Hujan pagi itu turun pelan, membasahi halaman sekolah. Namun suasana di ruang kelas TK Islam Bintang Juara justru terasa hangat dan penuh semangat. Jumat, 6 Februari 2026 menjadi hari yang istimewa dalam rangkaian kegiatan BBOT TK dengan topik besar: Tanaman Ciptaan Allah SWT.
Sejak pagi, kakak-kakak shalih-shalihah sudah bersiap dengan wajah penuh rasa ingin tahu. Hari itu mereka tidak hanya belajar tentang tanaman lewat cerita atau gambar. Mereka akan merasakan langsung manfaat tanaman melalui pengalaman nyata—memasak dan mengolahnya.
Daftar Isi
TK A: Belajar Sains Lewat Permen Sehat
Di kelas TK A, kegiatan dipandu oleh Bunda Hestu Putri Mitayani, S. Farm (Bunda Kak Raka TK A Al Aziz). Anak-anak diajak mengenal bahwa tanaman bukan hanya indah dipandang, tetapi juga membawa manfaat luar biasa bagi kesehatan.
Di atas meja sudah tersusun bahan-bahan alami: jeruk segar, kunyit, dan sereh. Warna-warninya cerah dan aromanya semerbak memenuhi ruangan.
“Kita mau bikin apa, Bunda?” tanya salah satu kakak dengan mata berbinar.
“Kita akan membuat permen gummy sehat dari bahan alami ciptaan Allah,” jawab Bunda Hestu sambil tersenyum.
Anak-anak mulai belajar memotong bahan dengan pendampingan. Potongan jeruk yang segar, irisan kunyit berwarna keemasan, dan batang sereh yang harum menjadi pengalaman sensorik tersendiri. Di sinilah motorik halus mereka terlatih—menggenggam, memotong, memegang bahan dengan hati-hati.
Setelah sari bahan diolah, kakak-kakak menggunakan pipet kecil untuk menuangkan cairan ke dalam cetakan. Aktivitas sederhana ini ternyata sangat melatih koordinasi tangan dan konsentrasi. Mereka belajar menakar, menuang perlahan, dan menunggu dengan sabar hingga gummy mengeras.
Tak hanya itu, anak-anak juga menikmati beef galentine sebagai tambahan menu bergizi. Mereka belajar bahwa makanan sehat bisa beragam dan tetap lezat.
Melalui kegiatan ini, TK A tidak sekadar membuat camilan. Mereka belajar bahwa:
- Jeruk kaya vitamin C untuk daya tahan tubuh.
- Kunyit memiliki manfaat antiinflamasi alami.
- Sereh membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Anak-anak memahami bahwa tanaman adalah karunia Allah yang bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menyenangkan.
TK B: Dari Sampah Jadi Berkah
Berbeda dengan TK A yang fokus pada pengolahan hasil tanaman, TK B mendapatkan pengalaman yang tak kalah menarik. Bersama Ayah Bayu Teguh Apriliyanto (Ayah Kak Andara TK B Al Mutakabbir), mereka belajar membuat pupuk kompos dari bahan sederhana.
Di hadapan mereka terdapat sekam, kardus bekas, kulit jeruk, kulit semangka, serta air cucian beras.
“Apa ini sampah, Ayah?” tanya seorang kakak polos.
Ayah Bayu tersenyum. “Kalau kita kelola dengan baik, ini bukan sampah. Ini bisa jadi pupuk yang menyuburkan tanaman.”
Anak-anak mulai “nyuwir-nyuwirin” kardus menjadi potongan kecil. Aktivitas ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga melatih kekuatan jari dan koordinasi tangan. Mereka lalu mencampurkan sekam, potongan kulit buah, dan menyiramnya dengan air cucian beras.
Melalui proses ini, anak-anak belajar konsep sederhana tentang daur ulang dan keberlanjutan. Mereka memahami bahwa setiap ciptaan Allah memiliki peran. Bahkan kulit buah pun bisa memberi manfaat jika diolah dengan benar.
Kegiatan membuat kompos ini juga menanamkan nilai karakter:
- Tanggung jawab terhadap lingkungan
- Kepedulian pada alam
- Kesabaran menunggu proses penguraian
- Kesadaran bahwa bumi harus dijaga bersama
Belajar Tanaman dengan Cara Bermakna
Tema “Tanaman Ciptaan Allah SWT” tidak hanya menjadi slogan. Melalui BBOT TK, anak-anak belajar dengan pendekatan pengalaman langsung (experiential learning). Mereka menyentuh, mencium, memotong, mencampur, dan mencicipi.
Inilah esensi pendidikan anak usia dini yang bermakna.
Ketika anak membuat permen dari jeruk dan kunyit, mereka belajar sains dasar tentang perubahan bentuk dan tekstur. Ketika mereka membuat kompos, mereka belajar konsep sebab-akibat dan proses alami pembusukan yang bermanfaat.
Lebih dari itu, mereka belajar bersyukur. Mereka menyadari bahwa tanaman yang tumbuh di sekitar kita bukanlah sesuatu yang biasa. Semua adalah tanda kebesaran Allah SWT.
Manfaat BBOT untuk Perkembangan Anak
Kegiatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) menghadirkan banyak manfaat untuk anak usia dini:
1. Melatih Motorik Halus
Memotong bahan, menggunakan pipet, merobek kardus, dan mencampur bahan membantu memperkuat otot jari dan koordinasi tangan.
2. Mengembangkan Kognitif
Anak belajar konsep sains sederhana: perubahan bentuk, pencampuran bahan, dan proses pengomposan.
3. Menumbuhkan Karakter
Kesabaran menunggu gummy mengeras, tanggung jawab dalam membuat kompos, serta kerja sama dalam kelompok.
4. Menanamkan Nilai Spiritual
Anak memahami bahwa semua tanaman adalah ciptaan Allah yang membawa manfaat.
5. Meningkatkan Kemandirian dan Kepercayaan Diri
Mereka bangga melihat hasil karya sendiri, baik berupa permen sehat maupun pupuk kompos.
Pendidikan yang Menyentuh Hati
Menjelang akhir kegiatan, wajah-wajah kecil itu tampak puas. Ada yang memamerkan gummy buatannya, ada pula yang antusias melihat campuran kompos mereka.
Di momen sederhana itulah pendidikan karakter terbentuk. Bukan melalui ceramah panjang, melainkan lewat pengalaman nyata yang menyenangkan.
Anak-anak tidak hanya tahu bahwa tanaman itu penting. Mereka merasakan langsung manfaatnya. Mereka belajar bahwa alam harus dijaga. Mereka belajar bahwa makanan sehat bisa dibuat sendiri. Mereka belajar bahwa sesuatu yang terlihat tak berguna bisa berubah menjadi berkah.
Dan yang paling penting, mereka belajar untuk bersyukur.
Semoga pengalaman BBOT TK ini menjadi kenangan indah sekaligus pondasi kuat dalam membentuk generasi yang peduli lingkungan, sehat, kreatif, dan berakhlak mulia. Karena dari kegiatan sederhana seperti inilah, karakter hebat dibangun—perlahan, konsisten, dan penuh makna.***




