Search

Belajar Seru di Perpustakaan Ar Rumi: Petualangan Ilmu Kakak PAUD!

belajar seru di perpustakaan ar rumi

Pada Senin hingga Rabu, 8–10 Desember 2025, kakak shalih-shalihah dari KB, TK A, dan TK B PAUD Islam Bintang Juara mengikuti kegiatan spesial yang penuh warna: “Belajar Seru di Perpustakaan Ar Rumi” di SD Islam Bintang Juara. Kegiatan ini dilakukan secara bergiliran—Senin untuk kakak KB, Selasa untuk kakak TK A, dan Rabu untuk kakak TK B—agar setiap kelompok belajar bisa menikmati pengalaman secara maksimal dan lebih fokus.

Sejak pagi, suasana sekolah terasa berbeda. Kakak-kakak tampak bersemangat berjalan bersama Miss menuju bangunan Perpustakaan Ar Rumi. Begitu tiba di depan pintu perpustakaan, mereka disambut dengan hangat oleh Pak Dodi, pustakawan yang selalu ramah dan penuh semangat menyapa anak-anak kecil.

Selamat datang di Perpustakaan Ar Rumi!” sambut beliau sambil tersenyum.

Kata-kata sederhana itu langsung membuat kakak merasa diterima dan siap memulai petualangan literasi yang menyenangkan.

Membuka Jendela Dunia Lewat Sejarah Bait al-Hikmah

Dengan bantuan Interactive Flat Panel (IFP), Pak Dodi memulai sesi pembelajaran dengan memperkenalkan kakak pada salah satu tonggak sejarah penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan: Bait al-Hikmah, perpustakaan umum pertama di dunia yang berdiri pada masa Khalifah Harun al-Rasyid sekitar abad ke-8 M di Baghdad.

Di layar besar, tampil gambar perpustakaan megah tempat para ilmuwan dahulu berkumpul, menyalin manuskrip, dan berdiskusi tentang ilmu pengetahuan. Kakak shalih-shalihah tampak terpukau.

Perpustakaan ini adalah tempat orang-orang mencari ilmu,” jelas Pak Dodi.
“Kalau dulu orang belajar dari gulungan-gulungan dan manuskrip, sekarang kita bisa membaca dari buku-buku yang rapi di rak.”

Kata-kata itu seolah menghubungkan masa lalu dengan masa kini, membuat kakak memahami bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat buku, tetapi rumah bagi ilmu pengetahuan sepanjang zaman.

Belajar Dewey Decimal Classification dengan Cara Menarik

Setelah mengenal sejarah perpustakaan pertama, kakak diajak memahami bagaimana sebuah perpustakaan modern menata buku. Dengan gaya bercerita yang sederhana, Pak Dodi memperkenalkan Dewey Decimal Classification (DDC)—sistem penomoran yang membagi pengetahuan menjadi 10 kelas utama, mulai dari 000 (Karya Umum) hingga 900 (Sejarah).

Dengan ilustrasi lucu di layar IFP, kakak belajar:

  • Buku tentang hewan masuk ke 500,
  • Buku tentang cerita fiksi masuk 800-an,
  • Buku tentang sejarah nabi atau negara masuk kelompok 900, dan seterusnya.

Kakak tertawa saat melihat contoh rak buku dengan nomor-nomor warna-warni. “Oh, jadi ini supaya gampang nyari bukunya ya, Pak!” celetuk salah satu kakak TK A.

Benar sekali. Penjelasan ringan itu membuat anak-anak memahami tujuan sistem penataan perpustakaan: agar rapi, mudah dicari, dan membantu siapa pun menemukan informasi dengan cepat dan efisien.

Belajar Adab di Perpustakaan: Pelajaran Berharga Seumur Hidup

Setelah memahami bagaimana perpustakaan bekerja, kakak shalih-shalihah diajak mengenal adab-adab penting saat berada di perpustakaan. Pak Dodi mengajarkan dengan cara yang ramah dan mudah dimengerti:

  • Tidak berlari-lari di dalam perpustakaan
  • Tidak berbicara terlalu keras
  • Menjaga buku dengan baik dan tidak merobek halaman
  • Mengembalikan buku ke tempat semula atau menyerahkannya ke pustakawan
  • Duduk rapi saat membaca
  • Tidak makan dan minum di area perpustakaan

Dengan contoh-contoh sederhana, kakak belajar bahwa menjaga ketenangan bukan hanya aturan, melainkan bentuk menghormati orang lain yang sedang membaca atau belajar.

Saat yang Ditunggu: Menjelajahi Koleksi Buku Perpustakaan Ar Rumi

Setelah belajar teori, tiba waktunya praktik! Kakak dipersilakan memilih buku dari rak-rak yang tertata rapi. Ada yang langsung mengambil buku hewan, ada yang memilih buku bergambar tentang transportasi, ada pula yang tertarik dengan buku kisah islami.

Suasana perpustakaan berubah menjadi hangat. Anak-anak duduk di karpet, meresapi gambar demi gambar, atau membaca bersama Miss. Mereka mencoba mempraktikkan adab membaca yang baru saja dipelajari.

Ada kakak KB yang berbisik, “Miss, gambarnya lucu…
Ada kakak TK B yang membaca pelan-pelan sambil menunjuk huruf.
Semua menikmati momen itu dengan penuh rasa ingin tahu.

Penutup: Langkah Kecil Menuju Gemar Membaca

Kegiatan ini bukan hanya kunjungan biasa. Ini adalah proses awal menanamkan kecintaan terhadap ilmu dan adab literasi sejak dini. Dari sejarah Bait al-Hikmah hingga mengenal DDC, dari belajar sopan santun hingga menikmati buku secara mandiri, kakak shalih-shalihah telah membuka pintu kecil menuju dunia pengetahuan yang luas.

Semoga kegiatan di Perpustakaan Ar Rumi ini menjadi awal yang baik bagi tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beradab dalam menuntut ilmu.*** (CM-MRT)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*