“Tubuhku bersih dan sehat.”
Kalimat sederhana ini menjadi semakin bermakna ketika anak tidak hanya mendengarnya dari guru, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengalaminya secara langsung.
Pada pertengahan September 2026, anak-anak TK B dan TK A PAUD Islam Bintang Juara diajak keluar dari lingkungan sekolah untuk mengikuti Fieldtrip dengan tema “Tubuhku Bersih dan Sehat”.
Bukan sekadar berjalan-jalan. Bukan pula sekadar berganti suasana belajar. Kali ini, kakak shalih-shalihah diajak mengenal lingkungan olahraga sekaligus bergerak aktif di Stadion Jatidiri, Semarang.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua hari. TK B mengikuti fieldtrip pada Kamis, 17 September 2026, sedangkan TK A pada Jumat, 18 September 2026.
Dari lingkungan stadion, aktivitas fisik, hingga permainan gerak, kakak mendapatkan pengalaman bahwa menjaga kesehatan tubuh dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
Daftar Isi
- 1 Mengawali Fieldtrip TK dengan Mengenal Lingkungan Stadion Jatidiri
- 2 Saat Tubuh Diajak Bergerak Melalui Fieldtrip TK
- 3 Fieldtrip yang Menguatkan Motorik Kasar
- 4 Belajar Sehat Tidak Hanya tentang Makanan
- 5 Dari Stadion Jatidiri, Anak Belajar Satu Hal Penting
- 6 Fieldtrip Bukan Sekadar Pergi ke Tempat Baru
- 7 Tubuhku Bersih, Tubuhku Sehat, Aku Siap Tumbuh
Mengawali Fieldtrip TK dengan Mengenal Lingkungan Stadion Jatidiri
Begitu tiba di Stadion Jatidiri, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda.
Jika biasanya mereka mengenal konsep “olahraga” melalui cerita, gambar, atau kegiatan di lingkungan sekolah, kali ini mereka dapat melihat langsung salah satu lingkungan yang memang digunakan untuk aktivitas olahraga.
Anak diajak mengenal lingkungan Stadion Jatidiri dan memperhatikan ruang yang lebih luas untuk bergerak.
Di sinilah fieldtrip menjadi pengalaman belajar kontekstual. Kakak tidak hanya mengetahui bahwa olahraga itu penting. Mereka melihat tempat orang berolahraga. Merasakan luasnya ruang untuk bergerak. Mengamati lingkungan sekitar.
Dan yang tidak kalah penting, mereka mendapatkan kesempatan untuk menggunakan tubuhnya secara aktif.
Lingkungan luar seperti ini juga memberi kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi ruang secara lebih luas dan melakukan aktivitas fisik. WHO menempatkan kesempatan bergerak dan bermain aktif sebagai bagian penting dari lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Saat Tubuh Diajak Bergerak Melalui Fieldtrip TK
Setelah mengenal lingkungan sekitar, kegiatan berlanjut dengan aktivitas fisik. Anak-anak melakukan berbagai gerakan, termasuk lari dan senam.
Bayangkan suasananya. Anak-anak bergerak bersama. Mengikuti gerakan. Berlari dengan penuh semangat. Tertawa bersama teman. Dan menikmati aktivitas fisik tanpa merasa sedang menjalani “pelajaran”.
Padahal, di balik kegiatan sederhana tersebut, ada banyak kemampuan yang sedang dilatih.

Lari: Melatih Tubuh untuk Bergerak dan Mengontrol Gerakan
Berlari merupakan salah satu aktivitas motorik kasar yang dekat dengan keseharian anak.
Saat berlari, anak menggunakan berbagai bagian tubuh secara terkoordinasi. Mereka belajar mengatur gerakan kaki dan tangan, menjaga keseimbangan, mengontrol arah, serta menyesuaikan gerakan dengan lingkungan sekitar.
Aktivitas fisik seperti berlari juga memberikan kesempatan bagi anak untuk membangun kemampuan gerak dan kebugaran.
WHO menjelaskan bahwa aktivitas fisik pada anak usia dini dapat mendukung perkembangan motorik dan kognitif, sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan anak.
Jadi, ketika anak berlari dengan gembira di area stadion, sebenarnya ada banyak proses perkembangan yang sedang berlangsung.
Senam: Bergerak Bersama, Belajar Mengikuti Gerakan
Selain berlari, anak-anak juga melakukan senam. Senam bukan hanya tentang menggerakkan tubuh mengikuti musik.
Bagi anak usia dini, aktivitas gerak bersama dapat menjadi kesempatan untuk melatih koordinasi tubuh, mengikuti contoh gerakan, memperhatikan instruksi, serta membangun pengalaman positif terhadap aktivitas fisik.
Anak belajar:
- “Gerakannya seperti ini.”
- “Sekarang mengikuti Miss.”
- “Sekarang bergerak bersama teman.”
Ada kemampuan motorik. Ada latihan fokus. Ada koordinasi. Ada interaksi sosial. Dan semuanya berlangsung dalam suasana yang menyenangkan.
Aktivitas fisik pada anak usia dini memang tidak harus selalu berbentuk olahraga formal. WHO juga menekankan bahwa aktivitas fisik anak dapat hadir melalui bermain aktif, bergerak, berjalan, maupun kegiatan fisik lainnya.
Fieldtrip yang Menguatkan Motorik Kasar
Salah satu manfaat penting dari kegiatan Fieldtrip “Tubuhku Bersih dan Sehat” adalah memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan motorik kasar.
Motorik kasar berkaitan dengan penggunaan kelompok otot besar dan kemampuan anak mengontrol gerakan tubuh.
Melalui aktivitas seperti berlari dan senam, anak mendapatkan kesempatan untuk melatih:
- keseimbangan,
- koordinasi tubuh,
- kekuatan,
- kelincahan,
- kontrol gerakan,
- orientasi terhadap ruang,
- serta kepercayaan diri dalam bergerak.
Kemampuan-kemampuan tersebut merupakan bagian penting dari pengalaman tumbuh kembang anak.
Bahkan, aktivitas fisik pada usia dini dapat membantu perkembangan kemampuan motorik, koordinasi, keseimbangan, serta interaksi sosial.
Karena itu, memberikan anak kesempatan untuk bergerak bukan berarti “mengurangi waktu belajar”. Bergerak juga merupakan bagian dari belajar.

Belajar Sehat Tidak Hanya tentang Makanan
Ketika mendengar tema “Tubuhku Bersih dan Sehat”, mungkin yang langsung terbayang adalah mencuci tangan, mandi, menggosok gigi, atau memilih makanan sehat.
Semua itu memang penting. Namun, tubuh yang sehat juga perlu bergerak aktif.
Anak membutuhkan kesempatan untuk menggunakan tubuhnya, bermain, mengeksplorasi lingkungan, dan melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
WHO merekomendasikan agar anak usia dini mendapatkan aktivitas fisik yang cukup sepanjang hari melalui berbagai bentuk aktivitas, baik terstruktur maupun bermain aktif. Untuk anak usia 3–4 tahun, WHO merekomendasikan setidaknya 180 menit aktivitas fisik dalam sehari yang tersebar sepanjang hari, termasuk aktivitas dengan intensitas sedang hingga berat.
Artinya, aktivitas fisik tidak harus dilakukan dalam satu sesi panjang.
- Berjalan.
- Bermain.
- Menari.
- Berlari.
- Beraktivitas di luar ruangan.
Semua dapat menjadi bagian dari keseharian anak.
Dari Stadion Jatidiri, Anak Belajar Satu Hal Penting
Ada satu pesan sederhana yang ingin dibawa pulang dari kegiatan ini:
- Menjaga tubuh tetap sehat bisa terasa menyenangkan.
- Anak tidak harus memahami teori kesehatan yang panjang.
- Mereka bisa mulai dari pengalaman.
- Tubuh terasa lebih aktif setelah bergerak.
- Hati terasa senang ketika bermain bersama teman.
- Tubuh belajar berkoordinasi ketika berlari.
- Anak belajar mengikuti gerakan saat senam.
- Dan lingkungan baru memberikan kesempatan untuk mengenal dunia di luar ruang kelas.
Inilah salah satu kekuatan pembelajaran anak usia dini: pengalaman langsung dapat membuat konsep yang sederhana menjadi lebih bermakna.
Fieldtrip Bukan Sekadar Pergi ke Tempat Baru
Pada akhirnya, perjalanan ke Stadion Jatidiri bukan hanya tentang berpindah tempat dari sekolah menuju stadion.
Ada proses belajar yang berlangsung sepanjang kegiatan:
- Anak mengenal lingkungan baru.
- Anak bergerak aktif.
- Anak mengikuti kegiatan bersama.
- Anak belajar memperhatikan arahan.
- Anak berinteraksi dengan teman.
Dan anak mendapatkan pengalaman bahwa menjaga kesehatan tubuh dapat dilakukan melalui aktivitas yang menyenangkan.
Fieldtrip menjadi ruang bagi anak untuk belajar melalui pengalaman nyata, gerak, dan eksplorasi.
Sebab bagi anak usia dini, dunia adalah ruang belajar yang luas. Kadang mereka belajar dari buku. Kadang dari sentra. Kadang dari percakapan bersama guru.
Dan pada hari itu, mereka belajar dari lapangan Stadion Jatidiri.
Tubuhku Bersih, Tubuhku Sehat, Aku Siap Tumbuh
Kegiatan Fieldtrip TK B dan TK A PAUD Islam Bintang Juara ke Stadion Jatidiri menjadi bagian dari pembelajaran dengan tema “Tubuhku Bersih dan Sehat”.
Melalui kegiatan mengenal lingkungan stadion, berlari, senam, dan aktivitas gerak lainnya, anak mendapatkan pengalaman untuk mengenal tubuh sekaligus membangun kebiasaan aktif.
Harapannya, pengalaman tersebut tidak berhenti ketika fieldtrip selesai. Tetapi terus berlanjut di rumah.
Dengan bermain aktif bersama keluarga. Berjalan bersama. Bersepeda. Senam irama. Bermain bola. Atau sekadar mengajak anak bergerak dan menikmati waktu di luar ruangan.
Karena membangun kebiasaan hidup sehat tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Bisa dimulai dari satu langkah kecil: mengajak anak bergerak. 🌱
Dan dari langkah-langkah kecil itulah, anak-anak Bintang Juara terus belajar menjadi pribadi yang sehat, aktif, percaya diri, dan siap bertumbuh.
Tubuhku bersih. Diriku sehat. Aku siap tumbuh menjadi Anak Bintang Juara! ⭐
Sumber:
- World Health Organization (WHO), Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age.
- World Health Organization (WHO), To grow up healthy, children need to sit less and play more.




