Siapa orang yang paling disayangi kakak shalih-shalihah di rumah? Ayah, Bunda, kakak, adik, atau mungkin semuanya?
Bagi anak usia dini, keluarga adalah dunia pertama tempat mereka mengenal cinta, rasa aman, dan kebersamaan. Dari pelukan hangat Ayah dan Bunda, cerita sebelum tidur, hingga kebiasaan sederhana saat berkumpul di rumah, ada banyak pengalaman berharga yang membentuk cara anak memahami dunia.
Pengalaman tentang keluarga inilah yang menjadi inspirasi dalam kegiatan Kelas Inspirasi BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) TK A dan TK B PAUD Islam Bintang Juara pada Jumat, 9 Oktober 2026. Mengusung tema “Keluargaku Tersayang”, kegiatan ini menghadirkan orang tua murid untuk berbagi pengetahuan sekaligus mengajak kakak shalih-shalihah belajar melalui aktivitas kreatif.
Kakak TK A belajar bersama Muhammad Bagus Samudra, S.PWK, Ayah dari Kak Kayla TK A Al Aziz. Sementara itu, kakak TK B belajar bersama Trisnowati Uji, S.Kep., Ners, Bunda dari Kak Rafa Al Alim.
Meskipun materi yang disampaikan berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu anak mengenal lingkungan keluarga dan mengekspresikan rasa sayang melalui karya yang mereka buat sendiri.
Daftar Isi
Belajar Bersama Orang Tua, Pengalaman yang Istimewa Mengenal Keluarga
Ada yang berbeda ketika Ayah atau Bunda hadir langsung di kelas untuk berbagi pengalaman bersama anak-anak. Sosok yang biasanya ditemui di rumah kini menjadi teman belajar bagi seluruh kakak shalih-shalihah.
Kegiatan BBOT menjadi salah satu bentuk keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak usia dini. Anak memperoleh kesempatan untuk belajar dari pengalaman dan pengetahuan orang tua, sementara sekolah membangun hubungan yang lebih erat dengan keluarga.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran tidak hanya berlangsung satu arah dari guru kepada murid. Anak diajak berdialog, mengamati, menjawab pertanyaan, dan menghasilkan karya berdasarkan hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka.
Tema “Keluargaku Tersayang” pun terasa semakin bermakna karena setiap anak memiliki pengalaman dan cerita keluarga yang unik.
TK A: Mengenal Bagian-Bagian Rumah Bersama Ayah Kak Kayla
Di kelas TK A Al Aziz, Muhammad Bagus Samudra, S.PWK, Ayah Kak Kayla, mengajak kakak shalih-shalihah mengenal bagian-bagian rumah.
Rumah bukan sekadar bangunan tempat berteduh. Bagi anak, rumah merupakan tempat berkumpul bersama keluarga, beristirahat, bermain, belajar, dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, anak diajak memahami bagian-bagian rumah sekaligus menghubungkannya dengan pengalaman mereka sendiri.
Misalnya, ada bagian rumah yang digunakan untuk berkumpul bersama keluarga, tempat untuk beristirahat, serta ruang yang digunakan untuk menyiapkan makanan. Pengetahuan tersebut membantu anak memahami fungsi lingkungan tempat tinggalnya secara lebih konkret.
Pembelajaran yang dekat dengan keseharian seperti ini penting bagi anak usia dini. Anak lebih mudah memahami konsep ketika dapat menghubungkannya dengan sesuatu yang sudah mereka kenal.
Setelah berdiskusi, kakak TK A melanjutkan kegiatan dengan membuat hiasan rumah berfoto keluarga.
Membuat Hiasan Rumah dengan Foto Keluarga
Untuk menghasilkan karya, kakak shalih-shalihah menggunakan stik es krim, foto keluarga, kertas lipat, dan kertas HVS.
Kegiatan dimulai dengan membentuk kertas lipat menyerupai atap rumah. Selanjutnya, kertas tersebut ditempelkan pada kertas HVS. Foto keluarga dan stik es krim kemudian disusun serta ditempel sedemikian rupa hingga membentuk gambar rumah dengan keluarga di dalamnya.
Setiap bahan memiliki fungsi masing-masing. Kertas lipat menjadi atap, stik es krim membantu membentuk bagian rumah, sedangkan foto keluarga menjadi bagian yang paling istimewa dalam karya mereka.
Masyaallah, dari bahan sederhana lahir karya yang memiliki makna personal bagi setiap anak!
Melalui kegiatan ini, kakak TK A tidak hanya belajar mengenal bentuk rumah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengungkapkan rasa sayang kepada keluarga melalui karya seni.
TK B: Mengenal Anggota Keluarga Bersama Bunda Kak Rafa
Sementara itu, kakak TK B belajar bersama Trisnowati Uji, S.Kep., Ners, Bunda Kak Rafa Al Alim.
Jika kakak TK A berfokus pada bagian-bagian rumah, kakak TK B diajak mengenal anggota keluarga.
Keluarga memiliki beragam anggota dengan peran dan hubungan yang berbeda. Anak dapat mengenal Ayah, Bunda, kakak, adik, serta anggota keluarga lainnya yang hadir dalam kehidupan mereka.
Melalui pembelajaran ini, kakak shalih-shalihah memperoleh kesempatan untuk mengingat kembali orang-orang yang mereka sayangi dan memahami bahwa keluarga merupakan lingkungan penting dalam proses tumbuh kembang.
Pengenalan anggota keluarga juga menjadi sarana untuk memperkaya kosakata dan kemampuan berbahasa anak. Ketika anak menyebutkan siapa saja yang ada dalam keluarganya, mereka berlatih mengingat informasi, menyusun gagasan, dan mengungkapkannya kepada orang lain.
Setelah mengenal anggota keluarga, kakak TK B membuat kartu keluarga kreatif yang dihias dengan foto dan beragam elemen dekoratif.
Membuat Kartu Keluarga yang Penuh Cerita
Dalam kegiatan ini, kakak shalih-shalihah menggunakan foto keluarga, kertas yang telah disediakan, kertas lipat, dan berbagai elemen hiasan.
Mereka mulai dengan menggunting foto keluarga serta elemen dekoratif secara hati-hati. Setelah itu, potongan-potongan tersebut ditempelkan pada kertas sesuai kreativitas masing-masing.
Kertas lipat kemudian dibentuk menyerupai kipas dan ditempelkan sedemikian rupa hingga menghasilkan kartu yang indah.
Proses ini memberikan ruang bagi anak untuk menentukan penempatan foto, memilih hiasan, serta menyusun elemen agar menjadi satu karya yang utuh.
Setiap kartu memiliki tampilan yang berbeda karena setiap anak memiliki pilihan dan gagasan sendiri.
Di balik aktivitas menggunting, menempel, dan menghias, tersimpan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan motorik halus, konsentrasi, koordinasi mata dan tangan, serta kreativitas.
Kartu keluarga tersebut juga menjadi media bagi anak untuk mengekspresikan rasa sayang kepada orang-orang terdekatnya.

Apa Saja Manfaat Kelas Inspirasi BBOT bagi Anak Usia Dini?
Kelas Inspirasi BBOT bertema “Keluargaku Tersayang” bukan hanya kegiatan membuat prakarya. Ada banyak aspek perkembangan anak yang dapat distimulasi melalui rangkaian aktivitas tersebut.
1. Menguatkan pemahaman tentang keluarga
Anak mengenal anggota keluarga, bagian-bagian rumah, dan hubungan keduanya dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran konkret membantu mereka memahami lingkungan terdekat sebelum mempelajari lingkungan yang lebih luas.
2. Melatih motorik halus
Aktivitas menggunting, menempel, menyusun stik es krim, dan membentuk kertas lipat melatih koordinasi tangan dan jari. Keterampilan ini mendukung berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk menggambar, menulis, dan menggunakan alat makan.
3. Mengembangkan kreativitas dan imajinasi
Anak memperoleh kesempatan untuk menyusun foto, memilih posisi hiasan, dan menghasilkan karya berdasarkan ide sendiri. Proses ini membantu mereka belajar bahwa satu tema dapat diwujudkan dalam beragam bentuk.
4. Mengembangkan bahasa dan komunikasi
Ketika berdiskusi tentang rumah dan anggota keluarga, anak berlatih menyebutkan nama, menjawab pertanyaan, serta menceritakan pengalaman sederhana. Kegiatan bersama orang tua juga memperkaya pengalaman komunikasi anak dalam suasana yang menyenangkan.
5. Menumbuhkan rasa percaya diri
Menyelesaikan karya dengan usaha sendiri dapat memberikan pengalaman keberhasilan yang bermakna. Apresiasi terhadap proses membantu anak merasa bahwa gagasan dan usahanya dihargai.
6. Menumbuhkan rasa sayang dan syukur
Foto keluarga yang digunakan dalam kegiatan menjadi pengingat tentang orang-orang yang hadir dalam kehidupan anak. Guru dan orang tua dapat memanfaatkan momen ini untuk mengajak anak mensyukuri nikmat keluarga, saling menyayangi, serta membiasakan sikap hormat dan peduli kepada anggota keluarga.
7. Memperkuat sinergi sekolah dan orang tua
Keterlibatan orang tua dalam pembelajaran membantu membangun hubungan yang lebih erat antara rumah dan sekolah. Anak memperoleh pengalaman bahwa orang-orang dewasa di sekitarnya bekerja bersama untuk mendukung proses belajarnya.
Sinergi Keluarga dan Sekolah, Fondasi Tumbuh Kembang Anak
Kelas Inspirasi BBOT pada Jumat, 9 Oktober 2026, menjadi pengingat bahwa pembelajaran yang bermakna dapat dimulai dari hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan anak.
Melalui pengenalan bagian-bagian rumah bersama Ayah Kak Kayla dan anggota keluarga bersama Bunda Kak Rafa, kakak shalih-shalihah belajar menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman sehari-hari.
Karya hiasan rumah dan kartu keluarga yang dihasilkan bukan hanya benda untuk dibawa pulang. Di dalamnya tersimpan proses belajar, keberanian mencoba, kreativitas, dan cerita tentang keluarga yang mereka sayangi.
PAUD Islam Bintang Juara terus mendorong keterlibatan orang tua sebagai bagian penting dalam pendidikan anak usia dini. Sebab, tumbuh kembang anak akan semakin optimal ketika rumah dan sekolah saling mendukung, berbagi peran, serta menghadirkan pengalaman belajar yang konsisten.
Semoga melalui kegiatan seperti ini, kakak shalih-shalihah semakin mengenal lingkungan keluarganya, tumbuh menjadi anak yang kreatif dan mandiri, serta senantiasa mensyukuri kasih sayang yang Allah SWT hadirkan melalui keluarga.*** (CM-MRT)




