Jumat, 7 November 2025 menjadi hari yang terasa begitu hangat di PAUD Islam Bintang Juara. Udara pagi masih lembut ketika kakak shalih-shalihah dari KB hingga TK B datang dengan senyum lebar. Mereka tahu hari itu bukan hari biasa—bukan hari dengan guru seperti biasanya.
Hari itu adalah Kelas Inspirasi – BBOT (Belajar Bersama Orang Tua), program yang selalu menjadi favorit karena Ayah dan Bunda datang menjadi guru tamu, berbagi pengalaman, dan mengajak anak-anak berkegiatan. Tema hari itu adalah “Lingkungan di Sekitarku: Keluargaku Tersayang”, sebuah topik yang dekat di hati anak-anak.
Di setiap kelas, suasana langsung berubah hangat. Anak-anak seperti belajar di rumah sendiri—aman, nyaman, dan penuh cinta dari keluarga yang ikut terlibat.
Daftar Isi
- 1 TK A: Bernyanyi, Bercerita, dan Membuat Sop Buah Bersama Ayah Hendra
- 2 TK B: Belajar Kreasi Makanan Bersama Bunda Wahyu – Membuat Jasuke Lezat!
- 3 KB: Menghias Donat Bersama Bunda Eka – Kreativitas Tanpa Batas
- 4 Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua: Sinergi yang Menguatkan
- 5 Penutup: Belajar Jadi Lebih Bermakna Saat Dilakukan Bersama
TK A: Bernyanyi, Bercerita, dan Membuat Sop Buah Bersama Ayah Hendra
Di kelas TK A Kelompok Al Aziz, Ayah Hendra Febriyanto—orang tua dari Kak Aka—datang dengan energi yang luar biasa. Suaranya yang ramah langsung menyapa anak-anak, membuat mereka antusias sejak awal.
Kegiatan dimulai dengan bernyanyi bersama. Irama sederhana yang mengajak anak-anak mengenal keluarga dan lingkungan terdekat membuat suasana cair. Ada yang bertepuk tangan lebih cepat, ada yang ikut berjoget kecil—semuanya menikmati.
Setelah itu barulah masuk ke kegiatan inti: membuat sop buah segar.
Ayah Hendra dengan sabar menunjukkan cara memotong buah kecil-kecil, mengenalkan warna, tekstur, dan rasa.
Anak-anak pun mencoba satu per satu:
- Ada yang memotong apel dengan hati-hati.
- Ada yang mencicipi semangka sambil bilang, “Maniiiss banget!”
- Ada yang sibuk mengaduk karena tidak sabar ingin melihat hasil akhirnya.
Kegiatan sederhana ini bukan hanya melatih motorik halus anak, tetapi juga menguatkan konsep family bonding, bahwa belajar itu menyenangkan ketika dilakukan bersama orang-orang terdekat.
TK B: Belajar Kreasi Makanan Bersama Bunda Wahyu – Membuat Jasuke Lezat!
Di kelas TK B suasana tak kalah seru. Bunda Wahyu Winasih—orang tua dari Kak Prinsa Al Kholiq—datang membawa bahan-bahan untuk membuat Jasuke (Jagung Susu Keju).
Begitu bahan-bahan dibuka, anak-anak langsung berkomentar:
“Wah, wanginya!”
“Aku mau parut kejunya!”
Bunda Wahyu mengawali kegiatan dengan bercerita tentang makanan sehat dan asal-usul jagung. Lalu tibalah saat yang dinanti: meracik jasuke.
Anak-anak belajar:
- Mencampurkan jagung yang sudah direbus
- Menuangkan susu dengan takaran yang tepat
- Memarut keju di atasnya
- Mencicipi makanan yang mereka buat sendiri
Kegiatan ini bukan hanya pengenalan makanan sehat, tetapi juga mengasah kemandirian, koordinasi mata-tangan, dan kemampuan mengikuti instruksi.
Dan tentu saja, kegiatan ditutup dengan senyum puas ketika mangkuk jasuke habis tanpa sisa.
KB: Menghias Donat Bersama Bunda Eka – Kreativitas Tanpa Batas
Di kelas KB Al Quddus, Bunda Eka C. Resetian—orang tua dari Kak Shanum—menghadirkan kegiatan yang sangat digemari anak-anak: menghias donat!
Begitu donat warna cokelat dan topping warna-warni dikeluarkan, mata anak-anak langsung berbinar.
Mereka diajak mengenal bentuk, rasa, dan tekstur sambil menghias donat sesuai kreativitas masing-masing. Ada yang:
- Mengoleskan krim warna pink berbentuk hati
- Menaburkan sprinkle hingga penuh
- Menggambar garis-garis lucu menggunakan cokelat cair
Tak hanya seru, kegiatan ini menstimulasi sensorik, kreativitas, motorik halus, serta kepercayaan diri anak ketika mereka melihat hasil karyanya sendiri.
Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua: Sinergi yang Menguatkan
Kegiatan Kelas Inspirasi seperti ini selalu memberikan pesan yang kuat:
Orang tua adalah pendidik pertama, sekolah adalah pendampingnya.
Ketika keduanya bersinergi, tumbuhlah lingkungan belajar yang hangat, positif, dan penuh makna.
Melalui kegiatan memasak sederhana, bernyanyi, menghias, dan berbagi cerita, anak belajar banyak hal:
- mengenal lingkungan dan keluarga,
- melatih kemampuan sosial,
- mengembangkan koordinasi motorik,
- mengekspresikan diri,
- memahami proses membuat sesuatu dari awal,
- serta menguatkan hubungan emosional dengan orang tua.
Setiap kelas memiliki cerita unik, tetapi semuanya memancarkan pesan yang sama:
Anak tumbuh bahagia ketika keluarga hadir dalam proses belajarnya.
Penutup: Belajar Jadi Lebih Bermakna Saat Dilakukan Bersama
Kelas Inspirasi pada 7 November 2025 ini menjadi bukti bahwa kegiatan sederhana bisa menjadi pengalaman besar bagi anak-anak.
Ada tawa, ada rasa ingin tahu, ada proses mencoba dan belajar, dan ada momen penuh cinta yang kelak akan dikenang.
Semoga kegiatan seperti ini terus berlangsung dan semakin menguatkan sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membimbing anak-anak menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan penuh kasih.*** (CM-MRT)




