Pagi ini, Jumat, 17 April 2026, suasana di Unit Toddler PAUD Islam Bintang Juara terasa berbeda dari biasanya. Kakak-kakak toddler datang lebih awal dengan wajah ceria, membawa bekal dari rumah, dan tentu saja… rasa penasaran yang besar.
Hari itu bukan hari belajar di kelas.
Hari itu adalah hari fieldtrip!
Dengan tema “Mengenal Alat Transportasi di Sekitarku”, kakak-kakak toddler diajak belajar langsung dari lingkungan nyata. Destinasi yang dituju adalah Pelabuhan Tanjung Emas dan Taman Sri Gunting.
Daftar Isi
Belajar Dimulai Sejak di Perjalanan
Perjalanan menuju lokasi sudah menjadi bagian dari pembelajaran itu sendiri.
Dari dalam kendaraan, anak-anak mulai mengamati berbagai alat transportasi yang melintas di jalan.
- “Ada mobil!”
- “Itu motor!”
- “Angkot!”
Suara-suara kecil penuh semangat terdengar saling bersahutan.
Guru pun sesekali mengajak anak berdiskusi ringan:
- “Kalau motor rodanya berapa ya?”
- “Mobil bisa mengangkut siapa saja?”
- “Kalau angkotnya sudah bisa berjalan, berarti lampu lalu lintasnya berwarna apa ya?”
Tanpa disadari, kakak shalih-shalihah sedang mengembangkan kemampuan observasi dan bahasa mereka.
Melihat Kereta, Kapal, dan Pesawat Secara Nyata
Keseruan semakin terasa ketika di tengah perjalanan, anak-anak melihat sesuatu yang berbeda.
Dari kejauhan, tampak kereta api melintas di rel.
Beberapa anak langsung menunjuk dengan antusias. Ini bukan lagi gambar di buku, tapi pengalaman nyata.
Tak lama kemudian, ketika sampai di kawasan pelabuhan, pemandangan yang lebih menakjubkan terlihat.
Di Pelabuhan Tanjung Emas, anak-anak melihat kapal besar yang sedang ditambatkan. Ukurannya jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan sebelumnya.
Mata mereka berbinar.
“Besar sekali!” seru salah satu anak.
Tak hanya itu, sesekali terlihat pesawat melintas di langit kawasan Kota Lama.
Dalam satu perjalanan, anak-anak berhasil mengenal tiga jenis transportasi sekaligus:
- Transportasi darat (mobil, motor, kereta)
- Transportasi laut (kapal)
- Transportasi udara (pesawat)
Pembelajaran yang biasanya hanya lewat gambar kini menjadi pengalaman nyata yang tak terlupakan.

Singgah di Taman Sri Gunting: Belajar Sambil Bersantai 🌳
Setelah puas mengamati berbagai alat transportasi, rombongan melanjutkan perjalanan ke Taman Sri Gunting.
Suasana taman yang asri menjadi tempat yang tepat untuk beristirahat sekaligus melanjutkan kegiatan belajar.
Anak-anak duduk bersama, membuka bekal yang mereka bawa dari rumah.
Namun kegiatan tidak berhenti di situ.
Guru mengajak anak-anak melakukan recalling atau mengingat kembali pengalaman yang baru saja mereka alami.
- “Apa saja tadi yang kita lihat di jalan?”
- “Siapa yang ingat kapal itu ada di mana?”
- “Pesawatnya lewat di mana?”
Anak-anak pun mulai menjawab satu per satu.
Kegiatan recalling ini sangat penting karena membantu anak:
- Menguatkan ingatan
- Melatih kemampuan bercerita
- Menghubungkan pengalaman dengan pengetahuan
Belajar terasa ringan, alami, dan menyenangkan.
Bertemu Teman Baru dari Luar Negeri
Menjelang pulang, ada momen tak terduga yang membuat pengalaman hari itu semakin berkesan.
Anak-anak bertemu dengan seorang pria asal Inggris bernama Mr. Husen.
Dengan ramah, beliau menyapa dan berinteraksi singkat dengan anak-anak. Momen ini pun diabadikan dengan foto bersama.
Bagi anak usia toddler, pengalaman bertemu orang dari negara lain adalah hal baru yang menarik.
Ini menjadi langkah awal untuk mengenalkan bahwa dunia ini luas dan penuh keberagaman.
Manfaat Fieldtrip untuk Anak Toddler
Kegiatan fieldtrip seperti ini memberikan banyak manfaat penting bagi perkembangan anak usia dini, khususnya toddler:
1. Pembelajaran Konkret
Anak belajar langsung dari lingkungan nyata, bukan hanya dari gambar atau cerita.
2. Meningkatkan Kemampuan Observasi
Anak terbiasa memperhatikan detail di sekitarnya.
3. Menguatkan Kognitif
Mengenal berbagai jenis transportasi membantu memperkaya pengetahuan dasar anak.
4. Mengembangkan Bahasa
Diskusi dan recalling melatih anak untuk mengungkapkan pengalaman mereka.
5. Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Anak merasa bangga saat bisa menceritakan apa yang mereka lihat.
6. Melatih Sosial dan Adaptasi
Berinteraksi di lingkungan baru membantu anak belajar bersosialisasi.
7. Menciptakan Pengalaman Bermakna
Belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan dan membekas dalam ingatan.
Belajar dari Dunia Nyata
Fieldtrip ini membuktikan bahwa belajar tidak selalu harus di dalam kelas. Dunia di sekitar adalah ruang belajar yang luas.
Dari jalan raya hingga pelabuhan, dari taman hingga langit yang dilintasi pesawat—semuanya menjadi sumber pengetahuan bagi anak.
Dan bagi kakak-kakak toddler PAUD Islam Bintang Juara, hari itu bukan sekadar jalan-jalan. Itu adalah petualangan belajar.
Petualangan kecil yang akan menjadi bagian dari langkah besar mereka dalam memahami dunia.*** (CM-MRT)




