Setiap anak memiliki cara dan ritme tumbuh yang berbeda. Di usia KB hingga TK, proses belajar bukan hanya tentang apa yang anak ketahui, tetapi juga tentang bagaimana mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, berakhlak, dan mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Sebagai Kepala Unit KB–TK PAUD Islam Bintang Juara, Miss Meliya Indriani, S.Pd. melihat pendidikan anak usia dini sebagai proses membersamai setiap tahap perkembangan anak dengan penuh perhatian, stimulasi yang tepat, dan nilai-nilai Islam yang ditanamkan melalui keseharian.
Dalam wawancara ini, Miss Meli berbagi pandangan tentang pendidikan anak usia dini, proses tumbuh kembang anak, peran guru, pembiasaan, hingga bagaimana sekolah dan Ayah Bunda dapat berjalan bersama dalam mendampingi anak-anak di masa awal kehidupannya.
Daftar Isi
- 1 Mengenal Miss Meli Lebih Dekat
- 1.1 1. Bisa diceritakan tentang diri Miss Meli dan perjalanan Miss hingga mendapat amanah sebagai Kepala Unit KB–TK PAUD Islam Bintang Juara?
- 1.2 2. Apa yang membuat Miss Meli memilih untuk terus mendampingi anak-anak di usia KB–TK?
- 1.3 3. Apa yang paling Miss Meli sukai dari mendampingi anak di fase usia ini?
- 2 Memahami Anak KB – TK dalam Sudut Pandang Miss Meli
- 2.1 4. Menurut Miss Meli, apa yang paling khas dari fase perkembangan anak usia KB–TK?
- 2.2 5. Di usia ini anak mulai banyak bertanya, mencoba, dan ingin melakukan sesuatu sendiri. Mengapa fase ini penting dalam tumbuh kembang mereka?
- 2.3 6. Apa yang sebenarnya sedang dibangun ketika anak belajar melakukan hal-hal sederhana sendiri?
- 2.4 7. Bagaimana kita membedakan antara “anak belum bisa” dengan “anak sedang dalam proses belajar”?
- 3 Mengenal Konsep Belajar Melalui Bermain
- 3.1 8. Banyak orang masih menganggap bermain hanya sebagai kegiatan bersenang-senang. Sebenarnya apa yang sedang dipelajari anak ketika mereka bermain?
- 3.2 9. Bagaimana kegiatan bermain membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir, berkomunikasi, memecahkan masalah, dan bekerja sama?
- 3.3 10. Bagaimana guru memberikan ruang bagi anak untuk mencoba tanpa terlalu cepat memberikan jawaban atau bantuan?
- 3.4 11. Bagaimana sekolah memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas pilihannya?
- 4 Mengenal Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini
- 4.1 12. Ketika anak mulai bermain bersama teman, tentu muncul konflik kecil. Bagaimana sekolah membantu anak belajar menyelesaikan konflik tersebut?
- 4.2 13. Bagaimana anak dikenalkan untuk mengenali dan mengelola emosinya?
- 4.3 14. Apa yang ingin Miss Meli tanamkan ketika anak belajar berbagi, menunggu giliran, meminta maaf, atau membantu temannya?
- 5 Mengenalkan dan Membiasakan Nilai-nilai Islam dalam Pendidikan Anak Usia Dini
- 5.1 15. Bagaimana nilai-nilai Islam dihidupkan dalam keseharian anak KB–TK, bukan hanya melalui kegiatan keagamaan?
- 5.2 16. Bagaimana anak mulai dikenalkan kepada Allah dan Rasulullah ﷺ dengan cara yang dekat dengan dunia mereka?
- 5.3 17. Mengapa pembiasaan adab perlu hadir dalam aktivitas sehari-hari anak?
- 6 Pentingnya Kolaborasi dengan Ayah Bunda dalam Pendidikan Anak Usia Dini
- 6.1 18. Apa hal yang paling perlu dipahami Ayah Bunda ketika melihat perkembangan anaknya dibandingkan dengan anak lain?
- 6.2 19. Bagaimana Ayah Bunda dapat mendukung kemandirian anak di rumah tanpa terlalu banyak membantu?
- 6.3 20. Apa kebiasaan sederhana di rumah yang menurut Miss Meli sangat membantu proses tumbuh anak di sekolah?
- 7 Visi & Harapan Miss Meli untuk KB-TK Islam Bintang Juara
- 7.1 21. Jika anak-anak ini kelak masuk SD, bekal apa yang paling ingin Miss Meli pastikan sudah tumbuh dalam diri mereka?
- 7.2 22. Menurut Miss Meli, seperti apa anak yang “siap sekolah” sebenarnya?
- 7.3 23. Apa yang ingin Miss Meli jaga agar KB–TK PAUD Islam Bintang Juara tetap menjadi tempat yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak?
- 7.4 24. Jika harus menitipkan satu pesan kepada Ayah Bunda yang sedang membersamai anak di usia KB–TK, apa yang ingin Miss Meli sampaikan?
Mengenal Miss Meli Lebih Dekat
Ayah Bunda, di balik perjalanan KB–TK Islam Bintang Juara, ada sosok pendidik yang telah membersamai tumbuh kembang anak selama bertahun-tahun. Salah satunya adalah Miss Meli. Yuk, MinBin ajak kenal lebih dekat dengan sosok yang saat ini diberi amanah sebagai Kepala Unit KB-TK Islam Bintang Juara!
1. Bisa diceritakan tentang diri Miss Meli dan perjalanan Miss hingga mendapat amanah sebagai Kepala Unit KB–TK PAUD Islam Bintang Juara?
Berawal dari amanah atas ilmu pendidikan, setelah lulus kuliah, Allah mengantarkan Miss Meli ke PAUD Islam Bintang Juara. Pada saat itu yang membuat tertarik menjadi guru di Bintang Juara adalah sekolah ini mencari guru yang suka menulis. Berbekal dari mata kuliah jurnalistik, setelah itu saya suka menulis kemudian membuat wadah blog untuk mengekspresikan ide-ide tulisan fiksi dan nonfiksi seputar pendidikan anak usia dini.
Selain itu, menjadi fresh graduate saat itu merasa belum cukup mempunyai bekal untuk menjadi Ibu. Karena keinginan belajar tentang anak-anak, Alhamdulillah Allah menautkan Miss Meli untuk belajar, dan berjuang di PAUD Islam Bintang Juara.
Bulan April tahun 2014, Awal masuk di PAUD Islam Bintang Juara, Miss Meli diberi amanah membersamai adik-adik young toddler (saat itu disebut baby besar). Selama tiga bulan Miss Meli belajar menjadi guru pendamping di kelompok baby besar sekaligus mengelola website sekolah.
Di bulan Juli kemudian menjadi guru wali kelompok baby besar, sekaligus menjadi guru sentra main peran KB – TK, dan masih mengelola website sekolah. Bulan Juli tahun selanjutnya Miss Meli diberi amanah menjadi wali kelas Kelompok Bermain, kemudian tahun ajaran berikutnya menjadi wali kelas TK B. Saat kami berjuang mengurus izin operasional, kemudian Miss Meli diberi amanah menjadi Kepala Sekolah. Selama menjadi kepala sekolah Miss Meli masih diizinkan untuk mengajar, dari mengajar di sentra Main Peran Besar, sentra Main peran kecil, kemudian hingga saat ini mengajar di sentra balok.
Dari tahun ke tahun mengembangkan Bintang Juara, kami dikirim untuk belajar di berbagai seminar, workshop, pelatihan, baik di dalam maupun di luar kota. Belajar tentang anak usia dini artinya belajar tentang makhluk ciptaan Allah. Banyak hal yang Miss Meli temukan.
Setelah banyak belajar, semakin menyadari bahwa ilmu Allah sangat luas. Ilmu yang kita butuhkan untuk berinteraksi dengan anak-anak, dan untuk membangun kecerdasannya menjadi manusia yang amanah di hadapan Allah sangatlah banyak. Oleh karena itu beruntunglah kita sebagai guru karena mendapatkan kesempatan untuk belajar sepanjang hayat sekaligus berkesempatan untuk mengamalkannya.
Pada akhirnya, mendampingi anak usia KB hingga TK adalah tentang hadir dalam setiap proses kecil yang sedang mereka jalani. Setiap aktivitas, interaksi, pembiasaan, dan pengalaman belajar menjadi bagian dari perjalanan anak untuk mengenal dirinya, mengembangkan potensinya, serta tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan percaya diri.
2. Apa yang membuat Miss Meli memilih untuk terus mendampingi anak-anak di usia KB–TK?
Anak-anak masih sangat fitrah. Mendampingi di sekolah artinya punya kesempatan mengalirkan ajaran-ajaran yang Nabi Muhammad teladankan kepada kita. Setiap dari kita diberi amanah untuk hidup di dunia sebagai khalifah. Agar menjadi manusia yang lebih bermanfaat. Melalui dunia bersama anak-anak ini, Alhamdulillah ada banyak kesempatan untuk menjadi orang yang lebih bermanfaat. Setiap detik waktu bersama anak-anak adalah waktu untuk menstimulasi perkembangannya sekaligus mengenalkan Allah sebagai penciptaNya.
Belajar tentang perkembangan anak usia dini, membuat kita mengingat masa lalu dan berfikir. Dulu apa saja yang kita lakukan, bagaimana proses pengasuhan kita oleh orang tua dan lingkungan kita, kenapa saat ini kita menjadi pribadi yang sekarang. Belajar itu semua membuat saya menyadari pentingnya proses pengasuhan oleh orang tua dan sekolah. Dalam proses perkembangan anak-anak membutuhkan orang dewasa yang mendampingi perkembangan mereka. Di Bintang Juara saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari proses perkembangan dan pendidikan anak-anak.
3. Apa yang paling Miss Meli sukai dari mendampingi anak di fase usia ini?
Yang paling disukai dari anak-anak adalah binar mata/ ekspresi senang mereka saat mendengarkan cerita, saat kita bacakan buku, saat bernyanyi, atau saat mereka menceritakan hal-hal sederhana sehari-hari.
Memahami Anak KB – TK dalam Sudut Pandang Miss Meli
Sebagai Kepala Unit KB-TK Islam Bintang Juara, sekaligus guru yang telah mendampingi anak-anak usia KB-TK selama belasan tahun, tentu Miss Meli memiliki cara pandang yang perlu Ayah Bunda ketahui tentang anak-anak usia dini ini.
4. Menurut Miss Meli, apa yang paling khas dari fase perkembangan anak usia KB–TK?
Yang paling khas terlihat di tampilan anak-anak KB TK adalah:
- Pembelajar
- Ekspresif
Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan sangat ekspresif. Semua yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan capaian perkembangannya. Binar matanya, senyumnya, keaktifannya, caranya merespon secara verbal/ nonverbal saat interaksi dengan teman sebaya/ orang dewasa, dan cara mereka menggunakan alat main adalah tanda yang harus kita baca. Dengan mengamati itu semua, kita dapat memberi respon yang tepat supaya tahap berpikirnya semakin meningkat.
5. Di usia ini anak mulai banyak bertanya, mencoba, dan ingin melakukan sesuatu sendiri. Mengapa fase ini penting dalam tumbuh kembang mereka?
Hingga usia sekitar 3 tahun, anak-anak terlihat mempunyai kendali atas diri sendiri. Saat mencoba melakukan segala sesuatu sendiri (makan, minum, lepas pakai sepatu/ pakaian), kita sedang membangun kemampuan bahwa mereka mampu melakukannya. Pada tugas perkembangan atau milestone perkembangan, kemampuan itu perlu kita latih.
6. Apa yang sebenarnya sedang dibangun ketika anak belajar melakukan hal-hal sederhana sendiri?
Harapannya supaya anak-anak menjadi manusia yang berdaya, dan punya kemampuan melakukan segala sesuatu dengan amanah tubuh yang telah diberikan oleh Allah.
Dapat melakukan segala sesuatu dengan mandiri adalah bentuk syukur kita telah diberi tubuh oleh Allah. Supaya kelak dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat.
7. Bagaimana kita membedakan antara “anak belum bisa” dengan “anak sedang dalam proses belajar”?
Apapun yang ditampilkan anak-anak menunjukkan capaian perkembangannya. Anak-anak mempunyai laju perkembangan yang berbeda. Saat ada anak-anak yang belum menunjukkan capaian perkembangan sesuai dengan usianya artinya sebagai guru dan orang tua harus terlibat untuk memberi pendampingan dan pijakan yang tepat.
Mengenal Konsep Belajar Melalui Bermain
Banyak orang tua yang menganggap pendidikan anak usia dini tidaklah terlalu penting. Tak sedikit yang beranggapan bahwa kegiatan di PAUD hanya bermain-main. Namun pernahkah Ayah Bunda ketahui bahwa bermain bagi anak adalah cara mereka belajar? Yuk, kita dengarkan penjelasan Miss Meli mengenai hal ini.
8. Banyak orang masih menganggap bermain hanya sebagai kegiatan bersenang-senang. Sebenarnya apa yang sedang dipelajari anak ketika mereka bermain?
Bermain artinya kegiatan yang menyenangkan. Bermainnya anak-anak usia dini bukan sekedar main-main. Tetapi ada konsep-konsep dan keterampilan yang sedang kita aplikasikan pada kegiatan main mereka. Anak-anak belajar banyak hal dengan menyenangkan melalui bermain. Belajar dengan menyenangkan akan memiliki efek yang luar biasa besar untuk otaknya.
Dengan membangun konsep belajar yang menyenangkan, harapannya anak-anak akan senang belajar. Sehingga di masa depan anak-anak akan dapat mudah dan senang belajar sesuai dengan kebutuhannya, sesuai dengan kebutuhan zaman.
9. Bagaimana kegiatan bermain membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir, berkomunikasi, memecahkan masalah, dan bekerja sama?
Saat bermain guru menghadirkan alat main dan teman main. Guru juga memberikan pijakan untuk membangun kecerdasannya. Selama bermain anak-anak berinteraksi dengan benda-benda, teman dan guru. Anak-anak akan menampilkan kemampuan gerak fisik motoriknya, menampilkan kemampuan bahasa komunikasi, menampilkan kemampuan emosi sosial, dan juga menampilkan kemampuan kognitifnya. Saat anak-anak menampilkan kemampuan aspek tersebut, guru mengamati kemudian memberi pijakan (bahasa verbal/ nonverbal) untuk meningkatkan tahap berpikir anak-anak.
10. Bagaimana guru memberikan ruang bagi anak untuk mencoba tanpa terlalu cepat memberikan jawaban atau bantuan?
Memberi kesempatan untuk mencoba sangat perlu kita lakukan. Anak-anak perlu diberikan kesempatan melakukan sesuatu supaya mempunyai pengalaman melakukannya. Anak-anak juga membutuhkan kesempatan berpikir dan mengekspresikan secara verbal. Anak-anak berlatih untuk mencari solusi, mencari cara penyelesaian masalah dan berlatih berinisiatif.
11. Bagaimana sekolah memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas pilihannya?
Terdapat banyak kesempatan main di beragam sentra PAUD Islam Bintang Juara. Di setiap sentra anak-anak diberi kesempatan untuk memilih kegiatan main, dan teman main. Setelahnya anak-anak bertanggungjawab untuk membereskan alat main.
Di sekolah ada beragam aturan di setiap sentra. Anak-anak berlatih bermain sesuai dengan aturan yang mengatur batasan aman perilaku terhadap alat main dan terhadap teman main.

Mengenal Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini
Kecerdasan sosial emosional menjadi salah satu perhatian khusus dalam tahap perkembangan anak usia dini. Yuk, Ayah Bunda, kita cari tahu bagaimana pendapat Miss Meli mengenai hal ini.
12. Ketika anak mulai bermain bersama teman, tentu muncul konflik kecil. Bagaimana sekolah membantu anak belajar menyelesaikan konflik tersebut?
Saat konflik atau masalah muncul di antara anak-anak adalah waktu yang tepat untuk anak-anak belajar. Anak-anak perlu belajar bahwa kita hidup dengan banyak orang, setiap orang punya kebutuhan serta keinginan. Saat bermain bersama, anak-anak belajar bersosialisasi. Anak-anak berbagi, belajar bergantian, dan belajar izin.
Anak-anak perlu belajar mengendalikan diri bahwa semua yang diinginkan tidak harus dipenuhi sekarang.
Konflik yang sering muncul seperti berebut mainan. Hal sederhana yang kita tanamkan seperti aturan memakai mainan, bergantian, izin, mengucapkan terima kasih dan maaf. Anak-anak belajar mempraktekkannya saat bermain.
13. Bagaimana anak dikenalkan untuk mengenali dan mengelola emosinya?
Belajar tentang emosi paling tepat dikenalkan ketika anak-anak langsung mengekspresikan dan merasakan emosi tersebut.
Ketika anak mengalami situasi tertentu kemudian mengekspresikan emosi tertentu, sebagai orang dewasa kita dapat mengenalkan dengan melabel emosi tersebut (senang, sedih, marah, takut, dll). Seperti mengucapkan: “Oh. ini namanya senang/ sedih/ marah/ takut.”
Jika itu situasi marah, sedih, atau takut. Kita dapat membantu menenangkannya dengan memberi sentuhan fisik, mengajak minum, atau berpindah tempat. Setelah itu membantunya melabel dan mengajaknya menceritakan apa penyebabnya.
Setelah anak-anak dapat melabel dan menceritakan penyebabnya, kita dapat memberi afirmasi positif, atau menjelaskan cara mengatasinya tanpa menyakiti dirinya atau orang lain.
Setiap manusia akan hidup dengan orang lain. Kita tidak bisa hidup sendiri di dunia ini karena manusia adalah makhluk sosial. Berlatih berbagi, menunggu giliran, dan membantu teman adalah keterampilan sosial yang harus dilatih untuk mengasah empati anak-anak.
Berlatih keterampilan tersebut saat ini artinya kita sedang melatih anak-anak untuk berakhlak mulia supaya kelak akhlak mulia tersebut juga dicerminkannya saat berinteraksi dengan masyarakat luas.
Mengenalkan dan Membiasakan Nilai-nilai Islam dalam Pendidikan Anak Usia Dini
Sebagai lembaga pendidikan yang menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai landasan dasar, tentu saja KB-TK Islam Bintang Juara senantiasa mengenalkan dan membiasakan nilai-nilai Islam dalam kegiatan sehari-hari. Miss Meli menceritakan bagaimana nilai-nilai Islam itu dikenalkan dan dibiasakan melalui setiap aktivitas belajar yang menyenangkan.
15. Bagaimana nilai-nilai Islam dihidupkan dalam keseharian anak KB–TK, bukan hanya melalui kegiatan keagamaan?
Awal pengenalan nilai Islami dapat kita lakukan dengan memahamkan kepada anak-anak siapa yang menciptakan manusia, siapa yang menciptakan tubuh kita. Kemudian mengenalkan tubuh ciptaan Allah ini kita gunakan untuk melakukan apa saja yang disukai Allah.
Setiap hari kita bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat yang dibutuhkan oleh tubuh dengan cara yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Melalui kegiatan harian kita biasakan adab-adab yang diajarkan Rasulullah saw. seperti saat makan, saat ke kamar mandi, dan kegiatan yang lain, dilakukan dengan membiasakan doa-doa harian sesuai adab.
16. Bagaimana anak mulai dikenalkan kepada Allah dan Rasulullah ﷺ dengan cara yang dekat dengan dunia mereka?
Dalam kegiatan satu hari kita biasakan adab-adab yang diajarkan oleh Rasulullah saw.
17. Mengapa pembiasaan adab perlu hadir dalam aktivitas sehari-hari anak?
Supaya anak-anak terbiasa melakukannya, hingga dewasa kelak mereka melanjutkannya walaupun tanpa diingatkan oleh orang tua atau guru. Rasulullah saw. suri tauladan kita bisa kita hadirkan di hati anak-anak dengan cara melanjutkan melakukan hal-hal baik yang Nabi kita ajarkan.
Pentingnya Kolaborasi dengan Ayah Bunda dalam Pendidikan Anak Usia Dini
Dalam proses mendidik dan mengasuh anak, tentunya orang tua tetap memiliki peran sebagai pendidik utama. Miss Meli membagikan beberapa hal penting terkait peran Ayah Bunda dalam mendampingi kakak shalih-shalihah KB-TK di rumah.
18. Apa hal yang paling perlu dipahami Ayah Bunda ketika melihat perkembangan anaknya dibandingkan dengan anak lain?
Apapun yang dilakukan anak-anak mari kita lihat sebagai sebuah proses perkembangan. Ketika ada anak-anak yang menunjukkan belum sesuai dengan tahap perkembangannya artinya Allah memberi kesempatan kita untuk terus ikhtiar belajar menstimulasi dan mendampinginya.
Laju perkembangan anak yang satu dengan yang lain kadang berbeda, yang perlu kita lakukan sebagai orang tua adalah terus mengawal perkembangannya dengan memberikan stimulasi sesuai dengan kebutuhannya.
19. Bagaimana Ayah Bunda dapat mendukung kemandirian anak di rumah tanpa terlalu banyak membantu?
Kegiatan kemandirian perlu kita latih dengan konsisten di rumah agar anak-anak berhasil. Yang perlu kita lakukan adalah:
- Memberi kepercayaan dan rasa aman
- Memberi kesempatan anak mencoba
- Membersamai prosesnya dengan ekspresi tenang dan menyenangkan
Di kegiatan kemandirian seperti toilet training, kematangan aspek perkembangan fisik motorik, sosial emosi, bahasa komunikasi, serta kognitif sangat mempengaruhi keberhasilannya oleh karena itu stimulasi kita juga harus holistik integratif.
Pada kegiatan kemandirian toilet training anak-anak:
- Berlatih mengungkapkan ketika ingin ke kamar mandi,
- Berlatih kontrol tubuh untuk tidak mengeluarkan kotoran sebelum masuk kamar mandi,
- Berlatih mengkoordinasikan gerak tubuhnya untuk lepas dan pakai celana. Mengatur tubuh di di dalam kamar mandi.
- Berlatih bantu diri membersihkan area tubuhnya, dan membersihkan tempat yang digunakannya sebelum keluar kamar mandi
Untuk anak-anak proses ini perlu dukungan yang menenangkan agar mereka berhasil melaluinya.
Rutinitas di rumah yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak-anak seperti:
- Sholat berjamaah
- Makan bersama keluarga
- Kegiatan diskusi bersama
- Kegiatan membacakan buku cerita
- Journaling
- Recalling
- Kegiatan chores atau kerumahtanggan yang bisa dilakukan bersama-sama dengan anak-anak
Visi & Harapan Miss Meli untuk KB-TK Islam Bintang Juara
Pada akhirnya, perjalanan Miss Meli mendampingi kakak shalih-shalihah di KB-TK Islam Bintang Juara masih akan terus berlanjut. Seperti apa ya visi dan harapan Miss Meli untuk tempat bertumbuhnya selama kurang lebih dua belas tahun ini?
21. Jika anak-anak ini kelak masuk SD, bekal apa yang paling ingin Miss Meli pastikan sudah tumbuh dalam diri mereka?
Kesiapan masuk SD dipengaruhi oleh kematangan kemampuan dari beragam aspek perkembangan, semua aspek tersebut saling terkait satu sama lain. Oleh sebab itu stimulasi seluruh aspek perkembangan supaya anak-anak siap belajar di SD perlu diikhtiarkan bersama di sekolah dan di rumah.
22. Menurut Miss Meli, seperti apa anak yang “siap sekolah” sebenarnya?
Tanda-tanda anak yang siap SD yaitu memiliki 6 kemampuan pondasi seperti memiliki:
- Kematangan kemampuan keagamaan dan budi pekerti di kegiatan harian
- Keterampilan sosial dan bahasa komunikasi untuk berinteraksi dengan orang lain
- Kematangan emosi di lingkungan belajar
- Kematangan kognitif untuk kegiatan belajar mengajar
- Kematangan motorik dan perawatan diri untuk keterlibatan kegiatan belajar dan kemandirian
- Pemaknaan kegiatan belajar yang menyenangkan dan positif
23. Apa yang ingin Miss Meli jaga agar KB–TK PAUD Islam Bintang Juara tetap menjadi tempat yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak?
Di PAUD Islam Bintang Juara kita berusaha menyelenggarakan pendidikan yang berpondasi kepada ketauhidan serta memperhatikan tahap perkembangan anak. Kegiatan pembelajaran diselenggarakan berdasarkan tahap perkembangan anak, dengan menyenangkan, dan membangun kecerdasan anak secara holistik integratif.
Semoga Allah mampukan kita untuk terus ikhtiar menjadikan Bintang Juara tempat yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak
24. Jika harus menitipkan satu pesan kepada Ayah Bunda yang sedang membersamai anak di usia KB–TK, apa yang ingin Miss Meli sampaikan?
Anak-anak baru beberapa tahun di dunia ini, sementara kita orang dewasa telah lebih awal beberapa puluh tahun menghadapi dunia. Anak-anak sedang belajar menggunakan tubuhnya, berinteraksi dengan beragam orang di dunia ini, dan baru belajar menghadapi beragam situasi saat berinteraksi.
Sabar itu understanding, kita bisa sabar jika memahami segala hal tentang mereka. Kita berlatih sabar dengan cara belajar memahami bagaimana tahap perkembangan mereka, bagaimana karakteristik mereka, dan mari lebih memahami tugas dan peran kita sebagai orang tua/ pendidik. Mari kita terus belajar bekerja sama membersamai anak-anak.
Anak-anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Anak-anak hanya membutuhkan orang tua yang terus belajar.
Semoga anak-anak tumbuh menjadi manusia yang taat, bertakwa, dan amanah sebagai makhluk Allah subhanahu wata’ala.
Bagi Miss Meliya Indriani, S.Pd., pendidikan anak usia dini bukan sekadar memberikan pembelajaran, tetapi juga membersamai proses tumbuh anak dengan memahami kebutuhan dan keunikannya. Ketika sekolah dan Ayah Bunda memiliki visi yang selaras dalam mendampingi anak, setiap langkah kecil yang mereka lakukan hari ini dapat menjadi bekal penting untuk perjalanan mereka di masa depan.
Sebab, anak-anak tidak sedang terburu-buru untuk menjadi besar. Mereka sedang bertumbuh. Dan tugas kita sebagai orang dewasa di sekitar mereka adalah memastikan setiap proses tumbuh itu mendapatkan ruang, pendampingan, dan pengalaman terbaik.***(CM-MRT)




