Search

Ternyata Ini Kunci Anak Lebih Tenang! Parenting Bersama Bunda Vivi Psikolog

kunci anak lebih tenang

Menjadi orang tua adalah perjalanan belajar yang tidak pernah selesai. Setiap tahap perkembangan anak menghadirkan tantangan sekaligus kesempatan baru untuk bertumbuh bersama. Inilah yang dirasakan oleh para orang tua murid baru PAUD Islam Bintang Juara saat mengikuti Parenting Class bertema “Ketenangan Orang Tua Menumbuhkan Kematangan Emosi Anak” yang diselenggarakan pada Ahad, 24 Mei 2026.

Kegiatan yang menghadirkan Dyah Indah Noviyani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, atau yang akrab disapa Bunda Vivi Psikolog, menjadi salah satu ikhtiar sekolah dalam membangun sinergi antara rumah dan sekolah sejak awal masa pendidikan anak.

Bagi sebagian orang tua, memasukkan anak ke PAUD mungkin terasa seperti memulai babak baru yang penuh pertanyaan. Apakah anak sudah siap bersekolah? Bagaimana jika anak menangis saat ditinggal? Bagaimana cara mendampingi anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan memiliki emosi yang sehat?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk diskusi yang hangat dalam parenting class kali ini.

Anak Belajar dari Orang Tua yang Hadir Sepenuhnya

Dalam pemaparannya, Bunda Vivi Psikolog mengajak para orang tua untuk merenungkan kembali tujuan mereka dalam mengasuh anak.

  • Mengapa Allah menitipkan anak kepada kita?
  • Apa tujuan besar yang ingin dicapai dalam proses pengasuhan?

Menurut Bunda Vivi, memahami tujuan merupakan langkah awal untuk menjadi orang tua yang lebih berkesadaran. Ketika tujuan pengasuhan jelas, orang tua akan lebih mudah menentukan arah dan mengambil keputusan dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Jika suatu saat perjalanan terasa berat atau ada tantangan yang membuat kita kehilangan arah, maka kembalilah pada tujuan awal. InsyaAllah tujuan itu yang akan membantu kita kembali menemukan jalan,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam sesi parenting tersebut.

Orang tua diajak menyadari bahwa anak tidak hanya membutuhkan kehadiran fisik, tetapi juga kehadiran emosional.

Sering kali orang tua berada di dekat anak, namun pikirannya sedang berada di tempat lain. Ada yang sambil memegang ponsel, menonton televisi, mengerjakan pekerjaan rumah, atau memikirkan urusan pekerjaan.

Padahal, kualitas hubungan yang hangat terbangun ketika orang tua benar-benar hadir dan fokus membersamai anak.

Mengapa Ketenangan Orang Tua Sangat Penting?

Salah satu pembahasan yang paling menarik adalah mengenai hubungan antara emosi orang tua dan perkembangan emosi anak.

Anak usia dini merupakan peniru ulung. Mereka belajar bukan hanya dari apa yang didengar, tetapi terutama dari apa yang dilihat setiap hari.

Ketika orang tua menghadapi masalah dengan tenang, anak belajar cara menghadapi masalah.

Ketika orang tua mampu mengelola rasa marah dengan baik, anak belajar cara mengelola kemarahan.

Sebaliknya, jika orang tua sering bereaksi secara berlebihan, anak pun akan kesulitan membangun keterampilan regulasi emosinya.

Bunda Vivi menjelaskan bahwa sebelum membantu anak mengenali dan mengelola emosinya, orang tua perlu terlebih dahulu mengenali emosinya sendiri.

Sebelum memvalidasi perasaan anak, orang tua perlu belajar memvalidasi perasaannya sendiri.

Sebelum mengajarkan anak untuk tenang, orang tua perlu berlatih menjadi pribadi yang lebih tenang.

Karena itulah proses pengasuhan sejatinya bukan hanya tentang membesarkan anak, tetapi juga tentang membesarkan diri sendiri.

Menjadi Orang Tua Berkesadaran

Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, Bunda Vivi memperkenalkan konsep orang tua berkesadaran (conscious parenting).

Orang tua berkesadaran adalah orang tua yang hadir penuh ketika membersamai anak. Mereka tidak sekadar mengawasi, tetapi juga berusaha memahami kebutuhan, perasaan, dan tahap perkembangan anak.

Menjadi orang tua berkesadaran dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana seperti:

  • Mendengarkan cerita anak tanpa menyela.
  • Memberikan perhatian penuh saat bermain bersama.
  • Mengurangi distraksi gawai ketika bersama anak.
  • Mengamati kebutuhan emosional anak sebelum memberi respons.
  • Bersyukur atas amanah yang Allah titipkan melalui kehadiran anak.

Hal-hal sederhana tersebut ternyata memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang emosi anak.

Mengapa Kematangan Emosi Penting bagi Anak Usia Dini?

Dalam dunia pendidikan anak usia dini, perkembangan emosi memiliki peran yang sama pentingnya dengan perkembangan akademik.

Anak yang memiliki kematangan emosi cenderung lebih mampu:

  • Mengelola rasa kecewa.
  • Menunggu giliran.
  • Menjalin hubungan sosial yang sehat.
  • Menyampaikan kebutuhan dengan tepat.
  • Memiliki rasa percaya diri yang lebih baik.
  • Beradaptasi dengan lingkungan baru.

Kemampuan-kemampuan tersebut akan menjadi bekal penting ketika anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya dan menghadapi tantangan kehidupan yang lebih kompleks.

Karena itu, membangun kematangan emosi tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang yang dimulai dari lingkungan terdekat anak, yaitu keluarga.

Sinergi Rumah dan Sekolah untuk Tumbuh Kembang Anak

Parenting Class ini menjadi salah satu bentuk komitmen PAUD Islam Bintang Juara dalam membangun kemitraan yang kuat dengan orang tua.

Sekolah meyakini bahwa pendidikan terbaik terjadi ketika rumah dan sekolah berjalan searah.

Guru mendampingi anak selama di sekolah, sementara orang tua menjadi pendamping utama dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika keduanya memiliki pemahaman yang sama tentang kebutuhan anak, maka proses tumbuh kembang anak akan berlangsung lebih optimal.

Melalui kegiatan ini, para orang tua tidak hanya memperoleh wawasan baru tentang perkembangan emosi anak, tetapi juga diajak melakukan refleksi terhadap perjalanan pengasuhan yang sedang dijalani.

Karena sejatinya, anak yang matang secara emosi tumbuh dari lingkungan yang penuh kasih sayang, penerimaan, dan ketenangan.

Semoga melalui Parenting Class ini, semakin banyak orang tua yang menyadari bahwa investasi terbaik bagi masa depan anak bukan hanya fasilitas atau pendidikan akademik semata, melainkan juga kehadiran yang utuh, hati yang tenang, serta komitmen untuk terus belajar dan bertumbuh bersama anak-anak tercinta.

Sebab ketika orang tua bertumbuh, anak pun akan ikut bertumbuh.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*