MasyaAllah Ramadan tidak membuat semangat kakak shalih-shalihah surut lo, Ayah Bunda. Mereka tetap beraktivitas dengan ceria di setiap kegiatan. Nah, di bulan Ramadan ini, para guru PAUD Islam Bintang Juara juga sudah menyiapkan beragam aktivitas seru.
Salah satunya di Sentra Bahan Alam nih. Ada beberapa densitas baru yang disesuaikan dengan tema bahasan mengenai Ramadan. MinBin sempat mengintip ada tiga densitas yang berhubungan dengan kegiatan membuat takjil.
Ayah Bunda penasaran nggak nih, MinBin sih penasaran banget. Memangnya dari kegiatan membuat takjil, kakak shalih-shalihah bisa belajar apa saja ya? Yuk cari tahu lebih lanjut dengan membaca artikel ini hingga tuntas ya!
Daftar Isi
3 Densitas Kegiatan Membuat Takjil yang Inspiratif di Sentra Bahan Alam
Bagi Ayah Bunda yang perlu mengenal lebih lanjut tentang Sentra Bahan Alam, MinBin sudah pernah menuliskan artikelnya:
Sentra Bahan Alam: Belajar dengan Cara yang Paling Dekat dengan Kehidupan Anak
Silakan bisa dibaca dulu yaa, sebelum kita lanjut mengenal tiga densitas baru di Sentra Bahan Alam yang khusus dihadirkan untuk menyemarakkan bulan Ramadan.

1. Densitas Membuat Cilok
Pada densitas ini, untuk jenjang KB adonan cilok sudah disiapkan oleh guru. Tugas kakak adalah membuat adonan tersebut menjadi bulatan-bulatan kecil. Di sini kakak berlatih motorik halus dengan cara memutar-mutar adonan menggunakan telapak tangan.
Terlihat mudah ya untuk orang dewasa, Ayah Bunda? Ternyata buat kakak shalih-shalihah, kegiatan ini cukup menantang lo. Terutama yang masih memiliki PR pada sensori motorik.
Beda lagi ketika kakak TK yang mendapat giliran berkegiatan di densitas ini. Tantangannya meningkat, Ayah Bunda! Kakak tidak hanya membuat bulatan dari adonan yang sudah jadi. Namun kakak membuat adonan dari awal; dari mencampur tepung terigu, tepung tapioka, air hangat dan daun bawang. MasyaAllah..
Selain menguatkan motorik halus, melalui kegiatan ini, kakak shalih-shalihah juga belajar untuk mengenal tekstur dan aroma. Guru memberikan pemantik, “Apakah adonannya beraroma, kak?” Kakak akan menghidu, dan menjawab sesuai dengan aroma yang dia kenali. “Tidak ada aromanya, Miss.” Ada juga kakak yang menjawab, “Baunya seperti tepung.”
Semua ide dan jawaban kakak diterima oleh guru. Jika jawabannya kurang tepat, guru akan memberikan pemantik lanjutan.
Terkait tekstur juga sama, kakak diminta merasakan bagaimana adonannya, hingga mereka bisa mengetahui ternyata adonan cilok memiliki tekstur yang halus dan lembut.
Kakak TK juga belajar menakar melalui kegiatan membuat adonan cilok. Jumlah tepung terigu, tapioka dan airnya harus tepat untuk mendapat adonan yang sesuai.
Selanjutnya, setelah kakak merasa sudah membuat cilok dalam jumlah yang cukup, guru akan meminta mereka untuk menghitung berapa cilok yang berhasil dibuatnya. Tak hanya itu, kakak juga diminta membandingkan dengan teman-temannya, siapakah yang memiliki jumlah cilok lebih banyak atau sedikit.
Secara nggak langsung, kakak sudah belajar numerasi melalui kegiatan sederhana ini kan, Ayah Bunda? Seru ya?
Oya, ciloknya dibawa pulang ke rumah lo. Apakah Ayah Bunda ada yang sudah menerima cilok buatan kakak? Pastikan direbus dulu sebelum dikonsumsi ya, Ayah Bunda.
2. Densitas Membuat Takjil
Densitas yang satu ini juga tak kalah seru. Guru sudah menyediakan buah-buahan dan agar-agar. Tugas kakak shalih-shalihah adalah membersihkan buah dari kulitnya, lalu memotong menjadi kotak-kotak kecil. Begitu juga dengan agar-agarnya, kakak belajar memotong-motongnya menjadi ukuran yang lebih kecil.
Setelah itu, potongan buah dan agar-agarnya dimasukkan ke dalam gelas plastik yang sudah disediakan. Kemudian ditambahkan air sirup. MasyaAllah segarnya…
Melalui kegiatan ini, kakak belajar menguatkan jari-jari tangan dan koordinasi tangan-mata melalui aktivitas memotong. Kakak juga belajar numerasi saat menuangkan sirup ke dalam gelas agar jumlahnya cukup, tidak terlalu penuh, juga tidak terlalu kurang.
3. Densitas Membuat Infused Water
Selanjutnya, densitas seru di Sentra Bahan Alam yang hadir khusus di bulan Ramadan adalah membuat Infused water.
Sudah ada sewadah kurma dan air seteko yang bisa digunakan oleh kakak shalih-shalihah. Apa ya yang harus mereka lakukan?
Betul sekali, Ayah Bunda! Kakak shalih-shalihah diminta untuk memotong kurma menjadi lebih kecil, hingga cukup dimasukkan ke dalam botol. Setelah kurmanya cukup, saatnya menambahkan air di dalam botolnya.
Selain melatih motorik halus, kakak juga belajar mengetahui dan mengukur setengah botol dengan tepat.
Seru sekali bukan tiga densitas baru di Sentra Bahan Alam ini? MinBin saja rasanya ingin ikut bermain, hehe.
MasyaAllah ternyata dari densitas membuat takjil di Sentra Bahan Alam ada banyak manfaatnya kan, Ayah Bunda? Jadi, mau coba praktikkan di rumah bersama kakak shalih-shalihah?*** (CM-MRT)




