Search

Hangatnya Cooking Class Belajar Membuat Wedang Ronde di PAUD Islam Bintang Juara

cooking class belajar membuat wedang ronde

Udara pagi Jumat, 3 Oktober 2025, terasa begitu hangat — bukan hanya karena uap air jahe yang mengepul dari dapur kecil di pojok sekolah, tapi juga karena tawa riang anak-anak PAUD Islam Bintang Juara yang sedang mengikuti Cooking Class Wedang Ronde.

Aroma jahe yang khas langsung menyambut begitu kegiatan dimulai. “Hmm, wangi banget, Miss!” seru salah satu kakak shalihah sambil menutup hidung pura-pura kepedasan. Para guru pun tersenyum, menikmati suasana penuh semangat itu.

Mengenal Wedang Ronde, Minuman Tradisional yang Menghangatkan Hati

Sebelum mulai membuat, guru bercerita tentang asal-usul wedang ronde — minuman hangat dari Jawa yang biasa dinikmati saat udara dingin. Guru menjelaskan bahwa ronde terbuat dari tepung ketan yang dibulatkan, lalu direbus dan disajikan dengan kuah jahe, kacang tanah, kolang-kaling, dan pudding manis.

Wedang ronde itu bukan cuma enak, tapi juga menyehatkan. Jahe bisa menghangatkan tubuh dan membuat kita tidak mudah sakit,” ujar guru sambil menunjukkan bahan-bahannya.

Kakak shalih-shalihah pun mendengarkan dengan mata berbinar, tak sabar untuk segera mencoba membuat ronde versi mereka sendiri.

Membentuk Bulatan Ronde: Melatih Motorik Halus dan Kesabaran

Setiap anak diberi adonan tepung ketan putih yang lembut. Dengan tangan mungil mereka, kakak shalih-shalihah mulai membulatkan adonan ronde satu per satu. Ada yang bulat sempurna, ada yang sedikit lonjong — semua hasil karya mereka sendiri!

Aku bikin yang kecil aja, Miss!
Aku mau bikin dua aja ya, Miss!”

Suasana kelas dipenuhi canda tawa, tapi juga keseriusan. Kakak shalih-shalihah belajar mengontrol tekanan tangan, melatih motorik halus, dan mengenal tekstur bahan makanan.

Menyiapkan Topping: Kreativitas dalam Setiap Potongan

Setelah selesai membentuk bulatan ronde, kakak shalih-shalihah berpindah ke aktivitas berikutnya. Kali ini, mereka memotong kecil-kecil topping seperti pudding, kacang tanah, dan kolang-kaling dengan alat plastik aman untuk anak.

Mereka belajar mengenal bentuk, warna, dan tekstur sambil menata hasil potongan di piring kecil. “Warna merah dari pudding cantik banget ya, Miss!” ujar salah satu anak dengan berbinar.

Kegiatan sederhana ini melatih koordinasi tangan-mata, ketelitian, dan rasa bangga terhadap hasil kerja sendiri.

Belajar Keberanian: Merebus Ronde di Air Panas

Nah, bagian ini jadi momen paling menegangkan sekaligus mengesankan. Khusus untuk kakak-kakak TK B, mereka diberi kesempatan memasukkan bulatan ronde ke dalam air panas yang sudah disiapkan guru.

Sebelum mulai, guru memberikan pijakan, “Pelan-pelan ya, jangan terlalu jauh memasukkan bulatannya, dan tidak perlu dilempar, nanti airnya bisa terciprat.”

Kakak shalih-shalihah mengikuti dengan hati-hati, belajar mengontrol gerakan dan berani menghadapi rasa takut. Ketika ronde mulai mengapung di permukaan air, mereka bersorak, “Yaaay! Rondenya matang!”

Di balik keseruannya, kegiatan ini mengajarkan keberanian, tanggung jawab, dan ketelitian — nilai-nilai penting yang bisa diterapkan di luar dapur juga.

Hasil Karya Dibawa Pulang: Wedang Ronde Buatan Kakak Shalih-Shalihah

Setelah ronde matang, para guru membantu memasukkan ronde ke dalam kuah jahe hangat, lengkap dengan topping yang sudah dipotong anak-anak. Aroma jahe dan gula merah memenuhi ruangan, membuat semua yang hadir ingin segera mencicipi.

Setiap anak mendapat satu wadah berisi wedang ronde buatan mereka sendiri untuk dibawa pulang. Mereka tampak bangga memegang hasil karyanya, sambil berkata, “Ini aku yang buat, Miss!

Belajar Nilai Hidup dari Wedang Ronde

Dari kegiatan cooking class sederhana ini, kakak shalih-shalihah belajar banyak hal yang melampaui dapur:

  • Kemandirian – melakukan tahapan memasak dengan arahan guru.
  • Keberanian – berani mencoba hal baru, termasuk menghadapi air panas.
  • Kerjasama – berbagi alat dan bahan dengan teman.
  • Kreativitas & Motorik Halus – membentuk dan menghias ronde dengan tangannya sendiri.
  • Rasa Syukur – menghargai makanan yang dibuat dan nikmat yang diberikan Allah.

Penutup

Kegiatan Cooking Class Wedang Ronde di PAUD Islam Bintang Juara bukan hanya tentang memasak, tapi tentang membangun karakter — keberanian, kesabaran, dan rasa syukur.

Lewat pengalaman langsung, kakak shalih-shalihah belajar bahwa setiap makanan memiliki cerita, setiap proses punya makna, dan setiap hasil kerja patut dibanggakan. Nah, ayah Bunda, sudahkah mencicipi wedang ronde buatan kakak shalih-shalihah hari ini?***(CM-MRT)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*