana belajar terasa berbeda. Orang tua tidak hanya mendengarkan, tetapi langsung mencoba memahami bahasa tubuh anak melalui sentuhan.
Daftar Isi
Sentuhan Pertama untuk Memberikan Rasa Nyaman
Pada masa awal kehidupan, bayi sedang beradaptasi dengan dunia yang baru. Dalam materi Newborn Basics, dijelaskan bahwa kebutuhan bayi baru lahir berkaitan dengan kenyamanan dan kehangatan. Bonding skin to skin juga menjadi bagian penting dalam membantu proses adaptasi tersebut.
Sentuhan menjadi salah satu cara orang tua membangun kedekatan sejak dini.
Dalam materi parenting class, pijat bayi diperkenalkan sebagai bentuk komunikasi melalui sentuhan. Pijatan dilakukan dengan lembut dan terarah untuk menghadirkan rasa nyaman dan hangat, membantu relaksasi, memberikan stimulasi, serta membangun kedekatan dan kelekatan antara orang tua dengan anak.
Karena itu, pijat bayi bukan sekadar aktivitas memijat tubuh anak. Ada interaksi yang terjadi di dalamnya.
Ketika tangan Ayah atau Bunda menyentuh tubuh si kecil, orang tua belajar memperhatikan respons anak. Apakah ia terlihat nyaman? Apakah tubuhnya rileks? Apakah ia justru memberikan tanda tidak nyaman?
Dengan begitu, pijat juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk semakin mengenal anaknya.
Kapan Bayi Membutuhkan Pijat?
Salah satu hal yang dipelajari dalam kegiatan ini adalah bagaimana orang tua dapat lebih peka terhadap kondisi dan respons anak.
Sebelum melakukan pijat, orang tua perlu memperhatikan kondisi bayi. Bukan hanya melihat usia atau waktu yang tersedia, tetapi juga membaca tatapan wajah, ekspresi, dan ciri fisik atau respons tubuh anak.
Materi yang dibawakan Ibu Diyah juga membahas beberapa kondisi yang menjadi perhatian, seperti ketika bayi rewel tanpa sebab yang jelas, mengalami kesulitan tidur, memiliki gangguan pencernaan atau menyusu, kolik dan kembung, hingga ketika bayi terlihat tidak aktif.
Hal ini mengajarkan satu hal penting kepada orang tua:
Mengenal anak tidak hanya melalui apa yang ia katakan, tetapi juga melalui bahasa tubuhnya.
Bayi memang belum dapat mengatakan, “Aku sedang tidak nyaman,” tetapi mereka dapat memberikan berbagai sinyal melalui ekspresi, tatapan, gerakan, maupun perubahan perilaku.
Kepekaan orang tua dalam membaca sinyal tersebut menjadi bagian penting dari proses pengasuhan.
Bukan Sekadar Pijat, tetapi Belajar Membaca Respons Anak
Salah satu bagian paling menarik dari Parenting Class kali ini adalah sesi praktik.
Setelah mendapatkan penjelasan mengenai teknik pijat, para orang tua langsung mempraktikkannya kepada anak masing-masing.
Suasana pun berubah menjadi lebih interaktif.
Tangan Ayah dan Bunda mulai mengikuti arahan narasumber. Sesekali perhatian beralih kepada wajah si kecil untuk melihat responsnya. Ada anak yang menikmati sentuhan dengan tenang, ada pula yang memberikan respons berbeda.
Di sinilah orang tua belajar bahwa sentuhan yang tepat membutuhkan kepekaan.
Pijat bayi tidak dilakukan dengan terburu-buru. Sentuhan diberikan secara lembut dan terarah, sambil memperhatikan kondisi serta respons anak.
Dalam materi yang diberikan, pijat bayi dikaitkan dengan berbagai manfaat, mulai dari membantu kualitas tidur bayi, membuat bayi lebih nyaman saat menyusu, memberikan stimulasi sejak dini, membantu orang tua memahami respons bayi, hingga mendukung agar bayi tidak mudah mengalami cedera melalui pemahaman terhadap tubuh dan responsnya.
Dengan demikian, praktik pijat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk belajar bersama anak, bukan sekadar menerapkan sebuah teknik.
Mengenal Teknik Pijat Bayi Sejak Usia Awal
Parenting Class ini juga mengenalkan teknik pijat untuk bayi pada usia awal.
Pada masa newborn, kebutuhan utama bayi adalah rasa aman, nyaman, dan hangat. Karena itu, sentuhan perlu dilakukan dengan penuh perhatian dan kehati-hatian.
Orang tua juga mendapatkan pengenalan mengenai beberapa area pijat, termasuk area dada, sebagai bagian dari teknik yang dipraktikkan dalam sesi parenting class.
Yang terpenting, orang tua tidak hanya mengetahui bagian tubuh mana yang dipijat, tetapi juga memahami bahwa teknik, tekanan, kondisi anak, serta respons anak perlu menjadi perhatian selama proses berlangsung.
Pijat bayi bukan pengganti pemeriksaan atau penanganan medis. Jika bayi menunjukkan keluhan kesehatan, tampak sangat tidak aktif, atau terdapat kondisi yang mengkhawatirkan, orang tua tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Mengapa Pijat Penting untuk Bayi dan Toddler?
Pertanyaan ini menjadi semakin menarik ketika kita melihat pijat bukan hanya sebagai aktivitas fisik.
Dalam materi Sentuhan Awal Kehidupan, pijat dikaitkan dengan beberapa aspek: rasa nyaman dan kehangatan, relaksasi dan ketenangan, stimulasi tumbuh kembang, serta kedekatan dan kelekatan.
Artinya, manfaat pijat dapat dilihat dari hubungan yang lebih luas antara tubuh, emosi, dan relasi orang tua dengan anak.
Bagi toddler, sentuhan dari Ayah dan Bunda juga dapat menjadi bagian dari momen berkualitas bersama. Setelah menjalani aktivitas sehari-hari yang penuh eksplorasi, pijat dapat menjadi waktu untuk memperlambat aktivitas, membangun kedekatan, dan memberikan perhatian penuh kepada anak.
Momen sederhana seperti ini dapat menjadi bagian dari perjalanan tumbuh kembang yang bermakna.
Dari Tangan Orang Tua, Tumbuh Rasa Aman
Parenting Class Baby Toddler di PAUD Islam Bintang Juara mengingatkan bahwa stimulasi anak tidak selalu harus hadir dalam bentuk aktivitas yang rumit.
Terkadang, sesuatu yang sederhana justru dapat menjadi sangat berarti. Seperti dua tangan Ayah dan Bunda yang memberikan sentuhan lembut.
Di balik pijatan tersebut, ada komunikasi. Ada perhatian. Ada kesempatan untuk mengenali respons anak. Ada kedekatan yang dibangun sedikit demi sedikit.
Dan mungkin, bagi seorang anak, sentuhan itu sedang mengatakan:
“Kamu aman. Kamu dicintai. Ayah dan Bunda hadir untukmu.”
Melalui kegiatan ini, orang tua tidak hanya membawa pulang pengetahuan mengenai teknik pijat bayi dan toddler. Mereka juga membawa sebuah cara baru untuk melihat anak: lebih peka terhadap sinyal tubuhnya, lebih memahami kebutuhannya, dan lebih hadir dalam setiap proses tumbuh kembangnya.
Sebab, tumbuh kembang hebat tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, ia dimulai dari sentuhan kecil yang diberikan dengan tepat, lembut, dan penuh cinta.*** (CM-MRT)




