Tawa ceria memenuhi ruang belajar PAUD Islam Bintang Juara pada Selasa, 21 Juli 2026. Wajah-wajah kecil tampak antusias menunggu tamu spesial yang sudah mereka kenal. Hari itu bukan sekadar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, tetapi juga menjadi momen berharga untuk menanamkan satu bekal penting bagi setiap anak, yaitu kemampuan menjaga dan melindungi diri sendiri.
Melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak, PAUD Islam Bintang Juara menghadirkan Kak Kempho, pendongeng yang selalu mampu menghidupkan cerita dengan ekspresi, gerakan, dan interaksi yang membuat anak-anak larut dalam setiap kisah.
Sejak awal dongeng dimulai, kakak shalih-shalihah duduk rapi sambil memperhatikan setiap tokoh yang diperankan. Sesekali terdengar gelak tawa ketika Kak Kempho menirukan suara tokoh dalam cerita. Namun di balik suasana yang penuh keceriaan, tersimpan pesan besar yang ingin ditanamkan sejak dini, yaitu bahwa setiap anak berharga dan berhak menjaga tubuhnya sendiri.
Daftar Isi
- 1 Hari Anak Nasional 2026, Momentum Menguatkan Perlindungan Anak
- 2 Dongeng Interaktif yang Mengajarkan Keberanian
- 3 Belajar Melindungi Diri Lewat Lagu “Sentuhan Boleh”
- 4 Mengapa Pendidikan Perlindungan Diri Penting Sejak Usia Dini?
- 5 Sejalan dengan Semangat MPLS Ramah
- 6 Orang Tua dan Sekolah, Mitra Melindungi Anak
Hari Anak Nasional 2026, Momentum Menguatkan Perlindungan Anak
Hari Anak Nasional bukan hanya perayaan yang identik dengan permainan dan hiburan. Lebih dari itu, HAN menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh pihak bahwa anak memiliki hak untuk tumbuh, belajar, bermain, dan mendapatkan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan maupun perlakuan yang tidak semestinya.
PAUD Islam Bintang Juara memaknai Hari Anak Nasional dengan menghadirkan pembelajaran yang sederhana, tetapi sangat bermakna. Anak-anak diajak memahami bahwa tubuh mereka adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dengan baik.
Materi seperti ini tentu tidak disampaikan dalam bentuk ceramah panjang. Sebaliknya, anak-anak belajar melalui cerita, tokoh, dialog, dan permainan sehingga pesan lebih mudah dipahami sesuai tahap perkembangan mereka.
Dongeng Interaktif yang Mengajarkan Keberanian
Selama sesi berlangsung, Kak Kempho beberapa kali mengajak kakak shalih-shalihah ikut menjawab pertanyaan sederhana.
“Kalau ada orang yang membuat kita tidak nyaman, apa yang harus dilakukan?”
Dengan penuh semangat, anak-anak menjawab sesuai arahan yang diberikan selama kegiatan.
Melalui cerita tersebut, anak belajar bahwa mereka boleh mengatakan “tidak” ketika merasa tidak nyaman, berani meminta pertolongan kepada orang dewasa yang dipercaya, serta tidak perlu menyimpan rahasia yang membuat mereka takut atau sedih.
Nilai-nilai tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan, penuh humor, dan tanpa menimbulkan rasa takut pada anak. Justru sebaliknya, anak diajak merasa percaya diri bahwa mereka mampu menjaga dirinya dengan bantuan orang tua dan guru.
Pendekatan seperti ini dikenal efektif dalam pendidikan anak usia dini karena anak belajar paling baik melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.
Belajar Melindungi Diri Lewat Lagu “Sentuhan Boleh”
Kegiatan semakin meriah ketika seluruh kakak shalih-shalihah berdiri bersama untuk menyanyikan lagu “Sentuhan Boleh”.
Lagu edukatif ini menjadi media yang sangat efektif untuk mengenalkan konsep safe touch (sentuhan yang aman) dan unsafe touch (sentuhan yang tidak aman) kepada anak.
Dengan irama yang ceria dan lirik yang mudah diingat, anak-anak belajar bahwa:
- Ada bagian tubuh yang boleh disentuh untuk membantu atau merawat mereka.
- Ada bagian tubuh pribadi yang harus dijaga dan tidak boleh disentuh sembarang orang.
- Anak boleh mengatakan “tidak” ketika merasa tidak nyaman.
- Anak perlu segera bercerita kepada Ayah, Bunda, atau guru jika mengalami sesuatu yang membuatnya takut.
Bernyanyi bersama membuat pesan tersebut lebih mudah melekat dibandingkan hanya disampaikan melalui nasihat. Anak tidak merasa sedang belajar materi yang berat, melainkan menikmati lagu sambil bergerak dan bermain.

Mengapa Pendidikan Perlindungan Diri Penting Sejak Usia Dini?
Masa usia dini merupakan periode emas perkembangan anak. Pada fase ini, anak mulai mengenali identitas dirinya, memahami aturan sosial, sekaligus belajar membedakan perilaku yang baik dan tidak baik.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) maupun UNICEF menekankan pentingnya pendidikan perlindungan diri sejak dini sebagai bagian dari upaya pencegahan kekerasan terhadap anak. Pendidikan tersebut tidak bertujuan membuat anak takut kepada lingkungan, melainkan membantu mereka mengenali batasan diri, membangun rasa percaya diri, dan mengetahui kepada siapa mereka dapat meminta pertolongan.
Melalui kegiatan seperti dongeng dan lagu, konsep yang sebenarnya cukup kompleks dapat dipahami sesuai usia perkembangan anak.
Sejalan dengan Semangat MPLS Ramah
Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian MPLS Ramah PAUD Islam Bintang Juara yang mengedepankan suasana belajar aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.
Sejak hari pertama sekolah, anak-anak dibiasakan untuk mengenal aturan kelas, belajar menghargai teman, mengenali emosi, hingga memahami pentingnya menjaga tubuh dan keselamatan diri.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang diterapkan PAUD Islam Bintang Juara, yaitu pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kebiasaan baik, dan keterampilan hidup yang akan terus dibawa anak hingga dewasa.
Orang Tua dan Sekolah, Mitra Melindungi Anak
Pesan tentang menjaga diri tentu tidak berhenti di sekolah. Peran terbesar tetap berada di tangan orang tua.
Karena itu, PAUD Islam Bintang Juara mengajak Ayah dan Bunda untuk melanjutkan percakapan sederhana di rumah, misalnya dengan bertanya bagaimana kegiatan hari itu, menyanyikan kembali lagu “Sentuhan Boleh”, atau mengulang pesan-pesan yang telah dipelajari bersama.
Komunikasi yang hangat dan terbuka akan membuat anak merasa aman untuk bercerita ketika mengalami hal yang tidak menyenangkan.
Pada akhirnya, tujuan pendidikan bukan hanya membuat anak pandai membaca, berhitung, atau menghafal. Lebih dari itu, pendidikan juga bertugas membentuk anak yang mampu menjaga dirinya, berani berkata benar, serta tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara fisik, emosional, dan spiritual.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026 ini, PAUD Islam Bintang Juara berharap setiap kakak shalih-shalihah semakin memahami bahwa mereka adalah anak-anak yang dicintai Allah, berharga bagi keluarga, dan memiliki hak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta penuh kasih sayang. Karena setiap anak adalah amanah yang harus dijaga bersama, agar kelak benar-benar tumbuh menjadi Bintang dan Berhak Menjadi Juara.*** (CM-MRT)




