Ramadan identik dengan suasana yang lebih tenang. Namun di PAUD Islam Bintang Juara, ketenangan tidak berarti pasif. Justru di bulan penuh berkah ini, kegiatan penguatan motorik tetap berlangsung seru, hangat, dan penuh makna.
Walaupun kakak-kakak sedang berlatih puasa, semangat mereka tidak surut. Pagi itu, kelas dipenuhi energi ceria saat Miss Aini berdiri di depan, siap mengajak anak-anak bergerak bersama.
Daftar Isi
Gerak dan Lagu: Potong Bebek Angsa Versi Ramadan
“Siap bergerak?” tanya Miss Aini penuh semangat.
Kakak shalih-shalihah menjawab kompak, “Siaaap!”
Kegiatan dibuka dengan gerak dan lagu Potong Bebek Angsa. Lagu yang sudah akrab di telinga anak-anak itu terasa berbeda karena dipadukan dengan gerakan terarah sesuai lirik.
Ketika lirik berbunyi “sorong ke kanan”, kakak-kakak bergerak ke kanan. Saat terdengar “sorong ke kiri”, mereka bergeser ke kiri. Dan ketika bagian “lalalala” dinyanyikan, seluruh kelas berputar riang.
Mereka saling berpasangan, berhadapan, dan bergerak bersama. Tawa kecil terdengar saat ada yang sedikit terlambat mengikuti gerakan. Namun justru di situlah keseruannya.
Manfaat Gerak dan Lagu untuk Anak Usia Dini
Aktivitas sederhana ini ternyata menyimpan banyak manfaat perkembangan:
1. Melatih Motorik Kasar
Gerakan mendorong, bergeser, dan berputar membantu memperkuat otot besar anak serta meningkatkan keseimbangan tubuh.
2. Meningkatkan Konsentrasi
Kakak shalih-shalihah harus mendengarkan lirik dengan saksama agar gerakannya sesuai instruksi.
3. Melatih Pendengaran dan Respons Cepat
Sinkronisasi antara suara dan gerakan melatih kemampuan memproses informasi secara cepat.
4. Mengembangkan Sosial-Emosional
Bergerak berpasangan melatih kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan diri.
5. Menjaga Kebugaran Saat Puasa
Aktivitas fisik ringan membantu tubuh tetap aktif tanpa menguras energi berlebihan.
Gerak dan lagu bukan sekadar hiburan. Ini adalah strategi pembelajaran aktif yang membantu anak tetap bugar meski sedang berlatih menahan lapar dan haus.
Belajar Mengelola Energi di Bulan Ramadan
Menariknya, kegiatan fisik ini juga mengajarkan anak mengenali tubuhnya sendiri. Mereka belajar kapan harus bergerak penuh semangat dan kapan perlu beristirahat.
Guru pun mengatur ritme agar tidak terlalu melelahkan. Gerakan dibuat ringan namun tetap bermakna.
Kakak shalih-shalihah belajar bahwa puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru dengan aktivitas yang tepat, tubuh tetap sehat dan hati tetap gembira.
Kreasi Lampion Ramadan: Dari Kertas Jadi Cahaya
Setelah tubuh bergerak dan suasana hangat tercipta, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas yang lebih tenang: membuat lampion Ramadan.
Di atas meja sudah tersedia bahan-bahan sederhana:
- Dua kertas lipat berbeda warna
- Gelas plastik bekas (bagian bawah saja)
- Pita
- Tali kasur
- Lem dan gunting
Kakak shalih-shalihah menerima dua lembar kertas warna-warni. Di atasnya sudah terdapat garis panduan untuk digunting.
Miss Aini menjelaskan langkah demi langkah dengan perlahan.
Tahap 1: Menggunting Sesuai Garis
Kakak diminta menggunting mengikuti garis yang telah dibuat. Aktivitas ini melatih motorik halus dan koordinasi tangan-mata.
Beberapa anak tampak fokus luar biasa. Lidah kecil menjulur tanda konsentrasi tinggi. Mereka berusaha agar gunting tetap berada di jalur.
Tahap 2: Menempel pada Gelas Plastik
Setelah digunting, dua kertas tersebut ditempelkan pada bagian luar gelas plastik bekas. Di sinilah konsep daur ulang diperkenalkan secara sederhana.
Kakak belajar bahwa barang bekas bisa menjadi sesuatu yang indah.
Tahap 3: Membentuk Rumbai Lampion
Bagian rumbai pada kertas dilipat ke arah berlawanan dengan posisinya, lalu dilem agar menempel pada permukaan gelas hingga membentuk lingkaran menyerupai lampion.
Sedikit demi sedikit, bentuk lampion mulai terlihat. Mata kakak shalih-shalihah berbinar melihat hasilnya.
Tahap 4: Sentuhan Akhir
Di bagian atas, ditambahkan pita agar tampak rapi. Kemudian tali kasur dipasang sebagai pegangan.
Alhamdulillah, selesai sudah!
Lampion warna-warni itu bukan hanya karya seni, tetapi simbol kegembiraan menyambut Ramadan.
Manfaat Membuat Lampion Ramadan
Kegiatan prakarya ini menghadirkan berbagai manfaat penting:
- Melatih Motorik Halus: Menggunting, melipat, dan menempel memperkuat otot jari dan koordinasi tangan.
- Mengembangkan Kreativitas: Kakak bebas memilih kombinasi warna dan menghias lampionnya.
- Melatih Keterampilan Mengikuti Instruksi: Mereka belajar mengikuti langkah secara berurutan.
- Menanamkan Nilai Kepedulian Lingkungan: Penggunaan gelas plastik bekas mengenalkan konsep reuse dan daur ulang.
- Menguatkan Identitas Ramadan: Lampion menjadi simbol cahaya dan kegembiraan menyambut bulan suci.
Ramadan yang Aktif, Sehat, dan Bermakna
Kegiatan hari itu menunjukkan bahwa Ramadan di PAUD Islam Bintang Juara tetap penuh energi positif.
Anak-anak bergerak, tertawa, berkarya, dan belajar dalam satu rangkaian kegiatan utuh.
- Dari gerak dan lagu, mereka belajar koordinasi dan kebugaran.
- Dari lampion Ramadan, mereka belajar kreativitas dan kesabaran.
- Dari suasana kelas, mereka belajar bahwa puasa bisa dijalani dengan ceria.
Pendekatan ini mencerminkan pendidikan holistik: mengembangkan aspek fisik, kognitif, sosial, emosional, dan spiritual secara seimbang.
Anak tidak hanya duduk diam mendengarkan. Mereka bergerak aktif, berkarya kreatif, dan merasakan kebahagiaan belajar bersama.
Ketika lampion-lampion itu digantung, kelas terasa lebih hangat. Seolah-olah cahaya kecil dari karya tangan mereka ikut menerangi semangat Ramadan.
Dan dari aktivitas sederhana itulah, anak belajar satu hal penting:
Ramadan bukan hanya tentang menahan diri, tetapi juga tentang menyalakan cahaya kebaikan dalam hati.
MasyaAllah, Ramadan pun terasa semakin indah dan bermakna.*** (CM-MRT)




