Pagi itu, suasana kelas Toddler di PAUD Islam Bintang Juara terasa begitu hangat dan penuh semangat. Pada Rabu, 20 Mei 2026, kakak shalih-shalihah mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi Belajar Bersama Orang Tua (BBOT) bersama Bunda Sovi Fariha Anif, orang tua dari Kak Shiza Almahyra.
Mengangkat tema “Lingkungan di Sekitarku: Kegiatan Seru bersama Keluarga”, kegiatan hari itu menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak.
Tidak hanya mendengarkan penjelasan, kakak-kakak juga diajak menyentuh tanah, mengenal tanaman, hingga praktik langsung menanam tomat, terong, dan cabai.
Daftar Isi
Belajar dari Hal yang Dekat dengan Anak
“Kegiatan apa saja yang bisa dilakukan bersama keluarga?”
Pertanyaan sederhana dari Bunda Sovi langsung membuat suasana kelas menjadi hidup.
- Ada yang menjawab bermain bersama.
- Ada yang menjawab jalan-jalan.
- Ada pula yang berkata makan bersama keluarga.
Lalu Bunda Sovi tersenyum dan berkata, “Salah satu kegiatan seru bersama keluarga adalah menanam.”
Kalimat sederhana itu langsung membuka pengalaman belajar baru bagi kakak shalih-shalihah. Karena ternyata, kegiatan menanam bukan hanya tentang memasukkan bibit ke tanah. Ada banyak proses belajar yang bisa dirasakan anak dari kegiatan sederhana ini.
Mengenal Bagian-Bagian Tanaman Secara Langsung
Berbeda dengan belajar melalui gambar saja, kali ini anak-anak diperlihatkan langsung tanaman asli beserta bagian-bagiannya.
Bunda Sovi menunjukkan:
- akar
- batang
- daun
- bunga
- hingga buah tanaman
Kakak tampak antusias menyentuh daun dan memperhatikan bentuk akar tanaman dengan penuh rasa ingin tahu.
“Ini akarnya ya?”
“Kalau yang hijau namanya daun!”
MasyaAllah, pembelajaran menjadi terasa lebih hidup ketika anak dapat melihat dan menyentuh objek secara nyata.
Kegiatan seperti ini membantu anak lebih mudah memahami konsep karena melibatkan pengalaman langsung melalui pancaindra mereka.
Anak Mengenal Tanah dan Pupuk
Selain mengenal tanaman, kakak juga diperlihatkan media tanam seperti tanah dan pupuk.
Beberapa anak tampak penasaran dengan tekstur tanah yang lembut. Ada pula yang bertanya mengapa tanaman membutuhkan pupuk.
Dengan bahasa sederhana, Bunda Sovi menjelaskan bahwa pupuk membantu tanaman tumbuh sehat dan subur. Dari sini, kakak shalih-shalihah mulai belajar bahwa makhluk hidup juga membutuhkan “makanan” agar dapat tumbuh dengan baik.
Tanpa disadari, kegiatan sederhana ini turut mengenalkan konsep sains dasar kepada anak usia dini.
Praktik Menanam Jadi Bagian Paling Ditunggu
Setelah sesi pengenalan selesai, tibalah kegiatan inti yang paling membuat kakak semangat:
praktik menanam bersama.
Masing-masing anak mendapat kesempatan menanam:
- tomat
- terong
- dan cabai
Kakak diajari langkah demi langkah cara menanam dengan benar.
Mulai dari:
- memasukkan tanah ke pot
- menaruh bibit tanaman
- menutup kembali dengan tanah
- hingga menyiram tanaman dengan hati-hati
Tangan-tangan kecil itu tampak sibuk bekerja.
- Ada yang terlalu semangat menuang tanah.
- Ada yang menyiram sampai hampir tumpah.
- Ada pula yang begitu hati-hati menjaga bibitnya.
Namun justru di situlah proses belajar terbaik terjadi.
Kakak Toddler Belajar Menanam = Belajar Tanggung Jawab Sejak Dini
Melalui kegiatan menanam, anak belajar bahwa tanaman harus dirawat agar bisa tumbuh.
Tanaman perlu:
- disiram
- terkena sinar matahari
- dan dijaga dengan baik setiap hari
Hal sederhana seperti ini membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab pada anak sejak usia dini. Mereka belajar bahwa setiap proses membutuhkan perhatian dan kesabaran.
Manfaat Melatih Menanam untuk Anak Usia Dini
Banyak orang mungkin mengira kegiatan menanam hanya sekadar aktivitas bermain biasa. Padahal, manfaatnya sangat besar untuk perkembangan anak usia dini.
1. Melatih Motorik Halus
Saat memegang bibit, mengambil tanah, dan menyiram tanaman, koordinasi tangan anak berkembang dengan baik.
2. Mengembangkan Rasa Ingin Tahu
Anak belajar mengamati perubahan tanaman dari hari ke hari.
3. Menumbuhkan Kepedulian
Anak belajar merawat makhluk hidup dengan penuh perhatian.
4. Melatih Kesabaran
Tanaman tidak tumbuh dalam satu malam. Anak belajar menunggu proses.
5. Mengenalkan Lingkungan Sekitar
Anak memahami bahwa tanaman adalah bagian penting dari kehidupan manusia.
6. Menguatkan Kedekatan Anak dan Orang Tua
Kegiatan bersama orang tua menciptakan pengalaman emosional yang hangat dan menyenangkan.
7. Dari Menanam, Anak Belajar Bersyukur
Di akhir kegiatan, kakak shalih-shalihah diajak menyadari bahwa tanaman adalah ciptaan Allah SWT yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Tomat, cabai, dan terong yang mereka tanam hari itu bukan hanya sekadar tanaman. Melainkan sarana belajar tentang:
- rasa syukur
- tanggung jawab
- kesabaran
- dan cinta terhadap lingkungan sekitar
Pembelajaran yang Bermakna dan Membekas
Kegiatan BBOT seperti ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi positif antara sekolah dan keluarga.
Anak tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga melihat langsung bagaimana orang tua dapat berbagi ilmu dan pengalaman.
Bagi anak usia dini, pengalaman nyata seperti ini jauh lebih membekas dibanding sekadar mendengar penjelasan.
Karena mereka mengalami langsung prosesnya.
- Menyentuh tanahnya.
- Menanam bibitnya.
- Menyiram tanamannya.
- Dan merasakan kebahagiaan saat berhasil melakukannya sendiri.
Semoga pengalaman sederhana ini menjadi kenangan indah yang tumbuh bersama kakak shalih-shalihah, sebagaimana bibit kecil yang mereka tanam dengan penuh semangat hari itu.*** (CM-MRT)




