Search

Gethuk Merah Putih Kreasi Anak Juara: Serunya Cooking Class di Bintang Juara

gethuk merah putih

Jumat, 7 Agustus 2026, suasana KB-TK Islam Bintang Juara terasa lebih harum dari biasanya. Bukan hanya aroma kegiatan belajar dan bermain yang memenuhi ruang kelas, tetapi juga aroma ubi kukus dan kelapa yang mengundang rasa penasaran.

Hari itu, kakak-kakak KB-TK Islam Bintang Juara mengikuti Cooking Class dengan tema “Aku Cinta Indonesia” dan subtema “Gethuk Merah Putih Kreasi Anak Juara.

Di tangan anak-anak, bahan makanan sederhana berubah menjadi sajian yang tidak hanya lezat, tetapi juga penuh cerita tentang Indonesia.

  • Ada ubi yang manis.
  • Ada buah naga yang menghasilkan warna merah alami.
  • Ada kelapa yang siap membalut bulatan-bulatan gethuk.

Dan yang paling penting, ada tangan-tangan kecil yang belajar mengolah semuanya dengan penuh semangat.

Dari Ubi Manis, Anak Mengenal Warna Indonesia

Cooking Class dimulai dengan bahan utama yang sederhana: ubi.

Ubi yang manis dikukus terlebih dahulu hingga teksturnya menjadi lembut. Bagi anak-anak, proses ini menjadi pengalaman menarik untuk mengenal bagaimana bahan makanan dapat berubah setelah melalui proses memasak.

Setelah matang, ubi kemudian dibejek atau dihaluskan. Tangan-tangan kecil mulai bekerja.

Ada yang semangat menekan dan meremas ubi. Ada yang memperhatikan teksturnya. Ada pula yang mungkin awalnya masih ragu menyentuh bahan makanan tersebut.

Di sinilah Cooking Class menjadi lebih dari sekadar aktivitas membuat makanan. Anak mendapatkan kesempatan untuk bereksplorasi menggunakan indera, terutama melalui sentuhan, penglihatan, dan penciuman.

Tekstur ubi yang lembut, aroma ubi kukus, hingga perubahan bentuk dari ubi utuh menjadi adonan memberikan pengalaman sensori yang kaya bagi anak usia dini.

Menariknya, warna putih dari ubi yang telah diolah juga menjadi bagian dari cerita Merah Putih. Putih yang sederhana, bersih, dan lembut.

Kalau putih berasal dari ubi, dari mana warna merahnya? Jawabannya adalah buah naga.

Buah naga digunakan sebagai pewarna alami untuk memberikan warna merah pada adonan gethuk. Anak-anak dapat melihat secara langsung bagaimana bahan dari alam bisa memberikan warna yang menarik pada makanan.

Ini menjadi kesempatan sederhana untuk mengenalkan bahwa makanan tidak selalu membutuhkan pewarna buatan untuk terlihat menarik.

Ada banyak bahan alami di sekitar kita yang bisa dimanfaatkan.

Buah naga bukan hanya memberikan warna merah, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman belajar anak tentang bahan makanan dan kreativitas dalam mengolahnya.

Dari sini, anak belajar bahwa membuat sesuatu yang menarik dapat dimulai dari bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar.

Membulatkan Gethuk, Melatih Tangan dan Imajinasi

Setelah adonan siap, tiba saatnya bagian yang paling menyenangkan: membentuk gethuk menjadi bulatan-bulatan kecil.

Anak-anak mulai mengambil adonan, membentuknya menggunakan kedua tangan, kemudian menyusun kreasi mereka.

Aktivitas ini tampak sederhana, tetapi sebenarnya memberikan stimulasi yang bermanfaat untuk perkembangan anak.

Gerakan mengambil, menekan, menggenggam, dan membulatkan adonan dapat membantu melatih motorik halus serta koordinasi tangan.

Anak juga belajar mengontrol kekuatan tangannya. Terlalu kuat, bentuknya bisa berubah. Terlalu lembut, adonan mungkin belum membentuk dengan baik.

Maka, anak belajar melalui pengalaman langsung untuk menemukan cara yang paling sesuai.

Tidak harus sempurna. Yang penting adalah proses mencoba.

Di sinilah kreativitas anak juga mendapatkan ruang. Setiap anak mungkin menghasilkan bentuk yang sedikit berbeda. Dan justru perbedaan itulah yang membuat setiap kreasi menjadi istimewa.

Sentuhan Terakhir: Kelapa yang Gurih

Setelah gethuk dibulatkan, anak-anak memberikan sentuhan terakhir dengan baluran kelapa. Gethuk yang sebelumnya berwarna merah dan putih kini semakin menarik dengan tekstur kelapa yang lembut.

Anak-anak dapat melihat bahwa makanan yang mereka buat mengalami perubahan dari satu tahap ke tahap berikutnya. Dari ubi. Menjadi adonan. Diberi warna. Dibentuk. Kemudian diberi kelapa.

Sebuah proses sederhana yang mengajarkan anak bahwa sesuatu yang baik membutuhkan tahapan, kesabaran, dan keterlibatan.

Dan ketika akhirnya melihat hasil kreasi sendiri, muncul satu pengalaman yang tidak kalah penting:

“Aku berhasil membuatnya!”

Rasa percaya diri seperti ini merupakan bagian berharga dari pembelajaran anak usia dini.

Cooking Class: Belajar Banyak Hal dari Satu Dapur

Bagi anak-anak, memasak mungkin terlihat seperti kegiatan bermain yang menyenangkan. Namun di balik keseruannya, ada banyak kemampuan yang sedang distimulasi.

Melalui Cooking Class, anak dapat belajar:

  • Motorik halus: Anak menggunakan tangan untuk menghaluskan, mengambil, menekan, dan membentuk adonan.
  • Koordinasi mata dan tangan: Anak belajar melihat bahan dan mengarahkan gerakan tangannya sesuai dengan yang ingin dilakukan.
  • Kemandirian: Anak mendapatkan kesempatan untuk melakukan bagian-bagian sederhana dari proses memasak sesuai kemampuan mereka.
  • Kreativitas: Anak bebas bereksplorasi dengan bentuk dan proses pembuatan makanan.
  • Kemampuan mengikuti instruksi: Anak belajar memahami bahwa ada langkah-langkah yang perlu dilakukan secara berurutan.
  • Pengalaman sensori: Anak mengenal berbagai tekstur, aroma, bentuk, dan warna melalui bahan makanan.
  • Kepercayaan diri: Anak mendapatkan pengalaman menyelesaikan sebuah karya dan menikmati hasil dari prosesnya.

Dengan demikian, Cooking Class anak PAUD dapat menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna.

Aku Cinta Indonesia Dimulai dari Hal Sederhana

Tema “Aku Cinta Indonesia” tidak harus selalu dikenalkan melalui hafalan tentang nama pahlawan atau simbol negara.

Pada usia dini, rasa cinta terhadap Indonesia dapat mulai tumbuh dari pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak.

  • Mengenal makanan.
  • Mengenal warna merah putih.
  • Menghargai bahan pangan.
  • Belajar bersama teman.
  • Bekerja sama.
  • Menjaga kebersihan.
  • Dan menghargai proses.

Melalui Gethuk Merah Putih, anak-anak tidak hanya membuat makanan. Mereka mendapatkan pengalaman bahwa sesuatu yang sederhana dapat memiliki makna.

Merah dan putih yang mereka bentuk menjadi gethuk adalah simbol yang dekat dengan semangat kemerdekaan Indonesia.

Sementara tangan kecil yang mengolahnya menjadi pengingat bahwa generasi masa depan sedang bertumbuh.

Adik Toddler Juga Ikut Memasak!

Keseruan memasak ternyata tidak hanya dirasakan oleh kakak-kakak KB-TK.

Di hari yang sama, adik-adik Toddler PAUD Islam Bintang Juara juga mendapatkan pengalaman seru di dapur dengan membuat Puding Merah Putih Juara.

Jika kakak KB-TK berkreasi dengan ubi, buah naga, dan kelapa menjadi Gethuk Merah Putih, adik Toddler pun memiliki kreasi merah putih yang dituangkan dalam Puding Merah Putih Juara.

Dua kegiatan berbeda, tetapi memiliki semangat yang sama: memberikan anak pengalaman belajar melalui aktivitas nyata yang menyenangkan.

Bagi anak usia dini, pengalaman seperti ini penting karena mereka tidak hanya mendengar atau melihat, tetapi ikut melakukan.

Jumat itu mungkin hanya berlangsung selama satu kegiatan Cooking Class. Namun bagi anak-anak, pengalaman tersebut dapat menjadi cerita kecil yang mereka bawa pulang.

  • Tentang ubi yang dikukus.
  • Tentang tangan yang belepotan adonan.
  • Tentang warna merah dari buah naga.
  • Tentang gethuk yang dibulatkan bersama.
  • Tentang kelapa yang menempel di permukaannya.
  • Dan tentang rasa bangga ketika berhasil membuat sesuatu dengan tangan sendiri.

Inilah pembelajaran yang ingin terus dihadirkan untuk anak-anak di KB-TK Islam Bintang Juara: belajar dengan mengalami, bermain dengan bermakna, dan bertumbuh melalui pengalaman nyata.

Karena terkadang, pelajaran tentang cinta Indonesia tidak perlu dimulai dari sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari sebuah ubi, sedikit buah naga, taburan kelapa, dan tangan kecil yang penuh semangat.

Hari ini mereka membuat Gethuk Merah Putih. Hari ini mereka belajar mandiri, kreatif, dan bekerja sama.

Dan dari pengalaman-pengalaman kecil itulah, anak-anak Juara terus tumbuh menjadi generasi yang mencintai Indonesia.*** (CM-MRT)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*