Bagaimana cara mengenalkan makna Iduladha kepada anak usia dini agar mudah dipahami dan menyenangkan?
Pertanyaan inilah yang sering muncul ketika orang dewasa ingin mengajarkan nilai-nilai besar dalam Islam kepada anak-anak. Sebab bagi anak usia dini, belajar tidak cukup hanya dengan mendengar penjelasan panjang. Mereka membutuhkan pengalaman belajar yang hidup, menarik, dan dekat dengan dunia mereka.
Itulah yang dilakukan PAUD Islam Bintang Juara dalam kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Iduladha yang diselenggarakan pada Selasa, 26 Mei 2026. Mengangkat tema “Meneladani Kesalehan Nabi Ismail Menjadi Anak Taat dan Berbakti”, kegiatan ini mengajak kakak shalih-shalihah belajar nilai-nilai keislaman melalui cara yang menyenangkan dan penuh makna.
Pada kesempatan istimewa ini, PAUD Islam Bintang Juara menghadirkan Kak Kempho, seorang pendongeng yang dikenal mampu menyampaikan pesan-pesan kebaikan melalui gambar, ekspresi, dan gestur yang atraktif sehingga anak-anak dapat mengikuti cerita dengan antusias dari awal hingga akhir.
Daftar Isi
Ketika Kisah Nabi Ismail Menjadi Begitu Dekat
Pagi itu, aula dipenuhi wajah-wajah ceria kakak shalih-shalihah. Mereka duduk rapi sambil menunggu cerita dimulai.
Begitu Kak Kempho tampil di depan, suasana langsung berubah menjadi hidup. Dengan gaya bercerita yang ekspresif, gambar-gambar menarik, dan gerakan tubuh yang penuh semangat, beliau mengajak anak-anak memasuki perjalanan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Sesekali terdengar tawa ketika Kak Kempho memperagakan tokoh dalam cerita. Di lain waktu, anak-anak tampak serius menyimak ketika bagian penting dari kisah disampaikan.
Melalui bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak usia dini, Kak Kempho menjelaskan bagaimana Nabi Ismail menunjukkan sikap luar biasa ketika menerima perintah Allah SWT yang disampaikan melalui ayahnya, Nabi Ibrahim AS.
Anak-anak belajar bahwa Nabi Ismail adalah sosok yang sangat taat kepada Allah dan berbakti kepada orang tuanya. Meski menghadapi ujian yang sangat berat, beliau tetap menunjukkan kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan kepada Allah SWT.
Nilai-nilai inilah yang menjadi inti pembelajaran dalam peringatan Iduladha tahun ini.
Belajar Menjadi Anak yang Taat dan Berbakti
Bagi anak usia dini, konsep ketaatan dan bakti kepada orang tua tentu belum bisa dipahami secara abstrak.
Karena itu, kisah Nabi Ismail menjadi sarana yang sangat efektif untuk mengenalkan nilai tersebut secara konkret.
Melalui cerita yang disampaikan, kakak shalih-shalihah diajak memahami bahwa menjadi anak saleh dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti:
- Mendengarkan nasihat Ayah dan Bunda.
- Mengucapkan kata-kata yang sopan.
- Membantu orang tua sesuai kemampuan.
- Melaksanakan ibadah dengan penuh semangat.
- Menghormati guru dan teman.
Anak-anak juga diajak menyadari bahwa setiap kebaikan yang dilakukan merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Dengan cara ini, nilai-nilai keteladanan Nabi Ismail tidak hanya menjadi cerita yang didengar, tetapi juga menjadi inspirasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dongeng Interaktif yang Membuat Anak Aktif Belajar
Salah satu hal yang membuat kegiatan ini begitu menarik adalah metode penyampaiannya.
Kak Kempho tidak hanya bercerita, tetapi juga mengajak anak-anak berinteraksi secara aktif. Anak-anak diajak menjawab pertanyaan, menebak gambar, mengikuti gerakan tertentu, dan merespons jalannya cerita.
Metode seperti ini sangat sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang belajar melalui pengalaman langsung dan keterlibatan aktif.
Saat anak terlibat secara emosional dalam sebuah cerita, pesan yang disampaikan akan lebih mudah dipahami dan diingat.
Tak heran jika sepanjang kegiatan berlangsung, kakak shalih-shalihah tampak fokus, antusias, dan bersemangat mengikuti setiap bagian cerita.
Mengapa Kisah Nabi Penting Dikenalkan Sejak Usia Dini?
Mengenalkan kisah para nabi sejak usia dini memiliki banyak manfaat bagi perkembangan karakter anak.
Melalui kisah-kisah teladan, anak belajar membedakan perilaku baik dan kurang baik. Mereka juga mendapatkan contoh nyata tentang bagaimana menghadapi berbagai situasi kehidupan dengan nilai-nilai keislaman.
Khusus dalam kisah Nabi Ismail, anak belajar tentang:
1. Ketaatan kepada Allah SWT
Anak memahami bahwa seorang muslim selalu berusaha menjalankan perintah Allah dengan penuh keyakinan.
2. Bakti kepada Orang Tua
Kisah Nabi Ismail mengajarkan pentingnya menghormati dan menyayangi orang tua sebagai bentuk ibadah.
3. Kesabaran dalam Menghadapi Ujian
Anak belajar bahwa setiap kesulitan dapat dihadapi dengan kesabaran dan kepercayaan kepada Allah.
4. Keberanian dan Keteguhan Hati
Nabi Ismail memberikan teladan tentang keberanian dalam menjalankan kebenaran.
5. Pembentukan Akhlak Mulia
Nilai-nilai yang terkandung dalam kisah para nabi menjadi fondasi penting dalam membangun karakter anak sejak dini.
Iduladha Bukan Hanya Tentang Kurban
Melalui kegiatan ini, anak-anak juga belajar bahwa Iduladha bukan sekadar tentang hewan kurban.
Lebih dari itu, Iduladha mengajarkan tentang keikhlasan, ketaatan, pengorbanan, dan cinta kepada Allah SWT.
Nilai-nilai tersebut dapat dikenalkan kepada anak melalui cerita, permainan, keteladanan, dan pembiasaan sehari-hari yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak akan lebih mudah memahami makna di balik perayaan Iduladha tanpa merasa digurui.
Menanam Benih Kesalehan Sejak Dini
Peringatan Hari Besar Islam Iduladha di PAUD Islam Bintang Juara menjadi salah satu ikhtiar untuk menanamkan nilai-nilai kesalehan sejak usia dini.
Melalui kisah Nabi Ismail yang disampaikan secara interaktif oleh Kak Kempho, kakak shalih-shalihah tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mendapatkan teladan berharga tentang bagaimana menjadi anak yang taat kepada Allah SWT dan berbakti kepada orang tua.
Karena sejatinya, pendidikan karakter dimulai dari kisah-kisah penuh hikmah yang menyentuh hati anak. Dari cerita sederhana yang mereka dengar hari ini, semoga tumbuh generasi yang kelak memiliki akhlak mulia, hati yang lembut, serta semangat untuk senantiasa taat kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama.
Semoga kakak shalih-shalihah tumbuh menjadi generasi saleh dan salehah yang meneladani kesalehan Nabi Ismail AS. Aamiin.***




