Bermain bagi anak bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu. Di balik cerita, peran, dan dunia kecil yang mereka ciptakan, ada proses belajar yang membantu anak memahami lingkungan, mengembangkan kemampuan sosial-emosional, serta membangun rasa percaya diri dan kemandirian.
Melalui Miss Bercerita, Miss Septi Ambar Wati, S.Psi., guru Sentra Main Peran Kecil sekaligus wali kelas TK B Al Fattah, berbagi cerita tentang bagaimana bermain peran menjadi bagian penting dalam menemani anak belajar tentang kehidupan.
Daftar Isi
- 1 Mengenal Sosok Miss Septi
- 1.1 1. Sudah berapa lama Miss membersamai anak-anak di PAUD Islam Bintang Juara? Apa yang paling berkesan selama perjalanan tersebut?
- 1.2 2. Apa yang membuat Miss tertarik mendampingi anak-anak usia TK, khususnya di fase TK B?
- 1.3 3. Menurut Miss, apa hal paling menarik dari membersamai anak-anak di usia TK B?
- 2 Mengenal Sentra Main Peran Kecil
- 2.1 4. Untuk Ayah Bunda yang mungkin belum familiar, sebenarnya apa itu Sentra Main Peran Kecil (MPK), Bedanya dengan Main Peran Besar (MPB) apa?
- 2.2 5. Apa yang membedakan kegiatan di Sentra Main Peran Kecil dengan kegiatan bermain biasa?
- 2.3 6. Mengapa bermain peran menjadi penting bagi perkembangan anak usia TK?
- 2.4 7. Ketika anak sedang bermain peran sebagai dokter, penjual, koki, guru, atau profesi lainnya, sebenarnya kemampuan apa saja yang sedang mereka bangun?
- 2.5 8. Bagaimana guru menentukan tema atau skenario main yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak?
- 3 Pendapat Miss Septi tentang Pendapat Anak “Cuma Bermain” di PAUD
- 3.1 9. Kadang orang dewasa melihat anak bermain peran sebagai kegiatan “cuma bermain”. Sebenarnya, apa yang sedang terjadi dalam proses belajar mereka?
- 3.2 10. Kemampuan komunikasi seperti apa yang biasanya terlihat berkembang ketika anak bermain peran?
- 3.3 11. Bagaimana bermain peran membantu anak belajar memahami perasaan, sudut pandang, atau peran orang lain?
- 3.4 12. Apakah bermain peran juga dapat membantu anak belajar memecahkan masalah dan mengambil keputusan? Bisa diceritakan contohnya?
- 3.5 13. Pernahkah Miss melihat perubahan atau perkembangan seorang anak yang awalnya kurang percaya diri, kemudian mulai berani tampil atau berinteraksi melalui kegiatan bermain peran?
- 4 TK B: Menjelang Langkah Berikutnya
- 4.1 14. Sebagai wali kelas TK B, apa saja kemampuan atau fondasi yang menurut Miss penting mulai dikuatkan sebelum anak melanjutkan ke jenjang SD?
- 4.2 15. Bagaimana kegiatan di Sentra Main Peran Kecil membantu mempersiapkan anak untuk menjadi lebih mandiri dan percaya diri?
- 4.3 16. Menurut Miss, seperti apa tanda bahwa seorang anak sudah berkembang dalam hal kemandirian, komunikasi, dan kemampuan sosial—meskipun belum terlihat dalam bentuk prestasi akademik?
- 4.4 17. Apa yang sering kali terlalu cepat dituntut orang dewasa dari anak TK B, padahal sebenarnya anak masih membutuhkan proses?
- 5 Peran Ayah Bunda dalam Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini
- 5.1 18. Bagaimana Ayah Bunda dapat melanjutkan manfaat bermain peran di rumah tanpa harus membuat kegiatan yang rumit?
- 5.2 19. Jika Ayah Bunda ingin mendampingi anak bermain peran di rumah, apa hal sederhana yang sebaiknya dilakukan dan apa yang sebaiknya dihindari?
- 5.3 20. Seberapa penting orang tua memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih peran, membuat cerita, dan mengekspresikan idenya sendiri?
- 5.4 21. Apa pesan Miss untuk Ayah Bunda yang mungkin masih khawatir karena melihat anaknya lebih banyak bermain dibanding “belajar” secara akademik?
- 6 Harapan Miss Septi untuk Kakak Shalih-shalihah dan Ayah Bunda
- 6.1 22. Jika anak-anak TK B hari ini kelak tumbuh menjadi pribadi dewasa, karakter apa yang Miss harapkan sudah mulai tumbuh dari pengalaman mereka di PAUD?
- 6.2 23. Apa yang ingin Miss jaga dari pembelajaran di Sentra Main Peran Kecil agar anak tetap merasa bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan?
- 6.3 24. Jika harus merangkum filosofi Sentra Main Peran Kecil dalam satu kalimat, apa yang ingin Miss sampaikan kepada Ayah Bunda?
- 6.4 25. Apa pesan terakhir Miss untuk anak-anak TK B dan Ayah Bunda yang sedang membersamai perjalanan mereka?
Mengenal Sosok Miss Septi
MinBin akan mengajak Ayah Bunda untuk mengenal lebih dekat sosok Miss Septi dan bagaimana awal mulanya ia berkiprah di dunia pendidikan.
1. Sudah berapa lama Miss membersamai anak-anak di PAUD Islam Bintang Juara? Apa yang paling berkesan selama perjalanan tersebut?
Saya sudah membersamai anak-anak di PAUD Islam Bintang Juara selama 7 tahun 7 bulan. Selama perjalanan itu, yang paling berkesan bagi saya adalah melihat bagaimana setiap anak tumbuh dengan prosesnya masing-masing. Dari yang awalnya masih membutuhkan banyak pendampingan, kemudian perlahan mulai berani mencoba, berkomunikasi, bekerja sama, dan menunjukkan kemandiriannya. Bagi saya, bisa menyaksikan proses kecil tersebut dan menjadi bagian dari perjalanan tumbuh mereka adalah pengalaman yang sangat berarti
2. Apa yang membuat Miss tertarik mendampingi anak-anak usia TK, khususnya di fase TK B?
Alasan saya tertarik mendampingi anak-anak TK B adalah karena usia ini merupakan masa transisi penting dari dunia bermain menuju dunia belajar. Anak-anak TK B memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, semangat belajar yang besar, dan mulai mampu menunjukkan kemandirian.Saya ingin menjadi bagian dari proses tersebut dengan mendampingi mereka dalam mengembangkan keterampilan dasar, kecerdasan sosial-emosional, serta rasa percaya diri.
3. Menurut Miss, apa hal paling menarik dari membersamai anak-anak di usia TK B?
Bagi saya, menjadi guru TK B bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang mendidik karakter dan menjadi teladan bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan siap menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.
Mengenal Sentra Main Peran Kecil
Di PAUD Islam Bintang Juara, Miss Septi mendapat amanah untuk mengajak kakak shalih-shalihah belajar melalui bermain di Sentra Main Peran Kecil (MPK). Seperti apa ya kegiatan di sentra tersebut?
4. Untuk Ayah Bunda yang mungkin belum familiar, sebenarnya apa itu Sentra Main Peran Kecil (MPK), Bedanya dengan Main Peran Besar (MPB) apa?
Sentra main peran kecil (mikro) adalah area pembelajaran PAUD/TK di mana anak bermain peran menggunakan alat atau media berukuran kecil (miniatur) dan memposisikan diri mereka sebagai “dalang” yang menggerakkan figur atau boneka tersebut.
Bedanya dengan MPB, menggunakan alat main bentuk miniatur. Anak bermain dengan benda-benda kecil yang mewakili dunia nyata. Seperti miniatur rumah, peralatan makan, dan kendaraan dan tokoh boneka. Dengan memainkan miniatur anak belajar menyambungkan pengetahuan yang sudah dimiliki dengan pengalaman seru melalui permainan imajinatif yang mendalam.
5. Apa yang membedakan kegiatan di Sentra Main Peran Kecil dengan kegiatan bermain biasa?
Di sentra main peran kecil anak-anak dapat mengeksplorasi ragam peran kehidupan melalui permainan peran yang imajinatif.
6. Mengapa bermain peran menjadi penting bagi perkembangan anak usia TK?
Bermain peran penting bagi perkembangan anak usia TK karena melalui bermain peran anak tidak hanya menggunakan imajinasi, tetapi juga belajar memahami dunia di sekitarnya. Saat anak memainkan suatu peran, mereka belajar berkomunikasi, mengungkapkan gagasan, memahami perasaan dan sudut pandang orang lain, serta belajar bekerja sama dan menyelesaikan masalah.
Jadi, bermain peran menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan kemampuan berpikir, bahasa, sosial-emosional, sekaligus membangun rasa percaya diri dan kemandirian dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak.
7. Ketika anak sedang bermain peran sebagai dokter, penjual, koki, guru, atau profesi lainnya, sebenarnya kemampuan apa saja yang sedang mereka bangun?
Di sentra MPK dapat mendorong anak mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, memperluas kosa kata dan berbahasa, serta melatih interaksi sosial emosional.
8. Bagaimana guru menentukan tema atau skenario main yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak?
Guru menentukan tema dan skenario main yang sesuai, dengan mengombinasikan asesmen tahap perkembangan, observasi minat harian, serta prinsip pembelajaran yang berpusat pada anak.
Pendapat Miss Septi tentang Pendapat Anak “Cuma Bermain” di PAUD
Tak sedikit orang tua yang berpikir jika kegiatan di PAUD hanya sebatas ‘bermain’. Bagaimana ya pendapat Miss Septi tentang hal tersebut?
9. Kadang orang dewasa melihat anak bermain peran sebagai kegiatan “cuma bermain”. Sebenarnya, apa yang sedang terjadi dalam proses belajar mereka?
Saat anak bermain peran, otak mereka sebenarnya sedang bekerja sangat aktif melakukan pemrosesan kognitif, emosional, dan sosial yang kompleks. Kegiatan ini merupakan wahana utama bagi anak untuk mereplikasi, memahami, dan mempraktikkan cara kerja dunia di sekitar mereka.
10. Kemampuan komunikasi seperti apa yang biasanya terlihat berkembang ketika anak bermain peran?
Bermain peran menuntut anak mengungkapkan gagasan, bernegosiasi pembagian peran dengan teman mainnya, serta menggunakan kosa kata baru secara kontekstual.
11. Bagaimana bermain peran membantu anak belajar memahami perasaan, sudut pandang, atau peran orang lain?
Dengan berpura-pura menjadi sosok lain, anak belajar memahami sudut pandang, perasaan, dan tanggung jawab orang lain.
12. Apakah bermain peran juga dapat membantu anak belajar memecahkan masalah dan mengambil keputusan? Bisa diceritakan contohnya?
Anak mengolah pengalaman nyata, kecemasan, atau konflik yang mereka temui sehari-hari melalui skenario aman yang dapat mereka kendalikan sendiri.
13. Pernahkah Miss melihat perubahan atau perkembangan seorang anak yang awalnya kurang percaya diri, kemudian mulai berani tampil atau berinteraksi melalui kegiatan bermain peran?
Ada seorang anak yang sholihah yang sudah masuk sekolah ini sejak KB. awalnya anak tersebut belum bersedia berinteraksi dengan guru dan teman. Saat guru bertanya, anak tersebut cenderung diam. Satu tahun berlalu, perubahan mulai terlihat, anak tersebut sudah lebih percaya berinteraksi dengan teman yang menurutnya dekat. Namun belum dengan semua teman dan belum dengan guru.
Alhamdulillah di TK B sekarang, anak tersebut sudah semakin percaya diri berinteraksi dengan teman maupun dengan guru. Anak tersebut berani mengawali percakapan dengan guru, menceritakan pengalamannya. Hal tersebut tidak hanya karena kegiatan main peran, namun juga stimulasi dari kerjasama kami para guru di dalam lingkungan sekolah. Dan kerjasama dengan orang gua di rumah.

TK B: Menjelang Langkah Berikutnya
Selain diamanahi sebagai guru sentra MPK, Miss Septi juga mendapat amanah sebagai wali kelas TK B. Bagaimana proses Miss Septi membersamai kakak shalih-shalihah pada jenjang ini?
Transisi dari TK B ke SD bukan sekadar kesiapan membaca, menulis, dan berhitung, melainkan pematangan fondasi tumbuh kembang agar anak merasa percaya diri dan tidak merasa tertekan saat memasuki lingkungan sekolah yang baru. Berikut ini hal-hal yang harus disiapkan orang tua agar kakak shalih-shalihah siap belajar di jenjang
- Kemandirian dan regulasi emosi
- Keterampilan sosial emosi
- Kemampuan berkomunikasi dan menyimak
- Motorik halus dan menyimak
- Literasi dan numerasi
15. Bagaimana kegiatan di Sentra Main Peran Kecil membantu mempersiapkan anak untuk menjadi lebih mandiri dan percaya diri?
Melalui dunia miniatur di Sentra Main Peran Kecil, anak belajar memegang kendali penuh atas cerita dan ruang imajinasinya sendiri, yang secara bertahap menumbuhkan kemandirian serta rasa percaya diri sejak dini.
16. Menurut Miss, seperti apa tanda bahwa seorang anak sudah berkembang dalam hal kemandirian, komunikasi, dan kemampuan sosial—meskipun belum terlihat dalam bentuk prestasi akademik?
Perkembangan anak di luar sisi akademis justru merupakan fondasi paling kuat yang bisa kita amati langsung dari kebiasaan mereka sehari-hari. Seperti; menunjukkan inisiatif untuk mencoba hal baru tanpa harus selalu menunggu instruksi atau dorongan orang dewasa, mampu menyampaikan emosi dan kebutuhannya dengan berbicara dan menunjukkan ekspresi dengan secukupnya, dan menikmati proses bekerja sama dalam kelompok main untuk mencapai tujuan bersama.
17. Apa yang sering kali terlalu cepat dituntut orang dewasa dari anak TK B, padahal sebenarnya anak masih membutuhkan proses?
Orang dewasa sering kali terburu-buru menuntut hasil akhir yang instan dari anak TK B, padahal perkembangan kognitif dan emosional mereka masih membutuhkan proses bertahap.
Peran Ayah Bunda dalam Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini
Peran ayah bunda tetaplah memiliki proses terbesar dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Nah, kali ini Miss Septi memberikan beberapa tips untuk mendampingi kakak shalih-shalihah di rumah, terutama berkaitan dengan kegiatan main peran.
18. Bagaimana Ayah Bunda dapat melanjutkan manfaat bermain peran di rumah tanpa harus membuat kegiatan yang rumit?
Ayah Bunda dapat melanjutkan manfaat bermain peran di rumah cukup dengan memanfaatkan rutinitas harian dan benda-benda sederhana di sekitar. Kuncinya terletak pada kebebasan imajinasi dan keterlibatan emosional, bukan pada kerumitan properti.
19. Jika Ayah Bunda ingin mendampingi anak bermain peran di rumah, apa hal sederhana yang sebaiknya dilakukan dan apa yang sebaiknya dihindari?
Integrasikan kegiatan bermain ke dalam tugas rumah tangga, seperti berpura-pura menjadi koki restoran saat menyiapkan makan malam atau menjadi petugas perpustakaan saat merapikan buku.
Ajukan pertanyaan terbuka untuk memperluas alur, seperti “Mengapa bonekanya perlu diobati?” atau “Ke mana bus ini akan membawa penumpang?”, daripada mendikte jalannya permainan.
Sediakan waktu yang cukup tanpa gangguan gawai untuk sepenuhnya hadir dan masuk ke dalam dunia imajinasi anak.
20. Seberapa penting orang tua memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih peran, membuat cerita, dan mengekspresikan idenya sendiri?
Memberikan kesempatan penuh bagi anak untuk memilih peran, membuat cerita, dan mengekspresikan idenya sangat krusial karena di sinilah agensi, regulasi diri, dan rasa percaya diri mereka terbentuk secara alami. Saat orang dewasa tidak mendikte alur permainan, proses belajar anak berubah dari sekadar meniru menjadi aktivitas mencipta yang aktif.
21. Apa pesan Miss untuk Ayah Bunda yang mungkin masih khawatir karena melihat anaknya lebih banyak bermain dibanding “belajar” secara akademik?
Kekhawatiran Ayah Bunda sangat dapat dipahami karena kita hidup di tengah lingkungan yang sering menilai kesiapan anak hanya dari lembaran kerja, hafalan angka, dan tulisan. Namun, izinkan saya menenangkan hati Ayah Bunda: bagi anak usia dini, bermain bukanlah jeda dari belajar, melainkan bentuk belajar paling kompleks yang sedang dijalani otak mereka.
Harapan Miss Septi untuk Kakak Shalih-shalihah dan Ayah Bunda
Pada akhir wawancara, ada banyak harapan dan pesan bermakna Miss Septi untuk kakak shalih-shalihah dan Ayah Bunda. Yuk, simak harapan dan pesan tersebut!
22. Jika anak-anak TK B hari ini kelak tumbuh menjadi pribadi dewasa, karakter apa yang Miss harapkan sudah mulai tumbuh dari pengalaman mereka di PAUD?
Saya berharap pondasi yang tertanam di TK B bukan sekadar kemampuan akademis, melainkan daya tahan mental dan empati mendalam yang akan menuntun mereka menjadi pribadi dewasa yang tangguh. Kebiasaan berbagi peran, bergantian alat main, dan merawat perasaan teman membentuk benih kecerdasan emosional untuk menghargai perbedaan di masyarakat.
23. Apa yang ingin Miss jaga dari pembelajaran di Sentra Main Peran Kecil agar anak tetap merasa bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan?
- Mengambil posisi sebagai pengamat yang siap masuk secara halus menggunakan pertanyaan terbuka, memperluas cerita saat anak membutuhkan stimulasi tambahan.
- Menghadirkan topik dan miniatur yang dekat dengan keseharian mereka, sehingga eksplorasi terasa akrab, bermakna, dan membangkitkan rasa ingin tahu yang alami.
24. Jika harus merangkum filosofi Sentra Main Peran Kecil dalam satu kalimat, apa yang ingin Miss sampaikan kepada Ayah Bunda?
Filosofi Sentra Main Peran Kecil adalah memfasilitasi anak untuk memahami dunia nyata dan melatih kemampuan berpikir abstrak (representasi) secara mendalam, melalui simulasi kehidupan menggunakan miniatur objek yang melatih fokus, bahasa, serta empati mereka.
25. Apa pesan terakhir Miss untuk anak-anak TK B dan Ayah Bunda yang sedang membersamai perjalanan mereka?
Untuk anak-anak TK B yang hebat, terima kasih sudah berani mencoba hal-hal baru, tertawa bersama, dan pantang menyerah saat belajar. Ingatlah bahwa kalian adalah penjelajah kecil yang luar biasa. Teruslah bertanya, bermain dengan gembira, dan menyebarkan kebaikan ke mana pun langkah kalian membawa.
Untuk Ayah dan Bunda, terima kasih telah menjadi rumah teraman, pendengar terbaik, dan mitra belajar yang luar biasa sepanjang perjalanan ini. Percayalah pada proses tumbuh kembang anak-anak. Benih keberanian, empati, dan rasa ingin tahu yang kita tanam bersama lewat ruang main hari ini akan tumbuh menjadi akar yang kuat untuk masa depan mereka. Teruslah membersamai mereka dengan penuh kesabaran dan rasa percaya, tanpa perlu terburu-buru membandingkan prosesnya.
Pada akhirnya, bermain bukanlah jeda dari belajar. Melalui kesempatan untuk berimajinasi, memilih peran, berkomunikasi, dan bekerja sama, kakak shalih-shalihah sedang menumbuhkan berbagai fondasi penting untuk perjalanan mereka ke depan.
Bagi Ayah Bunda, tidak perlu menghadirkan permainan yang rumit. Hadir, memberi ruang, dan percaya pada proses tumbuh anak bisa menjadi bagian sederhana dari perjalanan belajar mereka. Sampai jumpa pada episode Miss Bercerita berikutnya!***




