Search

Mengenal Bagian Rumah Sambil Melatih Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan BBOT Toddler – PAUD Islam Bintang Juara

mengenal bagian rumah sambil melatih motorik halus melalui BBOT Toddler

Rumah bukan sekadar tempat untuk beristirahat. Bagi anak usia dini, rumah adalah lingkungan terdekat yang menyimpan banyak hal untuk dikenali. Ada atap yang melindungi dari panas dan hujan, dinding yang membatasi ruangan, serta kamar tidur, dapur, dan ruang tamu dengan fungsi yang berbeda-beda.

Pengalaman belajar inilah yang dihadirkan dalam kegiatan BBOT (Belajar Bersama Orang Tua) untuk kakak shalih-shalihah Young Toddler dan Old Toddler di PAUD Islam Bintang Juara pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kali ini, kegiatan berlangsung bersama Silviana Masithoh, S.Pd., Bunda dari Kak Husein.

Melalui kegiatan yang menggabungkan cerita, lagu, eksplorasi tekstur, dan seni, anak-anak diajak mengenal lingkungan rumah dengan cara yang dekat dengan keseharian mereka. Tidak hanya menambah pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menstimulasi berbagai keterampilan melalui pengalaman langsung.

galeri BBOT Toddler

Mengenal Bagian Rumah Bersama Bunda Kak Husein

Kegiatan diawali dengan mengenalkan bagian-bagian rumah. Bersama Bunda Kak Husein, kakak shalih-shalihah belajar mengenali atap, dinding, dan bagian rumah lainnya. Mereka juga diajak mengenal beberapa jenis ruangan, seperti kamar tidur, dapur, dan ruang tamu, beserta fungsi masing-masing.

Agar suasana belajar semakin menyenangkan, Miss Dimas mengajak anak-anak melakukan tepuk dan bernyanyi dengan tema rumah. Irama, gerakan, dan pengulangan kata membantu anak menikmati proses belajar tanpa merasa sedang mengikuti penjelasan yang panjang.

Melalui kegiatan ini, anak memperoleh kesempatan untuk memperkaya kosakata, melatih kemampuan menyimak, dan menghubungkan hal yang dipelajari dengan pengalaman sehari-hari. Ketika anak mengenali nama ruangan dan fungsinya, ia juga mulai membangun pemahaman sederhana tentang lingkungan tempat tinggalnya.

Belajar pun terasa lebih bermakna ketika anak dapat menghubungkan pengalaman di sekolah dengan hal-hal yang mereka jumpai di rumah.

Eksplorasi Tekstur: Mengenal Permukaan Halus

Setelah mengenal bagian rumah, kegiatan dilanjutkan dengan membuat hasil karya. Bunda Kak Husein membagikan papan kepada anak-anak untuk diamati dan dirasakan teksturnya.

Anak-anak diajak mengenal apa yang dimaksud dengan tekstur halus. Melalui sentuhan langsung, mereka mendapatkan pengalaman sensoris yang membantu memperkaya pemahaman tentang karakteristik benda.

Eksplorasi seperti ini penting bagi anak usia dini karena mereka belajar tidak hanya melalui apa yang dilihat atau didengar, tetapi juga melalui apa yang disentuh dan dirasakan. Pengalaman tersebut dapat mendukung perkembangan sensori, kemampuan mengamati, serta penggunaan kosakata sederhana untuk mendeskripsikan benda.

Anak juga belajar bahwa setiap benda memiliki karakteristik yang dapat dikenali melalui berbagai indra. Proses sederhana ini menjadi bagian dari pengalaman belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Hasil Karya Old Toddler: Menyusun Bentuk Menjadi Rumah

Pada kelompok Old Toddler, kakak shalih-shalihah diajak membuat karya berupa bangunan rumah. Mereka menggunakan bentuk-bentuk geometri sederhana untuk menyusun gambar.

Segitiga digunakan sebagai atap, sedangkan persegi panjang berukuran besar menjadi dinding rumah. Mereka juga membuat pohon menggunakan bentuk lingkaran dan persegi panjang yang lebih kecil.

Melalui kegiatan tersebut, anak mendapatkan kesempatan untuk mengenal bentuk, ukuran, dan posisi benda. Mereka belajar bahwa beberapa bentuk sederhana dapat disusun menjadi gambar yang memiliki makna.

Aktivitas menempel juga melatih koordinasi mata dan tangan serta keterampilan motorik halus. Anak berlatih mengambil bahan, mengarahkan tangan, mengatur posisi bentuk, dan menempelkannya pada tempat yang diinginkan.

Setelah bangunan tersusun, kakak shalih-shalihah melanjutkan kegiatan dengan finger painting, yaitu mewarnai menggunakan jari. Mereka menyentuhkan jari pada warna, kemudian mengaplikasikannya pada hasil karya. Sebagai sentuhan akhir, gambar rumah dihias dengan pom-pom agar terlihat semakin menarik.

Proses ini memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi dengan warna dan tekstur sekaligus mengekspresikan kreativitasnya.

Hasil Karya Young Toddler: Rumah Penuh Warna

Sementara itu, kakak shalih-shalihah Young Toddler mendapatkan papan berbentuk rumah yang telah disiapkan. Mereka diajak menghias papan tersebut menggunakan teknik finger painting.

Dengan jari-jari kecilnya, anak menyentuhkan tangan pada warna, kemudian membuat jejak warna pada permukaan papan. Setelah itu, karya dihias menggunakan pom-pom.

Bagi anak yang masih berada pada tahap awal eksplorasi, pengalaman menyentuh warna, merasakan permukaan, dan menggerakkan jari merupakan kesempatan belajar yang berharga. Anak dapat mengenal hubungan antara gerakan tangan dan jejak yang dihasilkan.

Kegiatan ini juga memberikan ruang untuk bereksplorasi sesuai kemampuan masing-masing. Tidak harus menghasilkan karya yang seragam, setiap anak memiliki kesempatan untuk mengalami prosesnya sendiri.

manfaat BBOT Toddler

Lebih dari Sekadar Membuat Karya, Apa Manfaat BBOT Kali Ini bagi Anak?

Kegiatan BBOT Toddler kali ini menghadirkan sejumlah pengalaman belajar yang mendukung perkembangan anak usia dini.

1. Melatih motorik halus

Mengambil, menempel, menyentuhkan jari pada warna, dan menghias karya membantu anak melatih gerakan otot-otot kecil pada tangan dan jari. Keterampilan ini menjadi salah satu fondasi bagi aktivitas sehari-hari, seperti memegang alat makan dan nantinya menggunakan alat tulis.

2. Menstimulasi koordinasi mata dan tangan

Ketika menyusun bentuk menjadi rumah atau menempelkan pom-pom, anak berlatih mengarahkan gerakan tangan sesuai dengan apa yang dilihatnya.

3. Mengembangkan kemampuan sensori

Mengenal tekstur papan, merasakan warna pada jari, dan menyentuh pom-pom memberikan pengalaman sensoris yang beragam. Anak dapat belajar mengenali perbedaan karakteristik benda melalui sentuhan.

4. Mengenalkan bentuk, ukuran, dan warna

Penggunaan segitiga, persegi panjang, dan lingkaran membantu anak mengenal bentuk geometri sederhana. Perbedaan ukuran juga memberi kesempatan untuk membangun pemahaman awal tentang konsep besar dan kecil.

5. Memperkaya kosakata dan pemahaman lingkungan

Mengenal atap, dinding, kamar tidur, dapur, dan ruang tamu membantu anak menambah kosakata serta memahami fungsi ruang di lingkungan terdekatnya.

6. Mendorong kreativitas dan ekspresi diri

Finger painting memberi kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dengan warna dan membuat karya melalui gerakan tangannya sendiri. Proses ini mendukung kreativitas tanpa menuntut hasil yang harus sama.

7. Melatih toleransi terhadap pengalaman sensoris baru

Tidak semua anak langsung nyaman ketika menyentuh bahan tertentu, termasuk lem atau warna. Dengan pendampingan yang hangat dan kesempatan untuk mencoba secara bertahap, anak dapat belajar menghadapi sensasi yang belum familiar. Anak tidak perlu dipaksa; ia dapat mulai dengan mengamati, menggunakan alat bantu, atau mencoba sedikit demi sedikit.

8. Menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian

Ketika anak diberi kesempatan mencoba, memilih, dan menyelesaikan bagian dari karyanya sesuai kemampuan, ia belajar bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu. Apresiasi terhadap proses, bukan hanya hasil akhir, membantu anak merasa dihargai.

BBOT, Momen Belajar yang Menguatkan Sinergi Sekolah dan Orang Tua

Kegiatan Belajar Bersama Orang Tua menjadi kesempatan bagi keluarga untuk terlibat dalam pengalaman belajar anak di sekolah. Kehadiran Bunda Kak Husein memberikan warna tersendiri dalam kegiatan, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan sederhana seperti mengenal bagian rumah, menyentuh tekstur, menyusun bentuk, dan bermain warna, kakak shalih-shalihah mendapatkan banyak kesempatan untuk bereksplorasi.

Di PAUD Islam Bintang Juara, pengalaman belajar dirancang agar anak dapat mengenal dunia melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangannya. Sebab, setiap proses kecil yang dijalani anak merupakan bagian dari perjalanan tumbuh kembangnya.

Belajar bisa dimulai dari rumah, diperluas melalui pengalaman di sekolah, dan semakin bermakna ketika orang tua serta guru berjalan bersama mendampingi anak.*** (CM-MRT)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*