“Anak belajar bukan hanya dari apa yang didengar, tetapi terutama dari apa yang dilihat.”
Kalimat sederhana itu terasa begitu hidup dalam kegiatan Kombel Telaga Ilmu PAUD Islam Bintang Juara yang dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026. Pagi itu, ruang belajar yang biasanya dipenuhi gelak tawa kakak shalih-shalihah berubah menjadi ruang refleksi bagi para guru. Mereka duduk bersama, membawa buku catatan, membuka hati, dan bersiap kembali belajar.
Narasumber pada kesempatan kali ini adalah Pak Arif Wibowo, S.H.I., S.H., M.H, Guru Pendidikan Agama Islam SD Islam Bintang Juara, yang membawakan materi bertema “Tata Cara Wudhu Sesuai Syariat.”
Mengapa materi ini penting untuk guru PAUD?
Karena sebelum mendidik anak, seorang guru terlebih dahulu harus mendidik dirinya sendiri. Sebelum mengajak anak mencintai ibadah, guru harus memastikan bahwa ibadah yang ia lakukan telah sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ. Keteladanan selalu menjadi media belajar yang paling kuat bagi anak usia dini.
Daftar Isi
- 1 Guru Adalah Teladan Pertama di Sekolah
- 2 Kombel Telaga Ilmu: Mengulang Kembali Ilmu yang Menjadi Dasar Ibadah
- 3 Belajar Agar Mampu Membimbing Anak dengan Benar
- 4 Keteladanan Lebih Kuat daripada Seribu Nasihat
- 5 Kombel Telaga Ilmu: Budaya Belajar yang Terus Bertumbuh
- 6 Mendidik Diri, Ikhtiar Menjadi Guru yang Lebih Baik
Guru Adalah Teladan Pertama di Sekolah
Di PAUD Islam Bintang Juara, pendidikan adab tidak hanya diajarkan melalui cerita atau nasihat. Anak-anak menyaksikannya setiap hari melalui perilaku para Miss.
Mereka melihat bagaimana guru mengucapkan salam, berdoa sebelum memulai kegiatan, berbicara dengan lembut, membantu teman, hingga berwudhu sebelum melaksanakan salat.
Oleh sebab itu, kualitas keteladanan guru menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.
Melalui Kombel Telaga Ilmu, para guru kembali diingatkan bahwa memperbaiki diri merupakan perjalanan yang tidak pernah berhenti. Belajar bukan hanya kewajiban murid, melainkan juga budaya yang harus terus hidup dalam diri setiap pendidik.
Kombel Telaga Ilmu: Mengulang Kembali Ilmu yang Menjadi Dasar Ibadah
Dalam pemaparannya, Pak Arif mengajak para guru mengulas kembali makna wudhu sebagai salah satu syarat sah salat.
Wudhu bukan sekadar membasuh anggota tubuh dengan air, melainkan ibadah yang memiliki tata cara, rukun, sunnah, serta adab yang telah diajarkan Rasulullah ﷺ.
Materi diawali dengan mengingatkan pentingnya niat, kemudian membahas urutan anggota tubuh yang harus dibasuh, mulai dari membasuh wajah, kedua tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala, mengusap telinga, hingga membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
Tidak hanya membahas urutannya, Pak Arif juga menjelaskan beberapa hal yang sering luput dari perhatian, seperti memastikan air mengenai seluruh bagian anggota wudhu, tidak berlebihan dalam menggunakan air, serta menjaga tertib sesuai urutan yang telah ditetapkan syariat.
Suasana diskusi berlangsung hangat. Para guru aktif bertanya mengenai berbagai kondisi yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari sehingga materi tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam praktik.
Belajar Agar Mampu Membimbing Anak dengan Benar
Mengajarkan wudhu kepada anak usia dini tentu berbeda dengan mengajarkannya kepada orang dewasa. Anak belajar melalui pengulangan, pengamatan, dan pengalaman langsung. Karena itu, guru harus benar-benar memahami setiap tahap agar mampu memberikan contoh yang tepat.
Saat guru memperagakan gerakan wudhu secara benar, anak akan lebih mudah menirunya. Ketika guru menjelaskan dengan bahasa sederhana sambil mempraktikkan setiap gerakan, anak akan menyerapnya sebagai pengalaman yang menyenangkan.
Pembelajaran semacam inilah yang menjadi ciri khas pendidikan di PAUD Islam Bintang Juara. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna melalui keteladanan.

Keteladanan Lebih Kuat daripada Seribu Nasihat
Usia dini dikenal sebagai golden age, masa ketika anak memiliki kemampuan meniru yang sangat tinggi.
Mereka memperhatikan hal-hal kecil yang dilakukan orang dewasa, mulai dari cara berbicara, berjalan, tersenyum, hingga beribadah.
Karena itulah, guru yang memahami tata cara wudhu sesuai syariat akan lebih percaya diri saat mendampingi anak berlatih berwudhu.
Ketika seorang Miss berwudhu dengan tenang, tertib, dan penuh kekhusyukan, anak tidak hanya belajar urutan gerakan. Mereka juga belajar bahwa ibadah adalah aktivitas yang dilakukan dengan penuh cinta kepada Allah SWT.
Nilai-nilai seperti disiplin, kebersihan, kesabaran, dan ketaatan pun tumbuh secara alami melalui contoh yang mereka lihat setiap hari.
Kombel Telaga Ilmu: Budaya Belajar yang Terus Bertumbuh
Kegiatan Kombel Telaga Ilmu merupakan salah satu bentuk komitmen PAUD Islam Bintang Juara dalam membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi seluruh pendidik.
Materi yang dipelajari tidak terbatas pada strategi pembelajaran atau perkembangan anak usia dini, tetapi juga mencakup penguatan spiritual, karakter, dan kompetensi guru sebagai teladan.
Dengan terus belajar, para guru diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang utuh—tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik anak, tetapi juga membangun akhlak mulia dan kecintaan kepada Allah SWT sejak usia dini.
Sejalan dengan filosofi sekolah, proses pendidikan tidak dimulai dari anak, melainkan dari orang dewasa yang mendampingi mereka. Ketika guru terus memperbaiki diri, anak-anak pun akan tumbuh dalam lingkungan belajar yang penuh keteladanan.
Mendidik Diri, Ikhtiar Menjadi Guru yang Lebih Baik
Sabtu pagi itu menjadi pengingat bahwa setiap guru adalah pembelajar.
Sebelum mengajarkan anak membaca doa, guru terlebih dahulu membiasakan doa dalam kehidupannya. Sebelum mengajarkan anak menjaga kebersihan melalui wudhu, guru memastikan dirinya telah memahami dan mempraktikkan tata cara wudhu sesuai tuntunan syariat.
Dari ruang Kombel Telaga Ilmu, semangat belajar itu terus tumbuh. Bukan untuk mengejar kesempurnaan, melainkan sebagai ikhtiar menjadi pendidik yang semakin amanah.
Sebab pendidikan terbaik selalu berawal dari hati yang mau terus belajar. Ketika guru memperbaiki dirinya, sesungguhnya ia sedang menyiapkan generasi yang kelak akan meneladani setiap kebaikan yang mereka lihat. Di PAUD Islam Bintang Juara, proses membentuk calon pemimpin muslim dimulai dari para guru yang tidak pernah berhenti menuntut ilmu, memperbaiki ibadah, dan menghadirkan keteladanan dalam setiap langkahnya.*** (CM-MRT)




